
"APA, ini tidak mungkin, TIDAKKK" Kania berteriak dan menangis saling berpelukan dan menguatkan, kilasan semua kejadian di masalalu tentang zahra membuat ngilu hati mereka, rasa sesal yang tak berguna mereka rasa,apa artinya.
"Bu Lina, tolong kemari" panggil Kania pada kepala pelayan di rumah itu.
"saya nyonya..tuan, ada apa" tanya bu Lani
"Tolong bawa kami ke makam Rika" pinta Kania.
"Rika siapa nyonya" kata Lani yang belum tau apa yang terjadi.
"zahra maksud istri saya" koreksi Riza karena Kania sudah kembali menangis.
"oh... baik tuan, nyonya. kapan kita kesananya" tanya Lani semangat karna akan berziarah lagi ke makam zahra,seandainya dekat Lani ingin sekali setiap hari mengunjungi makam zahra.
"sore saja kita ke sana, sekalian ajak Bima dan Rama"putus Riza.
"baik tuan nyonya, kalau begitu saya teruskan pekerjaan saya dulu" pamit Lani.
"iya, silahkan"
____
Di kantornya Bima dan Rama kaget menerima telpon papanya yang menyuruh mereka pulang sore, mereka jadi bertanya-tanya ada apa dan kenapa
"Ram, lo di suruh pulang sore ga sama papa" tanya Bima yang nyelonong masuk ke ruangan Rama.
"iya, tadi gue juga di telpon sama papa" jelas Rama.
"apa terjadi sesuatu ya, kenapa kita di suruh pulang cepat" Bima bermonolog.
"kalau aja gak ada meeting udah pulang gue sekarang juga" Rama ikut menimpali Bima.
"ya udah, gue keluar dulu mau beresin kerjaan gue, lo juga meeting yang bener supaya cepat selesainya" Bima lalu bangun dari kursi setelah mendapat acungan jempol dari sang adik.
_____
Setelah tiba ke duanya langsung masuk, ternyata mereka telah di tunggu oleh semuanya.
"Ada apa sih mah, pah nyuruh segera pulang" kata Bima.
"emang kalian mau kemana pah, mah" tanya Rama.
"kita ingin ke makam kakak kalian" kata Kania menimpali pertanyaan anaknya.
Rama dan Bima bengong untuk sesaat mendengar penuturan sang mama.
"kalian serius mau kesana, mau ngapain" tanya Rama.
"kami serius mau kesana tadinya kita mau ajak bu lani aja tadi" jelas Riza.
"ayo lah kalau mau kesana" semoga tidak mengacau di sana batin Rama.
Mereka telah sampai di makam zahra, mama langsung ambruk memeluk gundukan tanah Merah tersebut, dia menangis dan terus meminta maaf.
papa Riza juga mengeluarkan air matanya, terlihat sekali penyesalannya.
__ADS_1
papa Riza memeluk mama dan mendudukkan nya.
bu lani, Bima dan Rama kaget melihat semuanya.
bu lani jongkok dan memulai do'a, semuanya mengikuti.
setelah selesai berdoa, mama memeluk lagi makam zahra dan mencium nisannya.
"pah,ah kalian kenapa" tanya Bima yang bingung kenapa mamanya melakukan itu semua.
"Nanti papa jelasin dii rumah aja"potong Riza.
" sekarang bujuk mama untuk pulang, udah mau maghrib "kata papa pada anaknya.
" mah pulang yuk,, mari kita doakan kak zahra di rumah aja"Bima mulai membujuk.
"ma..mari kita adakan tahlilan buat kak zahra" cetus Rama dengan gugup.
"iya mama setuju, mari pulang dan siapkan acaranya.
Kania bangun dari duduknya di bantu Riza.
Rama menelpon seseorang untuk mengatur acara tahlilan dikediaman utama.
sedangkan Bima sedang pokus menyetir mobil.
_______
acara berlangsung hidmat di kediaman Mahardika.
bahkan ada satu rombongan anak-anak panti yang datang khusus untuk mendoakan zahra di kuburnya. mereka kehilangan sosok guru yang baik dan selalu mengajari hal baik bagi mereka.
semua memanjatkan doa,muka mereka menyimpan luka dan kesedihan atas meninggalnya zahra, tapi tak ada seorangpun yang meneteskan airmata.
Melihat semua kasih sayang tulus yang mereka tunjukkan untuk zahra, semua keluarga tertunduk sesal oleh perlakuan mereka pada zahra.
mereka tak pernah perduli dengan ketulusan hati zahra.
" Maafkan mama za, mama menyesal" batin mama Kania.
"seandainya papa tak memperdulikan sakit hati karena berpikir kamu di tukar,, seandainya papa menerima kamu, dan menganggap mu keluarga seutuhnya, maafkan Papa ARA, Papa menyesal" hati Riza pun berkata.
"maaf in kekasaran gw kak, gw tak pernah benar-benar peduli sama lo, dan menganggap lo sodara gw" sesal Bima.
"kak, adek mohon maaf kakak pasti terluka sama perlakuan dan kata-kata kasar adek"batin Rama.
______
Flaseback:
"Maaf nyonya ada paket untuk nyonya" kata salah satu pembantu di rumah mahardika.
"Dari siapa ya" tanya Kania.
"ndak tau nyonya, permisi"
__ADS_1
Kania lalu membuka paketnya, ketika melihat foto zahra Kania akan membuang paket itu, tapi foto keluarga nya keluar dari paket.
Kania penasaran dan melihat semua foto.
"runi,tolong ambilkan laptop di kamar saya" perintahnya pada pembantu.
runi datang dan segera menyerahkan laptop, lalu berlalu lagi.
Kania menyalahkan laptop dan memasukan flashdisk yang berada di paket.
_____
Marwan marah Karna anaknya meninggal, dia berniat membuat anak Riza juga mati. tapi niat itu di ketahui oleh humaira.
ketika Marwan menengok anak Riza dan Kania yang sedang di gendong.
tak lama Marwan pergi dan menunggu di depan kamar bayi sambil memastikan anak Riza.
setelah di pastikan dia pun kembali ke kamar humaira.
"Aira ayo kita urus pemakamannya, soalnya setelah ini abang ada pekerjaan"kata Marwan pada humaira.
" abang, Aira sudah memanggil adik Aira untuk mengurus jenazah dan menjaga Aira, lihat jenazahnya juga sudah di bawa dan mau di makamkan, sebentar lagi juga adik Aira datang, kalau abang mau pergi, pergilah "
Marwan pun segera berlalu dan masuk ke kamar bayi Riza, dia membekap si bayi lalu memastikan nafasnya hilang. setelah itu dia berlalu ke kantor.
tapi tanpa Marwan sadari bayi itu bukan bayi Riza melainkan bayinya yang sudah meninggal.
Melisa adiknya Aira telah menukar bayinya ketika Marwan menemui Aira.
begitu Melisa mau menukar lagi bayinya, perawat sudah berteriak histeris.
Melisa yang panik membawa bayi itu ke kamar Aira.
"kak bagaimana ini ketika aku mau menukar bayi ini mereka datang semua"
"ya sudah sekarang bawa kakak ke rumah mu dulu untuk pemulihan, bayi nya juga bawa saja, nanti kakak kembalikan jika sudah mendingan"
akhirnya melisa membawa Aira kerumahnya.
semenjak pulang Marwan belum menengok nya, dia hanya menelpon jika ada waktu.
hari itu Marwan datang,, melisa pun menyembunyikan bayi tersebut ke kamarnya.
"Apa kabar dek, maaf ya abang baru bisa nengok kamu, abang sibuk dek" jelas Marwan.
"iya bang gak papa, yang penting abang sehat" kata Aira.
"dek maafkan abang kalau setelah ini abang mungkin tidak bisa menjengukmu lagi, jangan cari abang kalo abang gak ada yaa,, adek hidup yang baik, jaga kesehatan jaga diri adek juga, maafin abang"pesan Marwan.
setelah hari itu Marwan tak mengunjungi Aira lagi, tapi masih sering menelpon.
" mel, kenapa ya abang udah beberapa hari ini tak pernah lagi nelpon mba, apa terjadi sesuatu "tanya Aira.
" ya udah nanti meli cari tau, mba tenang aja"melisa menenangkan kakaknya.
__ADS_1
maaf baru up lagi,, duta lagi menyita waktu author 😊😊😊