Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 26


__ADS_3

"selamat datang, manusia yang terpilih" ucap seorang wanita menyambut Ray dan Phyllis


"dia menyambut ya" tanya Phyllis


"mungkin" jawab Ray


"pemimpin, perkenalkan dia adalah raja iblis pemegang demon scythe" ucap Choris


"perkenalkan namaku Ray" Ray memperkenalkan dirinya


"maaf jika saya lancang, apa saya boleh melihat demon scythe" ucap wanita itu


"oh boleh saja" ucap Ray lalu mengeluarkan demon scythe tanpa ragu


"i... ini, aura ini sangat pekat, dan warna merah di sabitnya menyala seolah memberi isyarat, sepertinya tidak diragukan lagi dia orang yang selalu kucari keberadaannya" ucap wanita itu dalam hatinya


"sebelumnya aku ingin meminta maaf karena telah lancang" ucap wanita itu


"tidak apa apa, lagi pula aku tidak keberatan kok" ucap Ray


"maaf jika saya telat memberitahu nama saya, perkenalkan nama saya Lucia, saya menjabat sebagai jendral raja iblis di Kerajaan Thanatos" ucap wanita itu memperkenalkan diri


"Thanatos ya, setahuku Thanatos artinya kematian" di dalam pikiran Ray


"apa ada masalah, yang mulia" ucap Lucia


"eh tidak kok aku tadi hanya sedikit melamun" ucap Ray


"omong omong, tempat apa ini, dan kenapa kau mencari ku? " tanya Ray


"oh ini adalah markas interogasi" ucap Lucia


"jangan bilang kau ingin meng interogasi ku" ucap Ray


"soal itu kami minta maaf, tugas kami disini sebenarnya bukan interogasi melainkan menanyakan informasi soal yang mulia" ucap Lucia


"apa bisa kau perjelas ucapanmu tadi" ucap Ray


"satu orang siapkan ruangan rapat" ucap Lucia


"baik... "


"ternyata di gua ini ada ruang meeting" Ray berbicara dalam hati


"yang mulia, ayo biar saya antar ke ruang rapat" ucap Lucia


"i... iya" ucap Ray lalu mengikuti Lucia.


Saat mereka sampai di ruang rapat, Lucia mempersilahkan Ray duduk,


"mari kita mulai rapatnya" ucap Lucia


"baiklah, bisa kau ceritakan masalahnya dulu" ucap Ray


"baiklah, beberapa tahun yang lalu saat raja iblis Diabolos berkuasa, kami berperang dengan para dewa dan tidak disangka Diabolos tertangkap oleh para dewa itu, setelah kabar itu menyebar ke seluruh dunia, para manusia terus berdatangan untuk menyerang kerajaan Thanatos dengan tujuan menguasainya, sampai seorang elf misterius datang ke Thanatos, dia bilang dia akan melindungi kami untuk sementara waktu, elf itu menugaskan kami untuk membangun pertahanan yang lebih kuat, kami semua selalu berlatih agar kami bisa melindungi kerajaan Thanatos sampai kami mendapat raja baru, lalu semakin hari aturan di kerajaan kami semakin memudar dan kami berencana untuk mencari raja baru untuk kerajaan Thanatos" cerita dari Lucia


"jadi, bagaimana metode yang kalian gunakan untuk mencari raja iblis baru" ucap Ray


"tak kusangka, anda tertarik dengan hal itu" ucap Lucia sedikit terkejut


"kami menciptakan gua yang bisa menghasilkan suara dengung yang sangat keras, gunanya untuk menarik perhatian, lalu kami membuat asap ilusi untuk menghalangi gua ini dan menyebarnya ke seluruh gua ini, kami juga memakai artefak untuk mendeteksi energi sihir, kami selalu melihat orang dari energi sihirnya, kami pernah beberapa kali menemukan orang dengan energi sihir yang sama seperti milik nona Cia, saat kami menanyakan sesuatu tentang anda saya tidak pernah mendapat informasi apapun dari mereka, tapi tidak disangka saya akan bertemu dengan anda secara langsung" cerita dari Lucia


"cukup rumit juga metodenya" ucap Ray


"maaf jika saya lancang, apakah anda bersedia untuk memimpin kerajaan Thanatos? " tanya Lucia

__ADS_1


"untuk sekarang saya tidak bisa, karena saya harus mencari cara untuk menyelamatkan seseorang" ucap Ray


"maaf jika saya terlalu lancang, apakah saya boleh tau siapa itu dan kenapa dengannya" ucap Lucia penasaran


"dia adalah seseorang yang sangat berharga bagiku, dia dikurung menggunakan segel jiwa, aku harus membebaskannya" ucap Ray


"segel jiwa ya" ucap Lucia


"apa kau tau sesuatu Lucia? " tanya Ray


"setahuku, segel itu hanya bisa dilepas dengan cara mengorbankan ingatan seseorang" ucap Lucia


"benarkah" ucap Ray


"iya itu benar, jika kau butuh pengorbanan maka aku akan mencarikan orang untukmu" ucap Lucia


"oh, terimakasih" ucap Ray


"kalau begitu, antar aku ke Thanatos sekarang" ucap Ray


"baik sesuai perintah, semuanya cepat siapkan pasukan dan dua kuda, kita akan ke Thanatos sekarang, ini perintah dari yang mulia Ray" ucap Lucia


"Lucia, saat kita sedang santai tolong jangan terlalu formal agar tidak terlalu tegang" ucap Ray


"baik, saran diterima" ucap Lucia,


lalu Phyllis menemui Ray


"Ray apa yang terjadi? " tanya Phyllis


"nanti juga kau tau" ucap Ray


"Ray omong omong, siapa dia, apa dia temanmu? " tanya Lucia


"maaf lupa mengenalkan, namanya Phyllis, dia adalah temanku" jawab Ray


"senang bertemu denganmu" ucap Phyllis


"kalian berdua cepatlah, tidak baik membuat orang lain menunggu" ucap Ray


"Ray tunggu aku... " ucap Phyllis dan Lucia bersamaan, lalu merekapun memulai perjalanan ke Thanatos.


(di sisi lain)


"udah hampir sehari tapi Vell belum sadar" ucap Miu mengeluh


"ehem... Miu jangan bilang kau merindukan Ray" ucap Delft mengejek Miu


"eh... kenapa seperti itu, tidak kok" ucap Miu


"Miu semoga kau berhasil" ucap Lala


"eh... aku"


"kami mendukungmu Miu" ucap Zack


"oy bocah akhirnya kau bangun juga" ucap Ifrit


"emhh... oh kau rupanya" ucap Vell saat baru bangun


"sekarang apa pekerjaanku sudah selesai? " tanya Ifrit


"tunggu, bisakah aku meminta tolong sekali lagi? " Vell bertanya balik


"huf... yasudah cepat katakan" ucap Ifrit

__ADS_1


"tolong jaga teman temanku ya, aku ada urusan" ucap Vell lalu pergi begitu saja


"dasar bocah... " Ifrit mengeluh.


"sepertinya aku akan mencoba teknik baru di akhir pertarungan" isi hati Vell, lalu sebuah cahaya melintas didepan matanya


"sepertinya aku yang diserang" ucap Vell dalam hati lalu berhenti berlari dan menatap dengan tajam ke segala arah,


"hey kau... " suara dari belakang Vell, lalu Vell dengan cepat berbalik dan menjauh dari suara itu


"siapa kau" ucap Vell


"hey anak kecil lebih baik kau pulang saja jika kau tidak ingin mati" ucap ???


"jangan sombong kau pengecut... " ucap Vell


"anak kecil sepertimu tidak akan... " ucap ??? lalu seketika terdiam karena melihat aura yang Vell keluarkan,


"a... aura apa ini, kenapa dia tampak sangat kuat" ucap ??? dalam hati


"saatnya mati... " ucap Vell lalu membunuh ??? dengan sekali serang menggunakan sihir pelenyap


"jangan memanggil musuhmu bocah atau anak kecil kalau tidak kau akan hancur bahkan sebelum memberitahu namamu" ucap Vell dengan ekspresi dingin,


"baiklah, sekarang saatnya untuk memperbaiki koneksi telepati" ucap Vell tiba-tiba merubah sikapnya.


(di sisi lain)


"semuanya dengarkan, ini perintah langsung dariku, karena hari sudah mulai gelap lebih baik kita beristirahat" ucap Ray memberi perintah secara langsung


"baik... " jawaban dari mereka


"Ray, kau sangat perhatian ya" ucap Lucia


"sebenarnya aku akan melatih mereka setelah istirahat" ucap Ray


"oh pantas saja" ucap Lucia


"kalian semua, apa salah satu dari kalian ada yang bisa memasak" ucap Ray


"untuk siapapun yang bisa memasak tolong bantu aku memasak" ucap Ray,


setelah itu beberapa dari mereka maju dan membantu Ray memasak, Ray juga memberikan resep makanan pada mereka setelah itu Ray membagi mereka menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok membuat satu menu.


Setelah mereka beristirahat Ray menyuruh mereka berlatih,


"semuanya perhatian, karena tadi kalian sudah selesai makan alangkah baiknya kita berlatih" ucap Ray


"permisi, Mohon maaf jika saya lancang, kalau boleh tau kenapa kita harus berlatih biasanya kita langsung tidur" ucap salah satu dari mereka


"hey... sopan lah kepada yang mulia" ucap Lucia


"tidak apa-apa Lucia" ucap Ray


"baiklah saya akan menjelaskan fungsi latihan ini, saat kita mengkonsumsi makanan tubuh kita menyerap nutrisi dari makanan itu, jika kita melakukan latihan fisik maka akan lebih mudah untuk membentuk otot-otot tubuh kita" Ray menjelaskan


"semuanya mari kita latihan, ini demi membentuk otot-otot tubuh kita, orang orang disana pasti akan terkejut jika kita pulang dengan tubuh yang kekar" ucap Choris


"baik... " jawab mereka dengan sangat semangat.


saat mereka sedang latihan tiba-tiba Ray menghampiri Phyllis,


"Phyllis... " ucap Ray


"iya apa kau perlu sesuatu Ray" ucap Phyllis

__ADS_1


"sebenarnya aku sudah tau tentang cara melepaskan segel jiwa" ucap Ray


>bersambung


__ADS_2