Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
09


__ADS_3

Melisa menyamar sebagai pegawai di kediaman Mahardika,, disana lah dia bertemu zain dan berteman dengannya.


Dari zain juga melisa tau bahwa kakak iparnya marwan sudah menghancurkan perusahaan tuan Riza dan membunuh anaknya.


Dia ingin bicara jujur pada zain tapi takut.


melisa memberi tau semuanya pada Aira, Aira pun menangis dan akan memberi tahu semuanya pada keluarga mahardika, tapi dia ingat pesan marwan kalau dia harus hidup.


selang beberapa waktu melisa pun memberi tahu kalau marwan sudah tewas, dan Aira dalam pencarian.


Aira yang tahu dirinya dalam bahaya pun menyuruh adiknya keluar dari pekerjaannya dan pindah ke luar kota.


"meli keadaan di sini sudah tidak aman, kamu keluar lah dari pekerjaan lalu pergilah ke luar kota, kakak akan memberikan anak ini pada keluarganya, hidup lah yang baik di sana. jangan lagi menghubungi kakak atau menengok kakak, kakak akan datang mencari mu kalau urusan kakak disini selesai" Aira menyuruh meli pergi karna takut keluarga mahardika menghabisinya jika mereka tau melisa adiknya Aira.


Aira lalu mengajak Kania dan Riza bertemu, Aira akan memberikan zahra dan menjelaskan segalanya, tapi siapa sangka sebelum Aira menjelaskan segalanya dia sudah di tembak oleh kakek bagas dan berakhir dengan kematiannya,, tanpa bisa menjelaskan segalanya.


_____


Semua berkumpul di ruang keluarga, Rama dan Bima,mereka menuntut penjelasan atas apa yang telah terjadi hari ini, Kania dan Riza pun menjelaskan segalanya dan memberikan bukti-bukti bahwa zahra adalah Rika kakak kandung mereka.


Bima dan Rama kaget, tak menyangka orang yang selama ini di tindas tidak di pedulikan dan sering mereka sakiti itu kakak kandung mereka sendiri.


"Aaahhh.. aku sungguh menyesal, semua karena aku, dia meninggal karena aku adik yang selalu dia sayangi ini sudah membunuhnya.


andaikan aku bisa memaafkan nya walau dia salah,karena dia tak pernah menyakiti diriku,


andai kan aku mendengar kata hatiku.


benar kataku,kak zahra gak salah orang tuanya lah yang salah waktu itu, tapi kalian menghukumku dan menyuruh untuk terus membencinya" Rama mengeluarkan semua yang dipendamnya. lalu keluar menuju mobilnya dan berlalu.


sedangkan Bima hanya menatap kosong pada kamar yang di tempati zahra selama di sana,, dia pun masuk dan merebahkan diri di ranjang zahra,, di amati nya semua sudut kamar itu,, kamar khusus seorang pembantu,, netranya tak sengaja melihat ke lemari yang terbuka,, langkah demi langkah di gapainya lemari tersebut,, disana di lemari itu banyak baju usang milik zahra,, Bima juga menemukan berbagai Piagam dan Piala entah dari lomba atau pun Olimpiade,, dari dirinya kanak-kanak sampai SMA semuanya ada,, di lemari itu juga tersimpan pigura semua keluarga mahardika,, Bima menatap sedih foto tersebut semua keluarganya lengkap hanya zahra yang tiada..


di kamar itu tak ada satupun foto zahra,, bukan hanya di kamar bahkan di rumah besar mahardika tak ada satupun fotonya, kalau pun ada yang tak sengaja terfoto mereka akan membuang atau membakar nya.


______


flashbac


dua anak kecil berlarian menuju tempat terbaringnya sang kakek, mereka menangis melihat kondisi kakeknya,, disusul 2 orang dewasa mereka prihatin melihat keadaan laki-laki tersebut,, pipi yang tirus dan badan yang tak lagi tegap seperti dulu,,

__ADS_1


"assalamualaikum kakek Bima sama Rama datang jenguk kakek" Bima dan Rama bergantian mencium punggung tangan kakek bagas.


krett... pintu kamar mandi terbuka disusul keluarnya sang nenek kirana dari sana.


Bima dan Rama segera menghampiri sang nenek dan mencium punggung tangannya.


"kapan datangnya, kenapa gak kasih tau kalau mau datang cepat,,kata ibu Kirana.


" kami khawatir pada ayah, bu" jawab Riza


Riza dan Kania menghampiri ibu Kirana sambil mencium punggung tangannya di susul pelukan oleh Kania dan Kirana.


"sekarang bagaimana kondisi ayah bu" tanya Riza.


"kondisinya sudah stabil sekarang" kata Kirana sambil melihat ke ranjang suaminya.


"kenapa ayah bisa mendapat serangan jantung buk" tanya kania sambil menuntun mertuanya duduk di sopa kamar tersebut.


"ibu juga tidak tau pastinya, tapi kata pegawai yang mengantar ayah, ada masalah besar di perusahaan" jelas sang ibu.


"bu kalau begitu Riza akan ke perusahaan terlebih dulu, Riza ingin tau seberapa parah kondisi perusahaan sekarang ini" Riza bangkit dari kursinya.


"gak papa bu kalau kelamaan takut tak bisa diselamatkan, inikan kerja keras ayah bu,, mah titip semuanya yaa kalau ada apa-apa kabarin papah secepatnya yaa" Riza meminta pada istrinya.


"iya pah jangan khawatir, Hati-hati dijalan"


"Boy jaga mereka yaa" perintah Riza pada kedua anaknya.


keduanya kompak mengacungkan jempol dan mengangguk.


___


Riza sudah sampai ke perusahaan dia mengadakan meeting dengan para direktur perusahaan. setelah 3 jam meeting pun selesai dan ditemukan beberapa kejanggalan dan masalah yang sudah lama dibiarkan, Riza memutuskan untuk mengatasi masalah yang sudah lama,seperti pembangunan yang molor. Riza juga akan membenahi para direktur dan karyawannya yang diduga menggelapkan dana dan membocorkan rahasia perusahaan nya.


pukul 20.00 Riza sudah sampai di rumah sakit,Riza langsung masuk kedalam ruangan sang ayah.


"assalamualaikum, gimana kabarnya yah" sapa Riza pada ayahnya sekaligus mencium punggung tangannya.


"baik za,, kenapa kamu langsung ke perusahaan" tanya ayahnya.

__ADS_1


"tak apa yah, lebih cepat di tangani lebih baik" timpal Riza.


"terus bagaimana keadaannya sekarang" tanya bagas lagi.


"sudah ada rencana sih untuk di lakukan hanya tinggal menunggu Ayah menyetujui ide Riza"


"Ayah pasti menyetujui apa pun jalannya za,,asal perusahaan tidak gulung tikar, kasihan para karyawan yang benar-benar membutuhkan" kata bagas sambil menerawang jauh.


"baik yah Riza usahakan yang terbaik" yakin Riza pada Ayah nya.


___


Ayah bagas sudah pulang kerumah dan keadaannya sudah baik kembali.


siang itu Bagas sedang jalan-jalan, tak sengaja dia mendengar kedua cucunya berdebat.


"apa yang kalian debatkan" tanya kakek


"gak ada kek, kami.. kami hanya sedang main kek" kata Bima yang tau kakeknya akan marah jika mengingat zahra.


"Rama rindu kak zahra kek,, kenapa kak zahra tidak dibawa kesini kek" Rama yang tak tau apa-apa bicara jujur pada kakeknya.


"jangan sebut kakak pada anak itu Rama" bentak kakeknya.


"tidak mau kek dia adalah kakakku, kakak yang selalu menyayangi dan menjagaku kek" histeris Rama lalu berlari.


"dengar Bima kau mengerti kan kenapa kakek membenci anak itu" kakek bertanya pada Bima.


Bima mengangguk sambil menunduk.


"jelaskan padanya Bima siapa zahra sesungguhnya"setelah mengatakan Itu bagas pun berlalu


ketika masuk ke kamar Bima menceritakan apa yang dia dengar dari kakeknya yang mengatakan bahwa ayah zahra telah membunuh adik nya dan menukar dengan anak nya yaitu zahra.


setelah kejadian itu kakek terus mendoktrin kedua cucunya untuk membenci zahra dan tidak diperbolehkan bicara atau pun bertemu zahra.


___


jangan lupa like and komen yaa, thanks you

__ADS_1


__ADS_2