Hilang Tak Terganti

Hilang Tak Terganti
06


__ADS_3

"Aku pulang dulu yaa, kapan-kapan bertemu lagi, salam buat mama papa ya" kata Bima pada Azkia setelah turun dari mobilnya.


"Iya, nanti aku sampein,, ga masuk dulu" tawar Azkia pada Bima.


"Gak lah udah malam"


"ya udah hati-hati ya" pesan Azkia.


"Iya, ya udah masuk sana"


Azkia pun masuk disusul mobil Bima pun pergi.


sesampainya di rumah Bima mencari orang tuanya.


"malam mah pah,,, gimana lamarannya lancar" kata Bima sambil mendudukkan diri dikursi dekat sangat mama.


"kamu kok sudah pulang, memang pekerjaanmu sudah beres" tanya pak Riza pada Bima.


"sudah pah beres,, jadi gimana lamarannya kapan nikahnya"


"di tolak Bim,, soalnya citra sudah lama dijodohkan oleh papanya" kata mama


"terus sekarang Rama di mana" tanya Bima.


"gak tau semenjak lamarannya di tolak belum pulang ke rumah, paling di apartemen"


"kalau gitu Bima langsung susul Rama ya mah, pah. kasian lagi patah hati" izin Bima sambil tersenyum.


Ram, semoga loe gak ngelakuin hal nekat, ntah kenapa hati gue sakit banget dari kemarin.. kata hati Bima.


Sesampainya di apartemen Bima langsung memasukan kode lalu tak lama pintu pun terbuka.


Setelah masuk Bima mencari Rama,,,


"Ram loe dimana,, Rama" panggil Bima, yang melihat apartemen adiknya berantakan.


Bima masuk ke kamar dan terkaget melihat tatapan kosong dan mata yang bengkak sangat adik.


"Rama loe kenapa, Ram apa karena Citra lo kayak gini" tebak Bima yang melihat keadaan Rama.


"Dia udah mati kak, dia mati" gumam Rama terus menerus.


Bima yang khawatir pun segera menelpon kedua orang tuanya serta dokter.


"hallo mah, mamah sama papah ke apartemen Rama yah sekarang, keadaan Rama kacau mah"


"ya kami kesana sekarang"


tak lama dokter dan orang tuanya datang.

__ADS_1


"Bima apa yang terjadi pada Rama" tanya mama khawatir melihat Rama dan apartemennya yang berantakan.


"gak tau Bima kesini udah kayak gini keadaannya" jelas Bima.


"Gimana keadaan Rama dokter" tanya semuanya panik.


"Rama hanya kelelahan, setelah sadar tolong beri makan saja, dia juga tertekan, ini Obatnya dan biarkan dia istirahat"


"apa ini karena Citra yaa" tanya sang mama.


"gak tau mah, tapi tadi sebelum pingsan Rama cuma bilang, Dia udah mati terus kata itu yang di ulang" jelas Rama.


"kok bisa begitu yaa, Bima kamu sekarang panggil cleaning service buat beresin apartemen ini, terus kita bawa Rama pulang"


kata papa.


Bima pun hanya mengangguk..


____


setelah sampai di rumah, mereka membawa Rama kekamarnya.


"zahra,, Zahra,, segera buatkan bubur untuk Rama" panggil mama Kania yang belum mengetahui Zahra tiada..


Bu Lani pun segera menyuruh koki untuk masak bubur, setelah matang bu Lani pun mengantarkan langsung ke kamar Rama.


"maaf nyonya ini buburnya" bu Lani menaruh buburnya di meja.


"maaf nyonya sudah 2 hari ini Zahra tidak pulang"kata bu Lani.


" apa 2 hari dan saya tidak tahu, apakah kamu sudah mencarinya dengan benar,, bisa kemana dia pergi,,, apakah baju-baju nya masih ada "


"masih nyonya, kata pak satpam kemarin Zahra dibawa sama den Rama ke mobil sambil pingsan nyonya" jelas bu Lani


ditengah perdebatan itu Rama sadar dan menjerit memanggil Zahra.


"AAAAH, KAK ZAHRA JANGAN PERGI,, KAKAK"jerit Rama disertai lelehan air mata.


Rama mengedarkan pandangan kesemua orang lalu berteriak lagi.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA KAKAK KU SELAMA INI, KALIAN SALAH MEMPERLAKUKANNYA,, KAKAK...rq1RAMA MENYESAL RAMA MINTA MAAF"


Bu Kania langsung memeluk Rama dan menenangkan nya, tapi Rama menolak dan terus berontak.


semua yang melihat adegan itu pun merasa heran, dan bertanya dalam hati apa yang sebenarnya terjadi.


Rama akhirnya melemah, sang mama pun mulai mengajak Rama bicara pelan-pelan.


"sekarang Rama makan dulu ya, terus ceritakan apa yang terjadi, apa ini karena citra" Kania masih mencoba berbicara pada Rama.

__ADS_1


"engga mah,,Rama gak mau makan, Rama mau kak Zahra"


"kamu ini kenapa sih, dari tadi Zahra,, Zahra terus dia gak ada, kan kamu yang bawa dia pergi" Kania yang kesal karena Rama selalu mencari Zahra pun membentak Rama.


Rama menatap semua orang dengan pandangan yang sulit di artikan.


"kak Bima tolong ambil laptopku,, aku ingin semua orang disini melihat semua rekaman CCTV yang aku bawa"


Bima yang di mintai tolong pun segera mengambil laptop tersebut dan menyalakannya. semua bingung rekaman apa yang akan di perlihatkan Rama pada mereka sehingga semua harus melihatnya.


adegan demi adegan terus berputar dan membuat mereka kaget saat Zahra naik ke atap dan mengucapkan sesuatu ke arah cctv.


"maafkan aku, semoga kalian bahagia"


begitulah pesan Zahra sebelum melompat dari gedung itu tanpa keraguan.


semuanya diam,hingga suara seseorang yang jatuh menyadarkan mereka.


bu Lani jatuh terduduk tak kuat menahan tangis dan terkejut atas semua yang menimpa Zahra.


Zahra yang selalu membantu semua pekerjaan, Zahra yang baik, Zahra yang ceria meski banyak yang menyakitinya, semua berlalu meski tak bisa melindungi disaat Zahra sedang di sakiti, bu lani selalu ada untuk Zahra karna hanya bu Lani lah yang peduli dan menyayanginya.


cucuran air mata di mata bu Lani berhenti. terganti dengan lap an tangan tuanya, dia beralih menatap Rama yang juga sedang sesenggukan.


"Den, maaf kalau bu Lani lancang,, apa sebenarnya yang terjadi den"


dengan isak yang tak berhenti Rama menceritakan semuanya sampai Zahra jatuh,


"sekarang bagaimana keadaan Zahra den"


"dia pasti baik-baik saja, dia kan anak yang kuat, saya sih berdoa semoga dia tiada, agar tak ada lagi benalu di keluarga ini" kata tuan Riza.


"iya, dia tiada pun kita tak peduli" timpal Kania.


"ntah terbuat dari apa hati kalian, saya menyesal mendengarkan cerita kalian yang tidak pernah saya tau kebenarannya, sehingga saya membenci dan tak menganggap kakak saya yang benar-benar menyayangi dan selalu menjaga saya"


tangis Rama dan bu Lani makin menjadi.


"jika memang kematiannya di inginkan oleh kalian, selamat keinginan itu telah terkabul,,


kak Zahra sudah meninggal dan sudah di makamkan oleh pihak rumah sakit.,,, karena sebelum meninggal dia berpesan untuk segera di kuburkan jika sudah tak bernyawa karena dia tak punya keluarga."


"puas dengan kenyataan ini, lega kan kalian semua"


"Den bu Lani ingin tau di mana makamnya, apakah boleh"


"iya bu, nanti saya kasih tau alamatnya, tapi kalau mau ke sana besok aja sama saya"


"iya den, kalau gitu ibu pamit dulu,,mau menyampaikan berita duka ini"

__ADS_1


Rama hanya mengangguk saja lalu berbaring memunggungi keluarganya.


__ADS_2