
Bima penasaran pada Hana,, dia berasa pernah mengenalnya.
"siapa sesungguhnya kamu,, kenapa aku seperti pernah mengenalmu,, perasaan ini sungguh tak asing di hatiku" Bima berkata dalam hati.
keesokan paginya Bima melihat Hana memasuki area kantornya.
"itu kan Hana,, untuk apa dia di sini" Bima bermonolog.
"Musa tolong cari tahu semua tentang seorang wanita, nanti saya kirim fotonya"perintah bima melalui telepon.
" baik tuan"jawab Musa dari sebrang.
***
"permisi tuan, tuan Musa ingin bertemu"Nina sekertaris Bima berbicara.
" suruh dia masuk "perintah Bima.
" apa yang kau temukan "tanya Bima.
Musa menyerahkan semua foto yang dia dapat beserta dokumen tentang hana.
" jadi kemarin dia melamar kerja di sini dan tidak di Terima"monolog Bima.
"iya Pak begitu yang saya temukan" jawab Musa.
"antar saya kerumah sakit sekarang juga" pinta Bima yang diangguki Musa.
__ADS_1
mereka melangkah beriringan, di dalam lift Musa menceritakan lagi penemuannya tersebut.
setelah mendengar cerita Musa Bima merasa ada hal terlewatkan tapi tidak tahu apa.
****
sesampainya di rumah sakit Bima langsung menuju keruangan kepala rumah sakit tersebut.
"siang Pak Handoko" sapa Bima pada Pak Handoko yang tengah sibuk hingga tak menyadari kedatangan Bima.
"ah Tuan Bima,, maaf tadi saya sedang sibuk sehingga tak menyadari kedatangan tuan,, ada apa tuan mendadak kesini,, apa tuan sakit" tanya dokter panik.
"ada hal penting yang ingin saya bicarakan" kata Bima lalu langsung duduk.
"ada apa tuan" tanya Handoko gugup.
"saya tidak mau sampai dia tahu, jadi diam lah dan lakukan yang terbaik pada ibunya hana, beri tahu saya kalau terjadi apa-apa pada mereka" perintah Bima yang tak bisa di bantah.
"baik tuan" Jawab Handoko.
"ada hubungan apa tuan Bima sama Hana yaa,, baru kali ini saya lihat tuan Bima peduli sama orang" pak Handoko berkata pelan setelah tuan muda menghilang.
"persiapkan ruang operasi untuk pasien yuni ibunya hana" perintah Handoko.
semua kaget dengan perintah Handoko, lebih kaget lagi Handoko sendiri yang memimpin oprasi yuni.
semua dokter dan perawat kaget sekaligus heran kenapa Handoko mau turun tangan sendiri, banyak pertanyaan yang bersarang di pikiran mereka tapi tak dapat di pertanyakan.
__ADS_1
Hana yang baru sampai di rumah sakit kaget karena tak mendapati ibunya di ruang rawat,, segala pikiran baik dan buruk terus mendominasi pikirannya.
"ma,, mama dimana,, semoga hal buruk jauh dari mama,, " Hana melangkah ke ruang dokter yang selama ini merawat mamanya tapi dokter tersebut tidak ada dan hanya asistennya saja yang ada di ruangan tersebut.
"di mana pasien yang berada di ruang mawar 3" tanya Hana yang sudah sangat khawatir.
"pasien atas nama yuni sedang melakukan operasi" jawab asisten dokdokter tersebut.
dalam kekalutan Hana lalu berlari ke ruang loprasi.
"apa yang terjadi, kenapa bisa oprasi, mama jangan pergi"tangis Hana tak berhenti.
" bagaimana keadaan mama saya dok"tanya Hana yang baru saja mendapati Handoko keluar dari ruang oprasi.
"oprasi berjalan lancar dan pendarahan di otak ibumu sudah kami angkat, sebentar lagi juga dipindahkan ke ruang rawat" jelas Handoko lalu pergi.
tak lama suster membawa Brankar ke ruang VIP, Hana yang heran pun mengira perawat salah masuk ruangan.
"suster anda salah kamar" tanya Hana.
"tidak mba mulai sekarang sudah menjadi kebijakan baru rumah sakit kalau ibu yuni di tempatkan di ruang VIP ini" jelas suster tersebut.
*****
maaf yang nunggu upnya lama,, duta menyita waktu saya....
Terima kasih yang udah setia menanti kelanjutan cerita saya.
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya yaaa🙏🙏🙏