
Zahra sudah memindahkan semua pengendalian perusahaan ke negaranya.
zahra akan tinggal bersama orang tuanya.
zain mengatur semua perpindahannya,dan mengabari melisa dan keluarganya zahra akan kembali, di rumah Riza juga kania sibuk menata kamar untuk zahra.
di panti semua keluarga juga melisa dan zain datang untuk menyambut Zahra,, mereka berkumpul dengan suka cita.
tak berapa lama mobil yang ditumpangi Zahra tiba.
"Assalamu'alaikum semuanya,,Alhamdulillah kalian mau merepotkan diri untuk berkumpul di sini, Terima kasih ya semuanya" kata Zahra sambil mencium punggung tangan semua orang tua yang ada dan memeluk semua anak Panti.
"selamat datang kembali di keluarga mahardika,, selamat datang nak,, selamat datang kak,, akhirnya bersedia pulang juga" sapa semua orang bahagia.
"Terima kasih semuanya,, buat papa, mama bunda om,, Ibu, pokoknya semuanya,, zahra tak bisa bilang apa-apa lagi" Zahra berucap dengan lelehan airmata karna rasa syukur dan haru.
"hei jangan terus berterima kasih dan menangis,, aku udah lapar banget" Citra memecah rasa haru tersebut jadi canda tawa semua keluarga.
"dasar bumil,, bawaannya laper melulu" kata Rama sambil mengikuti istrinya itu.
"hei ini hal wajar tahu" jawab citra yang membuat semuanya geleng kepala.
akhirnya semua menuju ke tempat makan mereka makan dengan bahagia.
__ADS_1
"Bunda kapan datang" tanya Zahra pada melisa.
"kemarin saat zain memberi tahu bunda langsung kemari" jawab melisa.
"kenapa sendirian" Zahra kembali bertanya.
"Aira sakit sayang, mangkanya gak di ajak" jawab melisa.
"kenapa di tinggalin,, kan kasihan habis ini langsung pulang Aira sakit bukanya di tungguin malah di tinggalin"omel Zahra.
" hei Nak kamu terlalu cerewet dan berlebihan,bagaimana jika nanti kau jadi ibu mungkin anakmu tidak akan betah hahaha"jawab melisa meledek zahra.
"Bundaa apaan sih aku itu cuma kasihan sama Humaira" jawab zahra.
Zahra menyapa semuanya dan berbaur dengan anak-anak Panti, malam menjelang semuanya pulang, sedangkan melisa menginap karena rumah Zahra dekat ke Bandara.
****
Di rumah Bram sedang terjadi kekacauan karena Brian yang terus memarahi semua pekerja di rumahnya tanpa tahu kesalahan mereka.
"Brian kamu ini kenapa sih marah-marah terus dari tadi gak cape apa" tanya maya ibunya Brian.
"gak apa-apa kok Bu" jawab lesu Brian.
__ADS_1
"dengar Brian ibu tahu sipat kamu,kamu gak mungkin marah gak jelas kayak gini"maya terus mendesak Brian agar bicara padanya.
"Bu Aqila sudah pindah ke negara asalnya dia pergi tanpa memberi tahu Brian Bu" jawab Brian jujur membuat Bu maya terkekeh.
"Brian.. Brian Ibu kira kenapa, gak taunya galau kalau istilah mudanya" jawab Bu maya terkekeh kembali.
"Ibu kenapa malah ngetawain sih" Brian kesal dan langsung ingin pergi tapi di tahan oleh ibunya.
"kamu ini ngambek mulu kayak istri belum di kasih uang belanja aja,,gini deh kamu udah bilang belum kalau kamu suka sama dia" tanya Bu maya serius.
"gimana mau bilang,dia ketemu aku aja ngehindar mulu kayaknya sih waktu dia makan di sini terus Ibu sama ayah becanda soal mantu itu" penjelasan Brian membuat Bu maya tercengang.
"jadi selama ini kamu deketin dia dengan cara datang ke kantornya itu gak berhasil" tanya Bu maya yang di beri gelengan kepala Brian.
"enggak Bu dianya gak ada mulu katanya sih sibuk tapi pas aku tanya pada karyawannya dia itu lagi pulang ke negaranya" jawab Brian sambil menundukkan kepalanya.
"oalah kok bisa ada yang nolak kamu" maya malah mencandai anaknya itu.
"ya sudah kamu kejar lah,kalau jodoh insyaallah gak akan kemana dan selalu menemukan jalannya"nasihat ibu maya sambil berlalu.
" benar juga aku kan belum usaha bagaimana mau hasil,, aku nyatakan dulu diterima sukur gak di Terima ya terus usaha"Brian bersemangat kembali.
***
__ADS_1
Terima kasih yaa dah baca like dan komen.