
keesokan hari setelah tragedi pembunuhan, Ray berniat berangkat ke sekolah.
"Ray sarapan mu sudah siap" ucap Mary
"iya, aku segera ke sana" ucap Ray dan bergegas ke meja makan
"ibu, dimana Miu" tanya Ray sembari kebingungan
"oh Miu, nanti juga datang" ucap Mary
"huamm... " suara Cia menguap
"ada apa Cia? " tanya Ray saat mendengar suara Cia
"tidak, aku hanya terbangun dari tidurku" jawab Cia
"oh gitu" ucap Ray
"Ray suara siapa itu" tanya Mary
"oh itu Cia, dia demon scythe yang waktu itu aku keluarkan, Cia keluarlah" ucap Ray
"iya, aku keluar" ucap Cia
lalu tubuh Ray mengeluarkan aura berwarna ungu, aura itu berkumpul dan membentuk seperti telur, Ray dan Mary sangat kebingungan dengan apa yang mereka lihat, lalu aura itu pecah dan menghembuskan angin kencang.
"Cia aku kira apa tadi, tapi kenapa kau keluar seperti itu? " tanya Ray kebingungan dengan apa yang ia lihat
"oh itu karena aku berevolusi" ucap Cia
"k... kamu bisa berevolusi? " ucap Ray
"iya, sebenarnya dulu aku itu sejenis dengan ouroboros, saat aku sedang menggunakan wujud manusiaku, jiwaku di hisap dan di segel menggunakan batu sihir dan itu membuatku terakhir bisa kembali ke wujud asli ku" penjelasan dari Cia
"oh jadi artinya kamu masih termasuk monster walau sudah di segel dan menjadi arwah" ucap Cia
"kalian ngomong apa sih? " tanya Mary sembari kebingungan
"t... tidak, maksudnya bukan apa-apa hehe... " ucap Ray,
"Ray kemarin kamu ngelawan dewa ya? " tanya Cia mengalihkan pembicaraan
"hm... apa maksudmu? " Ray bertanya balik pada Cia
"saat aku sedang berevolusi aku merasa ada pecahan energi sihir yang kuatnya setara dengan kekuatan milik para dewa" ucap Cia
"jadi, artinya di dunia ini ada yang bisa menggunakan sihir selain aku" ucap Ray menyimpulkan
"ya seperti itulah, tapi bukan hanya satu atau dua orang, mungkin masih banyak yang bisa menggunakan sihir" ucap Cia
"jadi ada kemungkinan di dunia ini ada banyak pengguna sihir" ucap Ray
"tuan, baju ku tiba-tiba hilang padahal sudah ku simpan di lemari" ucap Noku
"cari lagi sana" ucap Ray
"tapi aku sudah mencarinya kemana-mana" ucap Noku
"i... itu pasti ha... hantu" ucap Mary
"apa maksud ibu? " tanya Ray
"oh ya, ngomong-ngomong soal hantu, aku tadi melihat arwah yang sedang bersembunyi di bawah kasur ku" ucap Noku
"itu pasti pencurinya" ucap Mary menyimpulkan
"baiklah akan ku tangkap dia" ucap Noku lalu berlari ke kamar nya
"gampang banget perginya" ucap Ray heran
"R... Ray bagaimana menurutmu" ucap Miu dengan wajah yang memerah
"Yura eh Miu, kamu juga mau ke sekolah" ucap Ray
"Ray kau tidak sopan, setidaknya beritahu apa pendapatmu tentang pakaiannya, itulah cara menghormati perempuan" ucap Mary
"ma... maaf aku salah" ucap Ray menundukkan kepalanya
"ti... tidak apa-apa, tidak apa-apa" ucap Miu sedikit terkejut
"emh... Mi... Miu kau sangat cantik hari ini, aku sampai kehabisan kata-kata untuk memuji mu saat aku melihatmu" ucap Ray dengan sedikit malu
"oh terimakasih aku senang mendengarnya" ucap Miu tersenyum dengan wajah yang memerah
"kalian sudah dulu pacarannya ayo kita makan mumpung masih hangat nih" ucap Yuki
"tapi kita tunggu yang lain dulu" ucap Ray
"itu tidak perlu Ray, kami sudah bangun kok" ucap Seku
"iya aku makan" ucap Ray
lalu mereka sarapan bersama.
setelah mereka selesai sarapan, Ray dan Miu bersiap untuk berangkat ke sekolah
Ray dan Miu memakai sweater saat sampai di sekolah agar mereka tidak membuat keributan di sana, lalu mereka menuju ke ruang kepala sekolah, saat mereka masuk semua orang di sana terkejut saat melihat Ray dan Miu baik baik saja.
"siapa kalian, kenapa kalian mirip muridku yang sudah tewas" ucap kepala sekolah
"eh gini amat pilihan katanya" isi hati Ray
"pak kepala sekolah ini kami, kami masih hidup, kejadian saat itu kami bisa menjelaskannya" ucap Miu,
lalu pak kepala sekolah mendekati Ray dan Miu, saat pak kepala sekolah mendekati Ray ia seperti sedang ketakutan,
"ada apa pak? " tanya Ray
__ADS_1
"ja... Jangan-jangan, kau pewaris demon scythe" ucap pak kepsek
Ray dan Miu yang mendengar itu pun merasa kebingungan,
"a... apa maksudmu" ucap Miu dalam kepanikan
"mungkinkah kau juga berasal dari sana" ucap Ray
"Ray apa maksudmu" ucap Miu semakin bingung
"ya, kau benar Ray aku berasal dari dunia itu" ucap pak kepsek
"lalu bagaimana kau bisa mengetahui kalau aku adalah sang pengguna demon scythe" ucap Ray
"saat aku mendekatimu aku merasakan kegelapan yang sangat dalam, itu sebabnya aku bisa mengetahui nya" ucap pak kepsek
"kau bohong, tidak mungkin kau hanya merasakan itu" ucap Miu
"ya, kau benar Yura, aku bisa merasakan hawa keberadaan Cia, aku juga merasakan energi sihir yang jauh lebih kuat dari pada para dewa, aku juga merasakan energi dari dunia bawah" penjelasan pak kepsek
"oh soal energi dunia bawah, sebenarnya aku menjinakkan naga ouroboros" ucap Ray
"ti... tidak mungkin, kau menjinakkan naga itu" ucap pak kepsek dengan kebingungan
"ehemm... jadi apa yang kalian inginkan? " tanya pak kepsek
"emh... sebenarnya kami ingin sekolah disini lagi" ucap Ray
"dasar bodoh, kau tau kan orang-orang sudah mengetahui jasadmu" ucap pak kepsek
"aku tidak tahu, soalnya aku kan sudah mati hehe... " ucap Ray
"benar juga, yasudah lah nanti akan ku jelaskan pada semua guru di sini, kau santai saja aku akan berbohong sebisaku" ucap pak kepsek
"pak satu lagi, aku ingin satu kelas dengan Miu" ucap Ray
"Miu ya, panggilan yang bagus" ucap pak kepsek
"hmm... kenapa? " tanya Ray
"tidak, aku hanya merasa kau sangat beruntung" ucap pak kepsek
lalu mereka masuk ke kelas Ray,
"semuanya mohon perhatian, hari ini kalian kedatangan 2 murid baru" ucap bu guru
lalu semua murid merasa penasaran,
"kalian berdua silahkan masuk" ucap bu guru
"Ray ayo, kita tidak boleh membuat orang menunggu lama" ucap Miu menarik tangan Ray lalu masuk ke kelas,
saat mereka masuk, semua murid kebingungan karena mereka pikir Ray dan Miu sudah tidak ada, lalu bu guru menenangkan mereka dan mengizinkan Ray dan Miu memperkenalkan diri,
"semuanya perkenalkan namaku Ray senang bertemu dengan kalian" ucap Ray
"perkenalkan namaku Miura senang bertemu dengan kalian" ucap Miu
"Miu silahkan duduk di tempat kosong" ucap bu guru
"iya bu" ucap Miu lalu duduk di kursi kosong di samping Ray
"Ray bagaimana kau bisa hidup kembali, aku kira kau sudah~" ucap teman Ray
"Yuji, jangan ganggu dia" ucap bu guru menyangkal pertanyaan teman Ray
"iya... " ucap Yuji.
saat istirahat Ray bertanya pada Yuji,
"Yuji, kemana Alice? " tanya Ray
"oh Alice, dia tidak berangkat semenjak tragedi kereta itu" jawab Yuji
"sepertinya dia sedang bersembunyi di suatu tempat" isi hati Ray
"Ray kenapa kau melamun? " tanya Yuji
"ah tidak apa-apa, aku hanya sedikit melamun, hehe... " ucap Ray
"hahh... kau ini tidak berubah sama sekali" ucap Yuji
"Ray kau ikut tidak" ajakan Miu
"kemana? " tanya Ray
"ke kantin, cepat lah kalo lama aku tinggal" ucap Miu
"tunggu dulu, aku harus mengemas barang-barang ku dulu" ucap Ray memasukan buku ke dalam tasnya.
saat Ray, Miu, dan Yuji sedang makan siang di kantin Miu tiba-tiba merasa mual
"kau kenapa Miu? " tanya Ray
"tidak apa, aku hanya sedikit mual, aku akan ke kamar mandi sebentar" ucap Miu
"Miu apa perlu ku antar ke UKS" tanya Ray
"tidak usah aku baik-baik saja" ucap Miu
"Yura, sebaiknya kau jangan terlalu memaksakan diri" ucap Yuji
"tidak aku ti~" ucap Miu tiba-tiba pingsan
"Miu... " teriak Ray saat melihat Miu jatuh pingsan
lalu Ray menggendong Miu ke UKS dan membiarkan Miu beristirahat.
__ADS_1
saat jam pulang Ray mengemas barang nya dan membawa tas Miu lalu ke UKS untuk melihat keadaan Miu.
"Miu bagaimana keadaanmu" tanya Ray
"aku baik baik saja, kata dokter aku hanya perlu beristirahat" ucap Miu
"oh ya ini sudah jam pulang, kita harus segera pulang kalau tidak orang rumah pasti khawatir" ucap Ray
"iya, lagi pula aku ingin beristirahat di rumah" ucap Miu
"aku akan menggendong mu" ucap Ray
"terimakasih, aku sangat suka sikap baik mu" ucap Miu,
lalu Ray menggendong Miu di punggungnya dan membawa dua tas di tangannya lalu mereka pulang bersama.
saat mereka sampai, Ray dikagetkan oleh kedua orang tuanya yang tergeletak di lantai rumah, dan kejadian itu sama persis seperti yang terjadi di rumah Miu, lalu Ray menjatuhkan Miu,
"awh... Ray apa yang kau laku~, Ray... " ucap Miu lalu terdiam saat melihat mayat orang tua Ray yang tergeletak
"apa yang terjadi, kenapa... siapa yang melakukan ini" ucap Ray dalam keputusasaan
"Ray tenangkan dirimu" ucap Miu menenangkan Ray
"Noku, Seku, Delft, Lala, Zack dimana kalian" teriak Miu
"Miu sepertinya mereka telah di culik, aku melihat jejak energi sihir di sini" ucap Cia
"Cia kau pasti tahu sesuatu kan? , cepat beritahu aku" ucap Miu
"Miu, Ray tenangkan diri kalian dulu, sepertinya mereka dibawa ke alam para dewa" ucap Cia
"alam para dewa, untuk apa mereka dibawa kesana" ucap Miu kebingungan
"Cia... " ucap Ray
"y... ya, a... ada apa" ucap Cia dengan nada seperti sedang ketakutan
"kau bilang ada jejak sihir, bukan? " ucap Ray
"i... iya, di sini ada sedikit jejak sihir" ucap Cia
"apa kekuatannya setara dengan dewa? " tanya Ray
"i... iya"
lalu Ray tersenyum lebar dan berkata "hmhmhm... hahaha... haha... sepertinya mereka terlalu bosan hidup sampai sampai ingin menantang kematian" ucap Ray dengan tawa jahatnya,
"Ray, k... kau baik baik saja kan" ucap Miu
"Ray cepat lari, mereka akan datang untuk membunuh mu" ucap Alice yang tiba-tiba datang dengan pakaian yang kotor,
"Alice, ternyata kau disini" ucap Ray
"Ray tunggu dulu, ia bukan orang yang membunuhmu" ucap Cia
"ya kau benar, akulah dalang dibalik semua ini, akulah sang dewi kematian" ucap seseorang yang mirip dengan Alice
"j... jadi selama ini bukan Alice yang membunuhku" ucap Ray di dalam hatinya,
lalu Ray mengubah Cia menjadi aura kebencian dan menatap dengan tatapan kosong dan membaca mantra,
"Wahai kegelapan yang di penuhi kebencian, wahai kebencian yang tenggelam dalam kegelapan, balaskan lah dendam ku ini"
"DIE" ucap Cia
lalu sebuah bayangan gelap yang sangat besar muncul dan menyebut kata mati berulang ulang kali,
lalu Ray mengarahkan tangannya ke dewi kematian dan melesatkan sebuah bayangan dengan kecepatan melebihi cahaya. saat bayangan itu mengenai tubuh dewi kematian, seketika tubuh dewi itu menghilang secara perlahan hingga ia berteriak kesakitan,
"aaa... tolong... aku minta maaf... tolong biarkan aku hidup... tolonglah maafkan aku... aku akan menuruti semua perintahmu, tapi tolong biarkan aku hidup" ucap dewi itu
lalu Ray membiarkan dia hidup dan memasangkan kalung budak di lehernya,
"Ray kenapa kau membiarkannya hidup, dia sudah membunuh orang tua mu dan juga orang tua ku" ucap Miu
"kau pernah mengatakan bahwa kau ingin aku menyiksanya saat ia tertangkap, bukan? " ucap Ray
"Ray, apa yang kau pikirkan" ucap Miu
"Ray... kembalikan Ray ku yang dulu, siapa kau... kau bukan Ray yang ku kenal... " teriakan Miu pada Ray
"berisik... " ucap Ray dengan nada tinggi dan menyerang Miu dengan sihir bola api
lalu Miu terpental dan kehilangan kesadarannya namun Ray tidak menghiraukan itu,
"Yura... " teriak Alice dan berlari ke arah Miu
"Yura kamu tidak apa-apakan, Yura... bertahanlah, Yura sadarlah" ucap Alice
"dimana kau menyembunyikan teman temanku" tanya Ray dewi kematian
"hehh... percuma saja kau mencari mereka, saat kau sampai di sana kau sudah pasti akan mati" ucap dewi itu
"cepat katakan... " Ray menendang dewi itu
"mereka ada di alam para dewa, mereka akan dijadikan sesajen untuk ritual membangkitkan dewa kehancuran dan dewa waktu, ritual itu dilakukan saat gerhana matahari, dan itu akan terjadi tujuh hari lagi" jawab dewi itu
lalu Ray memasukannya ke dimensi ruang waktu sebagai penjara, lalu sikap Ray mendadak kembali seperti semula.
Ray melihat ke arah Miu lalu lari menghampirinya, tapi sayangnya Alice menyuruh Ray untuk menjauh,
"pergi... jangan dekati Yura, kau hanya akan menyakitinya... " ucap Alice,
Seketika Ray pun terdiam dan mengeluarkan air mata,
"ini salahku... ini salahku... ini salahku... " ucap Ray dalam keputusasaan.
__ADS_1
>bersambung