
"Tolong... tolong kembalikan boneka saya. kamu mengambil tanpa meminta izin, aku akan adukan pada orang tuaku nanti!" tangis danTeriak seorang gadis pada tetangganya karena kesal sering dijahili.
"bilang sana, dasar cengeng tukang ngadu, dan jelek." teriak anak lelaki sambil melempar boneka yang di ambilnya ke selokan.
"Mommy... tolong Hania." gadis tersebut berlari dan ingin mengambil boneka kesayangannya di selolan. tapi naas, belum sampai pada selokan dia sudah jatuh dan tak sadarkan diri akibat benturan di kepalanya.
"Hania bangun sayang,kamu kenapa?"Hanum keluar begitu mendengar teriakan Hania.
"Bu, bawa kerumah sakit dulu." mbak Rumi mengingatkan dan menyuruh sopir menggendong Hania.
mereka memasuki mobil menuju rumah sakit. sedangkan di depan mereka anak lelaki tersebut mematung, bingung dengan apa yang terjadi.
"Nak Bima. sebenarnya apa yang terjadi?" tanya mbak Rumi pada lelaki yang mematung tersebut.
sedangkan lelaki tersebut hanya mengarahkan telunjuknya pada selokan. dengan pandangan mata kosong, dia masuk kerumahnya sendiri dan berjongkok sambil menundukan kepala pada lututnya sendiri disamping kursi.
"Ada apa Dek? kenapa kamu seperti ini!" tanya Zahra yang melihat adiknya terus menunduk, sambil bergetar.
"Darah kak, Aku gak tau kenapa," Zahra memeluk adiknya yang ketakutan. dan mengusap rambutnya dengan sayang.
__ADS_1
sudah 3 hari semenjak kejadian Bima masih diam tak mau bicara apapun. dia hanya menatap rumah samping sambil berharap. setelah satu minggu Bima baru mulai mau bersekolah kembali, tapi setelah sekolah dia akan duduk diam di depan gerbang rumahnya, seolah sedang menunggu.
"maaf, aku minta maaf. kenapa kamu belum kembali?" tanya Bima sambil terus menatap rumah tersebut. setelah satu bulan Bima dan keluarganya pindah dari rumah tersebut tanpa bertemu dan mengetahui kabar Hania.
***
"Hana tolong siapkan berkas kerjasama dengan perusahaan Pak Adipati, aku akan membahasnya dengan kak Zahra."
"baik Pak, Nanti saya antarkan keruangan."Hana langsung menyiapkan apa yang dipinta Bima lalu memberikannya.
setelah dipelajari, mereka langsung menuju ke kantor Zahra.
"Jadi, sekarang bukan pak Adipati sendiri yang menangani proyeknya? kenapa bisa berganti orang!" tanya Zahra terlihat kecewa.
"hah, ya sudah mau bagaimana lagi? semoga penggantinya juga bisa sama memuaskannya seperti Pak Adipati bahkan lebih.di rumah sakit mana beliau dirawat?"
"di rumah sakit A Kak." jawab Bima.
"nanti siang kamu sama Hana saja yang meeting ya, kakak mau jenguk pak Adipati."
__ADS_1
"iya kak. kalau begitu kami permisi dulu mau menyiapkan untuk meeting nanti siang."
"iya, Hati-hati bawa anak gadis orang." Zahra mencandai Bima yang akan pergi.
"siap kak. Assalamu'alaikum." Bima berlalu setelah mendapat anggukan dan jawaban salamnya.
siang harinya Zahra sudah sampai di rumah sakit. dia membawa parsel buah dan kue di tangannya.
"Assalamu'alaikum Pak Adipati,Bu. Bagaimana kabarnya? apa sudah lebih baik?" Zahra yang baru tiba bertanya dengan beruntun. sambil menatap Adipati.
"Waalaikumsalam Bu Zahra, saya baik. senang bisa mendapatkan perhatian dari Anda." jawab Pak Adipati sambil tertawa.
"Bapak bisa aja.ini Bu, maaf saya baru menjenguk. karena baru tahu tadi pagi dari Bima." Zahra berbasa-basi dengan Bu Adinda sambil menyerahkan barang bawaannya.
"tak apa-apa Bu,kami malah berterima kasih karena sudah mau repot-repot menjenguk."
"sama-sama Bu"
Zahra terus mengobrol, sambil bertanya siapa yang menggantikan Adipati dalam proyeknya.
__ADS_1
***
Terima kasih semuanya tolong jangan lupa likenya.