Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
episode 44


__ADS_3

"oy kalian sedang apa kalian di sana, siapa yang mengizinkan kalian masuk ke sini" ucap seorang penjaga berlari menghampiri mereka,


"gawat, bagaimana ini" ucap Lina panik


"kakak tenang saja, di sini ada kak Phyllis" sura menenangkan Lina


"ya tenang saja, aku akan mengurus ini" ucap Phyllis


"n... nona Phyllis rupanya, saya minta maaf untuk yang tadi" ucap si penjaga itu meminta maaf atas kelancangan nya


"tidak apa-apa, lagi pula itu hanya masalah kecil kok, tidak usah dipikirkan" ucap Phyllis


"oh ya terimakasih... daripada itu, kenapa nona Lucia seperti itu? apa yang terjadi? selain itu siapa orang-orang ini? " ucap penjaga itu


"mereka teman teman saya, barusan saya bertarung dengan Lucia tapi saat saya menyerangnya dengan jurus pamungkas milik saya, Lucia menjadi seperti ini" ucap Phyllis berbohong kepada sang penjaga


"oh, mungkin dia terlalu lelah, saya sarankan sebaiknya kalian biarkan dia beristirahat dulu" ucap penjaga itu memberi saran pada mereka


"oh baiklah, terimakasih atas sarannya" ucap Phyllis


"yasudah kalau begitu saya pergi dulu, ini masih jam kerja saya" ucap penjaga itu lalu pergi


"huf... sudah kubilang kan kalau aku bisa menangani semua ini" ucap Phyllis


"dari pada itu, apa kau tau bagaimana caranya agar Lucia sadar" ucap Lina


"mudah saja" ucap Phyllis,


lalu Phyllis membisikkan sesuatu di telinga Lucia,


"Ray datang" bisikan Phyllis


lalu Lucia yang mendengarnya pun langsung berdiri tegak,


"selamat datang baginda Ray, aku siap untuk melayani... mu... " ucap Lucia dengan senyum


"Phyllis apa maksudmu" ucap Lucia tampak marah


"tidak, kami hanya ingin menyadarkan mu tapi hanya itu yang bisa kami lakukan hehe... " ucap Phyllis menggaruk kepalanya


"kau ini... " ucap Lucia,


"maaf kalau boleh tau masalah seperti apa yang sedang terjadi di kerajaan ini? " tanya Lina


"aku hampir lupa, aku akan menceritakannya di dalam, kalau aku cerita di sini aku khawatir akan kebocoran informasi" ucap Lucia


"baiklah... " ucap Lina.


saat mereka berada di dalam, mereka mulai membicarakan tentang masalah yang sedang dihadapi Thanatos.

__ADS_1


"jadi bagaimana ceritanya? " tanya Phyllis


"saat itu, setelah hampir satu hari Ray tidak pulang, seorang yang tidak diketahui identitasnya membeberkan sebuah informasi yang berisi bahwa raja Thanatos melarikan diri dari sana, tidak lama kemudian kami mendapatkan informasi bahwa sekelompok pedagang budak menyusup ke dalam Thanatos, akibatnya banyak para iblis yang di perbudak oleh mereka" ucap Lucia


"tapi tidak mungkin hanya itu kan... " ucap Phyllis


"kau salah, yang menjadi masalah kita hanya itu namun kita tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini" ucap Lucia


"apa maksudnya, bukankah mereka hanya pedagang budak tapi mengapa kalian masih tidak bisa menyelesaikan masalah ini" ucap Lina


"kakak apa itu pedagang budak? " tanya Sura


"Sura diam dulu ya, kami sedang bicara serius" ucap Lina


"baiklah kalau begitu aku mau berkeliling dulu ya kak" ucap Sura


"ya hati-hati, jangan lama-lama ya jika bertemu dengan orang mencurigakan maka segera lari ya" ucap Lina


"iya aku akan berhati-hati... " ucap Sura berlari keluar,


"Lina apa kau tidak mengkhawatirkan adikmu, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Sura" ucap Lucia


"kau meremehkan adikku ya, apa kau lupa siapa yang membuat mentalmu babak belur tanpa luka di fisik" ucap Lina


"eh, iya juga sih tapi... " ucap Lucia


"Lucia percaya saja pada Lina, saat kau melawan Sura kau hanya melihat satu per empat dari kekuatan fisik aslinya, dan juga kau belum melihat bagaimana cara Sura memakai energi sihirnya, jadi kau tidak perlu khawatir" ucap Phyllis


"baiklah oh ya sampai mana tadi? " ucap Lucia.


saat Sura berada di dekat assosiasi petualang, ia menuju ke sana karena merasa penasaran dengan assosiasi petualang.


saat Sura membuka pintu,


"wah aku tidak menyangka kalau assosiasi petualang seramai ini tempatnya" ucap Sura


"hey lihat itu, ada seorang anak kecil, selain itu dia membawa sebuah sabit" ucap seorang petualang


"lihat dia, dia dari ras beastman, bukankah itu langka" ucap petualang lain


lalu seorang petualang berbadan besar menghampiri Sura yang sedang melihat-lihat sekitar,


"nak, apa kau ingin membuat permintaan di sini" ucap petualang itu menanyai Sura


"awalnya aku kesini hanya untuk melihat-lihat sajalah, tapi setelah melihat-lihat aku tertarik untuk menjadi petualang hebat" ucap Sura


"begitukah, kalau kau memang ingin menjadi petualang maka aku akan sedikit menguji kemampuanmu" ucap petualang itu


"wah, jika aku lulus apakah aku akan menjadi petualang hebat" ucap Sura

__ADS_1


"ya itupun jika kau bisa mengalahkan ku saat aku sedang serius" ucap petualang itu


"kalau begitu ayo kita mulai saja" ucap Sura


"baiklah, pertama-tama aku akan meminjam arena dulu kepada pihak assosiasi, lalu kita akan bersenang-senang, mengerti... " ucap petualang itu


"ya... tapi apa aku boleh tau siapa namamu" ucap Sura menanyakan nama petualang itu


"kalau soal nama aku tidak punya, tapi orang orang biasa memanggilku Gan" ucap petualang itu


"oh... namaku Sura salam kenal ya" ucap Sura


"ya salam kenal juga, dik Sura" ucap Gan.


setelah itu mereka pergi untuk meminta izin untuk menggunakan arena yang disebutkan oleh Gan.


"wah, tidak kusangka arena nya sekeren ini, kak Gan ini arena apa? " tanya Sura


"saat ada festival tertentu arena ini akan dijadikan Koloseum dan dibuka secara resmi oleh pihak kerajaan" ucap Gan


"Koloseum, kalau tidak salah Koloseum itu sebuah turnamen kan? " tanya Sura


"ya kau benar, tapi Koloseum di sini bedanya adalah pembatasan pemasangan.... sepertinya kau masih terlalu dini untuk mengetahui hal seperti itu" ucap Gan


"ayolah aku sudah besar kok" ucap Sura


"tunggu saja nanti, pasti kau akan mengetahui hal itu dengan sendirinya" ucap Gan


"hmm... " Sura mengerutkan wajahnya


"sudahlah, lebih baik kita mulai saja latihannya" ucap Gan


"baiklah, aku menyerang duluan ya" ucap Sura


"silahkan... " ucap Gan.


"hah... yang benar saja" ucap Lina


"ya, aku tidak berbohong, informan ku sendiri yang mengatakannya kalau salah satu dari para pedagang budak itu adalah seorang pahlawan" ucap Lucia


"jika benar ada seorang pahlawan dibalik ini semua, maka lebih baik kita merencanakan sesuatu untuk melawan mereka, lagipula belum tentu kekuatanku cukup untuk melawan pahlawan itu" ucap Phyllis


"tapi kenapa seperti itu, bukankah kau seorang dewa kematian" ucap Lucia


"menurutku kekuatan manusia yang di reinkarnasi dari dunia bumi ke dunia ini, mereka bisa mendapatkan kekuatan yang melebihi dewa dalam waktu singkat, tapi itupun jika mereka tidak mati saat berlatih" ucap Phyllis


"apa maksudmu? " ucap Lina


"nanti juga kau tau sendiri" ucap Phyllis.

__ADS_1


>bersambung


__ADS_2