
Bima memutuskan memberi tahu keluarganya bahwa zahra masih hidup, Bima tak tega selama ini melihat mama dan papanya yang terus berandai-andai dengan kehidupan zahra yang dulu dia pikir mustahil, tapi setelah dia melihat zahra kemarin dia pun memberi tahu mamanya kalau harapannya tak sia-sia..
"apa yang kamu katakan Bima,, kamu tahu kan apa yang terjadi pada mamamu waktu kakakmu meninggal,, kenapa sekarang kamu malah memberikan harapan palsu saat dia mulai membaik Bima" Riza menarik Bima menjauh dari istrinya dan memarahinya.
"yah yang Bima katakan itu benar,, kak zahra masih hidup,, dia adalah CEO perusahaan Q yah,, aku sudah bertemu dengan kakak bahkan menjadi rekan bisnis di negara N yah" kata Bima yakin.
melihat tidak ada kebohongan di matanya Riza melepaskan cengkraman nya pada Bima.
"kamu yakin kalau zahra masih hidup" tanya Riza yang masih belum percaya pada Bima.
"sangat yakin yah" jawab Bima langsung.
"baiklah jika kamu yakin, terus bagaimana caranya zahra selamat"cecar Riza.
" nanti kak zahra akan jelaskan sendiri, kemarin kita sama-sama ada meeting jadi cuma sebentar ketemunya"jelas Bima.
"tolong jelaskan pada mamah maksud ucapan kamu tadi" desak Kania pada Bima sambil terus terisak.
Bima pun menjelaskan semuanya, Kania pun menangis karena bahagia mendengar kabar zahra yang masih hidup.
"ayo kita temui zahra,mama ingin bertemu dan meminta maaf padanya" kata Kania yang sudah ingin bertemu zahra.
"gak bisa sekarang mah,, harus ada persiapan dulu kalau mau bertemu kak zahra, lagi pula kak zahra sekarang sedang tidak ada di kota N,,dia sedang melakukan perjalanan bisnis" kata Bima.
"kenapa kakak gak bilang dari awal kalau bertemu kak zahra" tanya Rama.
__ADS_1
"kak zahra gak mau semua tau kalau dia masih hidup" jawab Bima sambil tertunduk.
_____
aqila termenung di balkon kamarnya pertemuannya dengan Bima menimbulkan rindu pada keluarganya, sekarang Aqila menghadapi dilema antara pulang kerumah atau menetap di tempatnya kini.
"haruskah aku kembali? benarkah semuanya sudah berubah? " kata hati Aqila.
Aqila sudah sampai di kantornya dan sebentar lagi akan memimpin meeting dengan para pemegang saham perusahaannya.
"permisi Bu meeting akan segera di mulai" kata Nadia memberi tahu aqila.
" ya sebentar lagi saya ke sana" kata Aqila yang tak mengalihkan pandangannya ke arah luar gedung.
saat keluar aqila menabrak seseorang.
"tak apa-apa, kenapa buru-buru sekali" tanya Brian.
mendengar suara orang yang di kenalnya Aqila pun mendongak,
"Brian maaf ya aku tak melihat mu tadi" aqila berkata sambil tersenyum.
"sudah ku katakan tak apa kenapa terus meminta maaf,ya bagaimana mau kelihatan orang mandangin berkas melulu" jawab Brian sambil terkekeh.
"maaf Brian kau mau ke mana" tanya Aqila sambil balas tersenyum.
__ADS_1
"tadinya aku mau menemuimu, mau membahas kerjasama perusahaan kita, tapi sepertinya kau sibuk" kata Brian.
"iya aku mau meeting dulu sekarang,, maaf brian bisakah membahas kerjasamanya nanti saja, itu juga jika kau tak sibuk" kata Aqila yang merasa tak enak hati pada Brian yang sudah jauh-jauh datang.
"oke gak masalah" kata Brian.
"beneran,, maaf yah sekali lagi,, lain kali aku traktir deh kalau kita senggang, boleh kah" kata Aqila.
"beneran nih mau mentraktir saya" tanya Brian memastikan.
"beneran, tapi Kapan-kapan yaaa" aqila memberikan kepastian.
"ya sudah saya tunggu traktirannya kapanpun itu" ungkap Brian yang menunjukkan Kebahagiaannya.
_____
"Bima, kapan kakakmu menemui kita,, kenapa lama sekali, apa jangan-jangan zahra tidak mau maafin Mama yaa" kata kania sendu.
"mah jangan ngomong gitu,, kak zahra tidak pernah membenci kita,, kalau kak zahra benci sama kita sudah dari dulu dia pergi" Bima mencoba menenangkan.
"kalau mamah mau bertemu zahra kita akan menyusul ke tempat zahra nanti setelah mamah sehat, negara N kan lumayan jauh"janji Riza yang tak tega pada istrinya yang terus terlihat murung.
____
Terima kasih atas kesediaanya membaca karya saya,, mohon maaf kalau ada salah kata.
__ADS_1
tolong like dan komen kalau suka.