Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 20


__ADS_3

"si siapa kau, dimana kau berada" ucap Ray panik saat mendengar suara misterius


"oy bocah tenanglah ini aku topengmu" ucap suara yang berasal dari topeng yang dipakai Ray


"kau bisa bicara" ucap Ray


"Ray suara yang kau dengar itu adalah raja iblis Diabolos" ucap Phyllis


"Di... Diabolos" ucap Ray


"iya iya... ini aku Diabolos, dasar kau ini, kau melupakan tujuanmu datang ke beast vilage" ucap Diabolos yang berada di topeng itu


"tapi kenapa kau bisa menjadi topeng" ucap Ray


"aku menyuruh bawahan ku membawa setengah jiwaku saat aku berperang dengan manusia, aku menyuruh bawahan ku pergi dan mencari seorang pandai besi terhebat di beast vilage dan memberikan potongan jiwaku padanya untuk dijadikan sebuah artefak berupa topeng" cerita dari Diabolos


"lalu bagaimana dengan Phyllis, jangan bilang kalian bekerja sama" ucap Ray menduga-duga


"tidak kok, sebenarnya saat aku dikurung di dimensi ruang waktu aku mendengar suara Diabolos, dia menyuruhku untuk membawa kau ke beast vilage dan mengambil artefak yang dibuat pandai besi terhebat di sana dan memberikannya kepadamu" ucap Phyllis


"oh gitu ya, lalu siapa itu kyotaka? " Ray bertanya lagi,


"sudahlah jangan memikirkan itu, Ray apa kau masih bisa mendengar suaraku" tanya Diabolos


"bisa, aku masih bisa mendengarkan suaramu" ucap Ray


"kalau begitu coba ucapkan status" ucap Diabolos menyuruh Ray


"status... " ucap Ray,


lalu muncul sebuah tulisan melayang


...----------------...


Nama: Ray Ras: manusia


MP: ∞ HP: ∞


SP: ∞ LVL: MAX


skill:


??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???


??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???


??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???


??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???


Gelar:


cahaya bulan


pewaris demon scythe


pemburu dewa


pemburu dewa jahat


penghancur dunia


penakluk makhluk dunia bawah


raja bencana


raja iblis


raja waktu


tidak terkalahkan


...----------------...


"wah keren udah kayak game, tapi kenapa mp, hp, dan sp ku infinite, dan level ku sudah max, selain itu kenapa skill ku tidak bisa dilihat" ucap Ray sambil melepas topengnya


"kalau itu aku tidak tau" ucap Diabolos


"oh begitu ya... " ucap Ray.


"Ray, sekarang kau mau kemana? " tanya Lina


"sepertinya aku akan mencari kekuatan yang lebih besar" ucap Ray


"kalau begitu... " ucap Lina lalu mencium Ray


"Li~" ucap Ray


"Ray, mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita, jadi aku hanya ingin merasakan apa itu cinta" ucap Lina


"Lina, apa maksudmu? " tanya Ray


lalu Lina hanya diam dan pergi begitu saja


"Lina... " ucap Ray saat Lina pergi


"engh... paduka Ray, apa kau masih ada waktu, aku ingin kau ikut denganku" tanya paman dwarf itu


"kemana paman" tanya Ray


"ada yang ingin aku bicarakan denganmu, omong-omong panggil saja aku Lid" ucap paman dwarf itu


"baiklah, tapi tolong panggil aku Ray mulai sekarang" ucap Ray,


lalu mereka pergi ke tempat sepi untuk membicarakan sesuatu.

__ADS_1


"Ray, bagaimana perasaanmu jika kau melihat seseorang menghancurkan desa ini? " tanya Lid


"tentu saja aku merasa kesal, aku tidak akan membiarkan seseorang menghancurkan desa yang pernah aku lindungi" jawab Ray


"bagaimana perasaanmu jika banyak rakyatmu yang menjadi korban? " tanya Lid


"tentu saja aku marah, sebagai seorang raja iblis aku tidak akan membiarkan orang-orangku terluka" jawab Ray


"sebenarnya kemarin seseorang datang ke tempat kami menggunakan sihir teleportasi, ia berkata bahwa dia berasal dari dunia lain, dia menyuruh kami untuk memancing mu kedalam perangkap yang dia siapkan, dan sepertinya dia hanya ingin mendapatkan energi sihir milikmu" ucap Lid bercerita pada Ray


"jadi begitu, sepertinya aku akan main sesuai peraturan dari mereka" ucap Ray


"Ray apa maksudmu" ucap Lid


"tentu saja, omong-omong lid apa kau tau dimana tempat persembunyian mereka" ucap Ray


"apa maksudmu mereka"


"sudah jelaskan, tidak mungkin dia kesini sendirian" ucap Ray


"benar juga, aku tau tempatnya, kalau Ray mau kesana aku bisa mengantarmu, aku pernah menjalankan rapat dengan orang itu disana" ucap Lid


"baiklah, ayo kita kesana sekarang" ucap Ray lalu pergi bersama Lid.


"Ray ini markas rahasia orang itu, di dalam dungeon ini tepatnya di lantai dasar dia sudah menyiapkan kurang lebih ratusan Valkyrie" ucap Lid


"Valkyrie itu semacam manusia bersayap kan" ucap Ray


"emh... kurasa begitu" ucap Lid


"kok jawabnya ragu gitu ya" ucap Ray dalam hati


"yasudah paman, mungkin aku akan langsung masuk kedalam" ucap Ray


"oh, Ray hati-hati jangan terlalu memaksakan diri" ucap Lid


"iya, aku tidak akan menahan diri kok" ucap Ray


"oy malah ngelunjak"


"tidak kok aku cuma bercanda, dah" ucap Ray lalu masuk ke dungeon.


"Lala, apa kau merasa lapar" ucap Miu


"eh kukira cuman aku yang merasa lapar" ucap Lala


"tapi bukankah kita tidak bisa merasa lapar, haus ngantuk atau sakit disini" ucap Zack


"ya itu benar juga sih" ucap Delft


"apa maksud kalian" tanya Lala


"penghalang ini tidak terkait dengan waktu, jadi kita tidak akan bisa tumbuh atau menua, kita juga tidak bisa merasakan lapar" ucap Seku


"benar, kau pintar juga anak muda" ucap Vell


"mana mungkin aku membantah perintah tuanku, dia sudah sangat baik kepadaku" ucap Vell


"ehh... bukankah Ray membantai para wyvern yang bersamamu" ucap Miu


"sebenarnya, aku di reinkarnasi saat aku mati" ucap Vell


"emm... bisa kau ceritakan bagaimana kejadiannya" ucap Seku


"aku pernah hidup di dunia yang disebut bumi" ucap Vell


"ka... kau pernah hidup di bumi" ucap Miu


"oy... Miu jangan memotong cerita seseorang, itu tidak baik" ucap Delft


"maaf... aku tidak bermaksud" ucap Miu


"tidak apa, aku lanjutkan ya, di kehidupanku sebelumya aku kehilangan orang tua ku saat aku masih kecil, saat aku masuk SMA aku dipindahkan ke tempat yang jauh dari kampung halamanku, di sana aku tinggal bersama paman dan bibiku, mereka menyayangiku seperti anak mereka sendiri, mereka juga memasukan ku ke sekolah yang bagus dan di sana aku bertemu dengan orang-orang yang hebat dan keren, meski begitu tapi masih ada yang memiliki pola pikir seperti anak kecil, saat aku sedang makan aku menerima pesan dari seseorang, dia memintaku untuk datang ke halaman belakang sekolah, tapi saat aku sampai di sana aku di tikam menggunakan pisau oleh seseorang" cerita dari Vell


"lanjutkan... " ucap Lala


"baiklah, saat aku membuka mataku aku berada di sebuah tempat yang semuanya berwarna putih, lalu aku mendengar suara seseorang dia memanggilku terus menerus, saat aku menutup mata dan telingaku ada sosok cahaya yang mengelus kepalaku, dia berkata bahwa dia akan me reinkarnasi ku ke dunia yang dipenuhi sihir, saat aku membuka mataku lagi aku ada di sebuah hutan dan saat aku menggerakkan tanganku rasanya sulit sekali untuk menggerakkannya" ucap Vell


"lalu apa yang terjadi" ucap Lala


"saat aku melihat tubuhku aku terkejut karena tanganku menyatu dengan sebuah sayap, aku mencoba berlari mencari sebuah peradaban, saat aku sedang berjalan aku melihat sungai dan aku berjalan ke arah sungai, lalu aku terkejut karena melihat bayanganku di air sungai" cerita dari Vell lalu berhenti bercerita


"Vell lanjutkan ceritanya, aku mohon" ucap Lala


"nanti aku lanjutkan, aku mau cari makan dulu, aku agak lapar nih" ucap Vell


"kalau kau pergi bagaimana dengan kami" ucap Seku


"kalau itu tenang saja, aku punya kemampuan untuk meng kloning diri sendiri" ucap Vell


"oh ya udah sana" ucap Seku


"Vell jangan lama-lama ya" ucap Miu


"iya santai aja, lagipula kloningan ku setara dengan kekuatan asli ku, kok" ucap Vell


"tidak, bukan itu" ucap Miu


"lalu apa? " ucap Vell


"lupakanlah, kalau ingin pergi cepatlah jangan lama-lama" ucap Miu


"iya, aku pergi... " ucap Vell lalu pergi mencari makan


"Miu menurutmu apa Ray baik baik saja" ucap Lala

__ADS_1


"tentu, dia kan raja iblis terkuat, pasti dia bisa mengalahkan musuh sekuat apapun dia" ucap Miu.


"Cia apa kau masih bangun" ucap Ray saat berlari di dungeon


lalu Ray menganggap Cia tidur karena Cia tidak menjawab Ray,


"Diabo~" ucap Ray


"iya ada apa bocah" ucap Diabolos


"belum selesai ngomong woy" ucap Ray


"oh... maaf... "


"Diabolos apa kau punya suatu keahlian yang bisa membantu dalam pertarungan"


"kalau itu, Ray coba kau ambil batu berukuran sedang, lalu alirkan sihir dan bayangkan sebuah pedang" ucap Diabolos


"oh baiklah" ucap Ray lalu mengambil sebuah batu,


Ray mengalirkan energi sihir nya ke batu itu dan batu tersebut berubah saat Ray membayangkan pedang.


"be... berhasil" ucap Ray


"itulah salah satu kemampuanku, coba kau lihat status mu" ucap Diabolos


"status... "


...----------------...


Nama: Ray Ras: manusia


MP: ∞ HP: ∞


SP: ∞ LVL: MAX


skill:


??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???


??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???


??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???


??? ??? ??? ??? ??? ??? ??? ???


buff:


SPD:↑ VT :↑


STR:↑ ASPD:↑


AGI:↑ CRIT :↑


DEF:↑ ATK :↑


PEN:↑


Bonus skill:


pembuatan penciptaan


Gelar:


cahaya bulan


pewaris demon scythe


pemburu dewa


pemburu dewa jahat


penghancur dunia


penakluk makhluk dunia bawah


raja bencana


raja iblis


raja waktu


tidak terkalahkan


...----------------...


"skill penciptaan itu apa" tanya Ray


"skill itu agak susah karena kau harus mengetahui bahan bahan benda yang kau buat" ucap Diabolos


"maksudnya senyawa ya, unsur kimia itu merepotkan" ucap Ray dalam hati


"ya sudahlah, kita lanjutkan perjalanan saja" ucap Ray


"eh sudah mau lanjut ya" ucap Diabolos


"hwam... Ray ada apa" ucap Cia


"oh Cia kau sudah bangun ya, Cia dengar ini, kita akan bertarung dengan para keroco, kau mengerti kan apa maksudku" ucap Ray


"sudah pasti, kan. mana mungkin aku tidak mengerti" ucap Cia


"emh... jangan bilang kalian akan membantai mereka" ucap Diabolos


"jelas bukan, saatnya pesta" ucap Ray dengan senyum jahatnya.

__ADS_1


>bersambung


__ADS_2