Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 14


__ADS_3

lima hari setelah pertarungan yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa, miu dan noku sering bertengkar karena memperebutkan Ray.


"miu biar aku yang menyiapkan sarapan untuk tuan Ray" ucap noku dengan senyum terpaksa


"lebih baik aku yang menyiapkan nya, aku tidak ingin makanan Ray bau cacing" ucap miu sambil menyindir


"aku saja, kau harus pulih terlebih dahulu" ucap noku


"noku biarkan miu yang memasak, aku ingin makan masakan miu, lagipula miu sudah pulih secara total" ucap Ray


"yay... terimakasih Ray" ucap miu


lalu mereka semua sarapan dan bersiap untuk bepergian.


(dua hari lalu)


"Ray apa kau akan menetap di desa ini" tanya Delft


"aku berencana akan menginap beberapa hari lagi, apa kau punya rekomendasi tempat yang menarik" tanya Ray


"kalau begitu kenapa tidak coba pergi ke ibukota sagia saja" ucap Delft


"Ray kau ingin pergi ke sagia kan" tanya lina yang mendengar percakapan mereka berdua


"l... lina kenapa kau ada di sini" tanya Ray


"kalau kau ingin ke sagia cobalah bawa seku denganmu, dia bilang dia sangat tertarik dengan peradaban manusia" ucap lina


"oh baiklah akan ku pertimbangkan" ucap Ray.


"Ray jaga dirimu baik baik, miu juga nanti datang lagi ya" lina memberi ucapan perpisahan


"kak rine kak penyihir nanti kita makan rendang lagi ya" ucap sura


"iya sura jangan nakal lagi ya jangan merepotkan orang lain juga" ucap lala


"iya kak" ucap sura


setelah itu mereka pergi menuju sagia dengan membawa seku.


"seku apa benar kau terobsesi dengan peradaban manusia" tanya Ray


"ya dari dulu aku selalu ingin pergi ke kota manusia" ucap seku


"wah... jarang sekali ada beastman yang tertarik dengan manusia" ucap noku


"Ray siapa dia" tanya seku


"dia noku, naga ouroboros yang kujadikan familiar" ucap Ray


"na... naga ouroboros, yang benar saja" ucap seku


"huf... aku naga ouroboros yang waktu itu mengamuk, oh ya maafkan aku karena membuat kerusuhan di desamu" ucap noku


"oh... ya... tidak apa" ucap seku.


lalu saat mereka sedang berjalan Ray merasa ada yang aneh


"Ray ada apa" tanya miu


"entahlah tapi kurasa ada yang aneh, tapi mungkin itu cuma perasaanku saja" ucap Ray


lalu mereka melanjutkan perjalanan nya.


Saat mereka sedang berjalan, mereka tiba di sebuah desa kecil,

__ADS_1


"Ray ada sebuah desa di tengah hutan, apa kita akan masuk ke sini" tanya seku


"tapi setau ku tidak ada desa di sepanjang jalan menuju ibu kota" ucap Delft


"ini sangat mencurigakan, desa ini dikeliligi oleh kabut, ini tampak seperti... " ucap lala


"Ray aku merasakan energi aneh di desa ini, tidak... lebih tepatnya di hutan ini" ucap cia


"apa maksudmu cia" tanya Ray


"tuan, bagaimana jika kita menyelidikinya dulu" ucap noku


"kurasa ada benarnya juga" ucap Ray.


saat mereka masuk ke desa ada seseorang yang memanggil,


"oyy... kalian petualang ya" tanya ???


"iya... maaf jika saya lancang tapi kenapa ada desa di hutan seperti ini" tanya zack


"oh kalo soal itu, desa ini baru dibangun sekitar 3 tahun lalu, saya kepala desa di sini nama saya gizard" ucap orang itu


"oh namaku Ray,ini lala,yang itu zack, dan yang ini miu" ucap Ray


"kalian pasti lelah kan, bagaimana kalau ikut dengan ku, di sekitar sini ada penginapan" ucap gizard


lalu mereka mengikuti gizard ke penginapan.


Saat sampai di penginapan Ray bertanya kepada gizard.


"paman gizard apa benar ini penginapannya, kelihatannya seperti... " tanya Ray


"maaf ya penginapan ini sedikit jelek tapi kuharap kalian bisa menikmatinya, oh ya panggil saja aku giza, kalau ada masalah panggil saja aku" ucap giza


"oh... ya" ucap Ray


"kalo mau makan harus masak sendiri, kalo gak ada bahan bisa beli di toko" ucap giza


"oh gitu ya" ucap zack


"Ray aku pergi dulu ya, cari saja aku jika ada masalah" ucap giza


"paman itu aneh, ya" ucap lala


"shhttt... lala jangan bicara sembarangan" ucap zack sambil memperingati lala


"ups... maaf"


"ya sudah, lebih baik kita menginap di sini, hari sudah mulai malam" ucap Ray


"oke tapi aku ingin makan rendang" ucap Miu


"iya... iya aku akan masak rendang untukmu" ucap Ray.


Keesokan harinya Ray memutuskan untuk melanjutkan perjalanan,


"oh dik Ray mau kemana pagi pagi gini" ucap giza


"paman giza terimakasih banyak atas perhatiannya, kami berencana untuk melanjutkan perjalanan ke ibukota" ucap Ray


"oh jadi gitu. aku minta maaf ya, sebenarnya aku membuat ilusi agar ada petualang yang masuk dan membantu kami" ucap giza


"memang ada masalah apa sampai kau berbuat itu semua" ucap lala


"sebenarnya desa ini terhubung dengan gerbang dunia lain, banyak warga yang terhisap masuk ke dalam nya" ucap giza

__ADS_1


"dunia lain seperti apa" tanya Miu


"dunia itu seperti dunia tanpa sihir, dan banyak monster yang seperti besi, monster itu banyak di tunggangi manusia" ucap giza


"tunggu, Miu mungkin ini akan menjadi jalan pintas untuk tujuan balas dendam ku" ucap Ray


"mungkin itu dunia yang disebut sebagai bumi" ucap Delft


"itu artinya aku bisa bertemu orang tuaku" ucap Miu


"apa sih yang kalian bicarakan" ucap lala


"tuan apa itu artinya kau bukan penduduk dunia ini" noku menyimpulkan


"ya... aku bukan penduduk asli dunia ini, tapi itu dulu" ucap Ray


"apa maksudmu Ray" tanya Miu


"kau pasti akan mengerti suatu saat nanti" ucap Ray,


"sekarang apa yang akan kita lakukan" tanya zack


"tentu saja mencari tau bagaimana cara masuk ke dunia itu" ucap Ray


"Ray kenapa tidak masuk saja ke alam roh" ucap cia


"oh... ya... "


Ray mengeluarkan demon scythe dan mengangkatnya


"wahai kegelapan yang melahap dunia, wahai langit malam yang dipenuhi bintang bintang, akulah sang pemegang demon scythe, sang cahaya bulan yang menggantikan matahari"


"it's over".


"cia apa yang akan kita lakukan sekarang" tanya Ray


"coba lihat cahaya itu" ucap cia,


lalu Ray melihat sebuah cahaya yang bersinar di belakang Miu,


"cia apa itu" tanya Ray


"itu gerbang pembatas, ingatlah posisi cahaya itu dan kembalilah ke tubuhmu, setelah itu langsung tebas di posisi cahaya tersebut dengan sabitmu" ucap cia


"oke... " ucap Ray.


saat Ray masuk ke dalam tubuhnya, ia mengangkat sabit nya ke arah Miu,


"Ray apa yang akan kau lakukan" tanya Miu dengan sedikit ketakutan


"Miu menyingkir lah dari sana" ucap Ray,


lalu Miu berlari ke belakang Ray, lalu Ray menebas cahaya itu dan membuka sebuah portal,


"Ray itu kan... " ucap Miu terkejut


"itu... " ucap Ray sambil terkejut


(di sisi lain)


"sepertinya hari ini aku memanen banyak untung" ucap alice


"oy... oy... apa yang kau lakukan disini, bukannya bos sudah bilang bunuh yang menjadi target kita saja tapi kenapa kau membunuh semuanya" ???


"memang siapa yang peduli pada hal itu" alice

__ADS_1


"huf... terserah kau saja" ???


>bersambung


__ADS_2