
Bima sedang kesal pada Rama, karena dia lah rencana mendekati Nabila azkia perempuan yang menarik perhatiannya sejak pertama bertemu. Bima dan Rama memang sama-sama pintar di dunia bisnis tapi Bima selalu nol besar dalam urusan wanita. ntah kenapa dia itu terlalu cuek soal wanita meski banyak yang menyukainya.baru kali ini Bima ingin dekat dengan wanita yang dikenalkan mamanya namun dikacaukan oleh Rama.
dengan kesal Bima berangkat menggantikan sang ayah. dengan kecerdasan yang dimilikinya. Bima dapat menyelesaikan urusannya dengan cepat, setelah 3 hari Bima pulang ke apartemen nya dan berencana menemui Azkia..
___
Azkia sedang bersiap untuk pergi makan malam. tadi sore Bima menelponnya dan mengajaknya makan di luar. tepat pukul Tujuh Bima sudah datang menjemputnya.
Azkia yang sudah siap pun segera menghampirinya.
"Hai.. apa kabar" Bima bertanya dengan canggung.
"Baik...kamu juga apa kabar" jawab Azkia
"Baik juga. ayo kita berangkat nanti keburu malam" kata Bima sambil membukakan pintu untuk Azkia.
"iya, ayo" jawab Azkia sambil naik ke mobil
selang beberapa menit mereka tiba di sebuah restoran mewah. lalu mereka pun turun dari mobil dan masuk.
"silahkan masuk. mau pesan untuk berapa orang" kata pelayan.
"untuk dua orang" jawab Bima
"silakan lewat sebelah sini tuan. nona"
"silahkan duduk" kata pelayan lagi.
mereka pun duduk berhadapan.
lalu mereka menyebutkan pesanan mereka masing-masing.
"kenapa kita kesini, aku pikir kita akan jalan-jalan biasa aja" kata Azkia memulai percakapan.
"pengen aja, anggap aja permintaan maaf waktu itu aku gak jadi datang pas mau berangkat gantiin papa waktu itu"bima coba membujuk.
" kan waktu itu udah minta maaf"Jawab Azkia yang tak mau membahas kembali kesalahan Bima dulu yang membuatnya kesal.
"pengen ketemu, dan mengenal kamu lebih jauh, cukup alasannya"jawab Bima.
Azkia yang mendengar alasan Bima.
bahagia sehingga menimbulkan rona merah di wajahnya.
Bima yang melihat muka Azkia pun merasa gemas.
tak lama pesanan mereka pun datang.
mereka pun langsung memakannya.
_____
__ADS_1
sedang di sebuah mall besar seorang wanita sedang kesulitan membawa begitu banyak Paperbag di tangannya..
ya dialah Zahra. Zahra di haruskan ikut untuk membawa semua barang untuk seserahan nanti malam.
didalam hati Zahra senang karena secara tidak langsung dia diikut sertakan dalam acara adiknya tersebut.
setelah lelah berbelanja mereka langsung pulang dan beristirahat.tapi tidak bagi zahra, Zahra harus membereskan semua belanjaan dan menyiapkan makan siang. karena kelelahan Zahra pun ketiduran setelah memasak.
byuurr....Kania menyiram Zahra dan menarik rambutnya, Zahra yang kaget langsung bangun dan mengikuti ibunya keluar.
"dasar anak pemalas disuruh gitu aja malah tidur, anak gak berguna kenapa ga mati aja. tidur terus mending kalau selamanya ga usah bangun-bangun lagi sana kerja beresin semuanya awas aja kalau ada yang gak bersih dan masih tersisa" karena kesal Kania mendorong Zahra dan meninggalkannya, tidak di pedulikan lagi Zahra yang terbentur pinggiran meja.
Zahra tertunduk merasakan pusing yang teramat di kepalanya, tapi Zahra mencoba bangkit karena tak mau mamanya kembali memarahi dan memukulnya.
"Aku harus kuat gak boleh lemah, luka ini sudah biasa,aku pasti bisa menahannya"
tak ada air mata yang mengalir lagi di pipi Zahra, karena menangis pun tiada guna.
akhirnya Zahra melakukan lagi pekerjaan nya.
____
malam itu semua telah siap dan rapih. pak Riza dan Rama sudah memakai jas,mereka telah gagah dan berwibawa, disusul ibu Kania yang memakai kebaya modern hasil perancang ternama.
"Ayo pah mah kita berangkat" kata Rama
"iya ayo" kata mama Kania
Rama berangkat sendiri dengan mobilnya serta seserahan.
kurang lebih 30 menit berjalan mereka pun sampai di kediaman Citra Lestari.
Rama dan kedua orang tuanya pun turun dan masuk, karena mereka telah disambut oleh Tuan Gerry dan Nyonya Lusiana.
"selamat malam tuan Riza dan keluarga, selamat datang,,mari masuk"
"selamat malam juga tuan Gerry dan nyonya Lusi, apa kabarnya"
"Baik sangat baik kalau tak baik tak akan menyambut tamu terhormat disini" gurau pak Gerry disambut kekehan semua orang
mereka pun masuk dan duduk di kursi.
"jeng,,Citra nya mana? " kata bu Kania pada bu lusi.
"oh ada jeng di atas sebentar saya panggil dulu" bu lusi pun beranjak dari tempat duduknya dan berlalu ke kamar Putrinya.
"tok... tok... tok nak keluarga Rama sudah datang turun yuk"
ceklek pintu kamar Citra terbuka disusul Citra yang keluar dari kamar dengan muka sebabnya yang di tutupi oleh make-up nya.
sang ibu hanya bisa memeluk putrinya tersebut dan menggandeng nya menuruni tangga.
__ADS_1
"Mumpung semua udah kumpul mari kita makan malam dulu" kata ibu lusi pada semua orang.
semua menuju ruang makan disana sudah terhidang beragam menu masakan.
semua makan dalam diam,, setelah makan mereka kembali ke ruang keluarga.
"maaf Pak Gerry sebelumnya,kalau saya beserta keluarga datang mendadak kesini, saya hanya menyampaikan keinginan anak saya Rama.hendaknya jikalau pak Gerry mengijinkan saya ingin melamar anak bapak citra untuk Rama anak saya"
semuanya diam termenung, pak Gerry merasa berat mengambil keputusan, menghela napas pak Gerry berucap.
"Terima kasih pak Riza telah bersedia melamar anak saya, tapi maaf sekali pak saya tidak bisa menerima niat baik bapak dan keluarga, memang citra mencintai Rama tapi saya tidak bisa membatalkan perjodohan yang telah lama terencana, sekali lagi maafkan saya dan keluarga" pak Gerry dengan berat hati menyampaikan apa yang mengganjal di hatinya.
Rama sontak melihat kepada citra, namun citra hanya diam dan menunduk. tak ada keberanian menatap keluarga Rama.
dengan menghela napas panjang. pak Riza pun menyerah dengan keputusan pak Gerry.
"ya sudah pak kalau begitu, kami izin pamit dulu" Rama dan keluarganya pun pulang kerumah.
___
sesampainya di rumah semua masuk ke kamar masing-masing kecuali Rama yang masuk ke kamar Zahra dengan amarah yang memuncak.
Zahra yang kaget dengan kedatangan Rama pun langsung bangun dari rebahan nya.
'"ada apa den, apa butuh sesuatu"
kata Zahra menanyakan maksud kedatangan Rama.
Plakkk... plakkk..duggh.. duggh.
Rama menampar dan memukul Zahra
Zahra yang baru bangun pun kini terjatuh lagi di atas kasur, Zahra tak menyangka adiknya itu bisa melukai dirinya.
"ada apa den, apa salah saya, kenapa aden memukuli saya seperti ini" tanya Zahra dengan lirih.
"kamu kan yang menyumpahi aku supaya lamaran ku di tolak, agar citra tak jadi milikku, kamu kemarin yang menyiapkan semuanya. kenapa kamu lakukan ini, apa kamu dendam padaku karena aku sering menyakitimu dan memukuli mu"Rama langsung menunjuk-nunjuk muka Zahra sambil memarahinya.
"uhuk.. uhuk.. Rama..seberapa menyakitkan pun kamu menyakiti kakak, seberapa sakit luka di tubuh kakak,, kakak gak akan pernah doain yang jelek buat Rama. kakak sayang sama Rama meski Rama tak pernah menganggap kakak ada" lirih Zahra dengan tangisnya.
Zahra menangis haru, terharu dari berpuluh tahun baru kali ini dia bisa berbicara biasa dengan sang adik, bisa memanggil namanya dan menyebut dirinya kakak.
Rama diam mematung, mendengar kata kakak lagi dari Zahra, dulu Rama selalu merindukan panggilan itu, panggilan yang menenangkan dari Zahra rama merasa terlindungi ketika mendengar nama kakak Zahra.
"Rama...berdoa saja, kalau memang citra jodoh Rama dia pasti kembali"nasihat Zahra lirih.
"gak usah sok nasehatin aku, kamu bukan siapa-siapa aku" kata Rama sambil menjatuhkan Zahra dan tak sengaja membentur meja.
karena rasa kesal Rama membiarkan Zahra begitu saja dengan darah yang terus keluar dari luka yang memang belum sembuh sepenuhnya.
*****
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah baca karya saya. Terima kasih juga yang sudah memberikan like dan komennya.
☺☺☺