Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
03


__ADS_3

masih flasback yaaaa:


Pagi di Rumah keluarga Mahardika sudah ramai oleh orang-orang yang entah datang dari mana.


mereka berkumpul memasak beragam menu dengan sangat banyak hari itu.


Zahra yang baru turun dari kamarnya menatap bingung pada semua orang yang ada.


Zahra pun mencari bu Lani selaku kepala pembantu di rumah Mahardika.


"bu Lani maaf Zahra mau tanya. ini ada apa ya. ko ramai sekali" tanya Zahra bada bu Lani dengan kebingungannya.


Bu Lani yang di tanya begitu mengerutkan kening tanda heran.


" emang Non Zahra gak tau kalau hari ini keluarga Non mau pulang" Jawab bu Lani ramah.


Zahra pun hanya menggeleng,tapi raut bahagia langsung terpancar di wajah cantiknya.


memang tidak ada yang tahu bahwa Zahra tak pernah bertukar kabar dengan keluarganya semenjak dia keluar SMP. dia hanya bertukar kabar satu tahun dengan keluarga nya di sana. karena keluarganya sudah mulai berubah sikapnya pada Zahra.mereka membenci Zahra hingga pulang pun Zahra tak diberi tahu.


Zahra yang sudah tahu keluarganya akan tiba menjadi bahagia.karena pikir Zahra dia akan bertemu dengan semua keluarga yang di rindukan dan sayangi itu.


dia pun dengan semangat membantu menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut mereka.


menjelang malam Zahra dan semuanya sudah selesai.


Zahra pun bergegas membersihkan diri. dan berniat menyambut keluarganya.


"akhirnya setelah sekian lama aku akan berjumpa dengan mereka. rasanya tak sabar menanti malam"kata zahra di dalam kamarnya.


makan malam pun tiba. zahra begitu semangat menata hidangan di meja. semua dia lakukan dengan suka cita.


tin... tin... tin terdengar suara klakson mobil di susul terbukanya pintu gerbang yang terbuka.


zahra sudah bersiap menyambut keluarganya itu. dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.


zahra sudah di depan pintu.


bersiap untuk memeluk satu persatu keluarga yang lama meninggalkan nya itu. rasa haru menyelimuti hatinya sebab akan bertemu dengan keluarga yang di rindukan untuk pertama kalinya.


pintu utama pun dibuka. zahra sudah merentangkan tangannya. tapi sayang semua orang melewatinya seolah Zahra adalah makhluk tak kasat mata.. semua mengabaikan dan meninggalkan nya.

__ADS_1


tapi Zahra tak putus asa. mungkin sang keluarga lelah dan ingin segera istirahat..


Zahra pun mengikuti semuanya, mereka langsung duduk di meja makan.


Zahra pun segera menghampiri mereka.dan duduk berdekatan dengan Rama. karena dulu juga seperti itu posisinya..


tapi bentakan mama mengagetkan Zahra dan pelayanannya..


" jangan duduk di situ kamu. dasar wanita tak berguna.menjauhlah sana jangan anggap kami keluargamu lagi"kata sang mama pada Zahra dengan tatapan tajamnya.


Zahra yang kaget pun masih mematung tak bisa bicara apa-apa. dia tak percaya mamanya mengatakan itu semua.


di tatapnya semua orang yang ada di meja makan itu satu persatu. berharap ada yang membelanya tapi tak ada. semuanya diam dan kompak menatapnya dengan pandangan benci.


zahra pun beringsut turun dari kursi dan berlari ke kamarnya.


tapi sebelum sampai kamar sang mama memanggilnya.


"mau kemana kamu.? kemari layani kami semua. sekarang kamu sama saja dengan mereka" kata sang mama sambil menunjuk para pembantu yang berada di situ.


"iya.. mah" dengan pasrah Zahra menurutinya


"dengar mulai sekarang jangan panggil mama dan papa tapi Nyonya dan tuan serta Aden untuk anak saya. kamu dengar" kata sang mama.


Dari sanalah awal mula perlakuan buruk terus Zahra Terima dari keluarganya.


flaseback off


____


sementara di kota lain. Pak Riza mahardika bersiap untuk langsung pulang setelah menerima telpon dari sang istri tadi malam. pak Riza yang sudah marah dan kesal sudah menelpon sang putra Bima untuk menggantikannya.


"apakah sudah siap semuanya Zain" tanya pak Riza pada asistennya.


"sudah semua pak" jawab Zain sang asisten.


"Apakah Bima sudah datang"


"sudah pak. pak Bima sudah berangkat memimpin Rapat, karena Rapat hari ini tak bisa di tunda. jadi pak Bima memutuskan langsung ke tempat Rapat pak. "


"ya sudah ayo kita juga berangkat"

__ADS_1


pak Riza pun berdiri dari duduknya. dan langsung keluar kamar hotel tersebut untuk menuju Bandara.


setelah 3 jam perjalanan pak Riza pun sudah sampai di kediamannya.


Bu Kania yang tak tahu bahwa sang suami akan datang siang ini pun kaget.


"papa... papa kok gak bilang kalau mau langsung pulang.. tau gitu mama suruh Rama jemput tadi" kata bu Kania


"papa sama zain tadi mah pulangnya"


bu Kania hanya mengangguk saja sambil mengikuti suaminya ke kamar.


"papa istirahat aja dulu. mama mau telpon Rama suruh cepat pulang dari kantornya"


"iya mah. papa mau bersih-bersih dulu"


"ya udah mama ambilin teh anget dulu untuk papa" setelah mendapat anggukan sang suami. Bu Kania pun segera keluar dan memanggil Zahra untuk membuatkan teh.


"Zahra... buatkan teh hangat"perintah mama pada Zahra yang sedang menyiapkan makan siang.


"iya nyonya" Zahra pun segera membuatkan teh yang di suruh mamanya.


___


"siang pah. kenapa ga bilang kalau papa mau langsung pulang" kata Rama yang baru tiba dari kantor.


"sudah ada zain yang temenin papa" Jawab sang papa yang sudah menahan kesal pada Rama.


Kania pun segera menyuruh Rama duduk. karna sudah menyadari tatapan suaminya yang sedang menahan marah pada Rama.


"Ayo sekarang makan dulu ya" kata Kania


Zahra membersihkan meja makan setelah semuanya selesai makan. sedangkan Rama dan kedua orang tuanya berjalan ke ruang keluarga.


"Apa maksud kamu ingin melamar Citra" kata sang papa langsung.


"Maaf pah,papa tau kan aku sama Citra udah pacaran 2 tahun tapi ternyata citra sudah di jodohkan oleh ayahnya Rama ga mau kalau citra nikah sama orang lain pah Rama mohon tolong papa lamar citra buat Rama"harap Rama pada sang papa.


"Baiklah besok malam kita akan kesana. besok kamu temenin mama belanja buat hantaran" putus sang papa karena tak tega melihat Rama putus asa.


"siap pah" jawab Rama dengan semangat.

__ADS_1


____


jangan lupa like and komennya yaaa😆😆😆


__ADS_2