Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 2


__ADS_3

saat Ray berniat mengayunkan sabit nya miu berusaha menjelaskan niatnya sambil memohon, tapi Ray mengayunkan sabit itu dan miu berfikir bahwa hidupnya sudah berakhir. tapi Ray menghentikan sabit itu saat posisinya sudah sangat dekat dengan leher miu.


Ray berkata "aku memberimu satu kesempatan lagi, kalau kau memang tidak berniat membunuh ku, maka buktikanlah"


miu pun merespon Ray "Terima kasih sudah membiarkan ku hidup"


setelah itu mereka tidur di kamar masing-masing.


saat Ray bangun dia terkejut karena miu ada di tempat tidur nya lalu Ray membangunkan miu dan meminta penjelasan dari miu.


saat miu baru bangun miu terkejut dan dia menangis sambil berkata "Ray akhirnya kamu bangun aku kira kamu gak bakalan bangun lagi"


"emang apa yang terjadi?" tanya Ray


miu menjawab "kamu udah tiga hari gak bangun".


lalu miu berlari ke dapur untuk menyiapkan sarapan tapi Ray masih kebingungan


setelah miu menyiapkan sarapan ia langsung mandi, Ray sangat kebingungan dengan sikap miu yang mendadak berubah. lalu miu menyiapkan sarapan untuk Ray.


saat Ray melihat penampilan miu Rey agak bingung


ia berkata "miu, kamu kok keliatan cantik banget hari ini, emang ada apa sih sebenernya"


setelah itu muka miu memerah


"miu muka kamu merah tuh" ucap Ray sambil menahan tawa


"berisik loh" respon miu sambil nahan malu.


saat mereka makan miu menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya


"dua hari lalu aku bangunin kamu, tapi kamu gak mau bangun, terus aku baru sadar kalo kamu gak bernafas dan jantung kamu juga gak berdetak, tapi aku masih bisa mendeteksi jiwa kamu, aku ambil baju yang gak ke pake buat aku jadiin lap, aku tiga hari ngerawat kamu" penjelasan dari miu


lalu Ray bertanya "terus lap nya buat apa"


"buat bersihin badan kamu" jawab miu sambil malu.


Ray berdiri dan bertanya kepada miu "loh ngapain aja pas gw pingsan".


"bercocok tanam" jawab miu sambil ngunyah makanan


dan muka Ray memerah.


miu mengambil beberapa sayuran dan ia bilang "Ray kemarin aku manen wortel tapi 20% nya rusak ini mau di apain".

__ADS_1


Ray yang sangat marah akhirnya tenang, ia berkata "di kasih ke hewan aja, oh iya latihannya jadi gak nih? "


" ya jadi lah gimana sih" jawab miu sambil ngunyah


setelah makan mereka ke luar rumah untuk latihan.


miu bertanya pada Ray "Ray apa kamu udah tau cara ngeluarin demon scythe?"


"nggak, emang gimana cara ngeluarin nya"


lalu miu mengajarkan cara mengeluarkan demon scythe kepada Ray.


"akhirnya istirahat" kata Ray sambil kegirangan,


"belum" respon miu kepada Ray


"hahhh... kasih gw istirahat dulu lah" ucap Ray kepada miu.


lalu miu mengeluarkan pil dan kertas berisi coretan


"miu... itu buat apa?" tanya Ray kepada miu


"ini untuk latihan menguasai jiwa dan pikiran mu, oh iya... satu lagi, jangan sampai tergoda oleh apapun yang kamu lihat" jawab miu kepada Ray sambil memberi perintah.


lalu miu langsung menempelkan kertas berisi coretan yang merupakan segel anti dewa.


disisi lain Ray sedang berjalan dan ia melihat alice sedang disiksa oleh para dewa,


"tolong... Ray tolong aku aku minta maaf atas kejadian yang waktu itu" teriak alice kepada Ray,


ia merasa kasihan namun ia teringat saat miu mengatakan "jangan sampai tergoda oleh apapun yang kamu lihat".


kemudian Ray mengedipkan matanya dan tiba-tiba ia ada di stasiun (tempat dimana ia di dorong alice), lalu Ray menoleh ke belakang dan ia melihat alice sedang berjalan kearahnya dan Ray mengeluarkan demon scythe dan ia berniat untuk mengayunkan sabit itu, tapi dia masih mengingat bahwa kunci dari latihan menguasai diri adalah tidak tergoda oleh apapun.


lalu Ray berjalan meninggalkan alice dan ia mengedipkan matanya lagi, ia melihat miu yang tersenyum padanya, lalu miu berbalik dan meninggalkan Ray dalam kegelapan,


"miu... kau mau kemana? kita teman kan, miu tolong tetap disini, miu... " teriakan Ray sambil putus asa,


lalu ada seorang gadis yang menghampiri nya sambil berkata


"kau tidak akan bisa berteman dengan nya kalau kau terus bersikap seperti itu padanya, kau bersikap seolah-olah dia musuhmu, dan kau harus merubah sikap mu" ucap gadis itu kepada Ray.


"siapa kau" tanya Ray sambil menangis


"aku adalah sabit yang kau sebut sebagai demon scythe" jawab gadis itu kepada Ray.

__ADS_1


"baiklah... sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya Ray kepada gadis itu sambil menghentikan tangisan nya,


"saat ini ia pasti sedang bertarung melindungi mu" ucap sang gadis kepada Ray.


di sisi lain miu yang sedang melindungi tubuh Ray dikejutkan oleh cahaya yang melintasi dan menghancurkan penghalang yang hanya bisa dilewati oleh miu dan pengguna demon scythe.


"akulah dewa mimpi, dewa yang menguasai semua dunia mimpi" ucap seorang dewa misterius kepada miu.


lalu dewa itu mencoba memasuki tubuh Ray, namun miu menghalanginya, miu membuat penghalang untuk Ray dan dirinya. lalu dewa itu mengeluarkan sebuah panah,


"ini adalah senjata suci, dan kami para dewa sudah memutuskan untuk menggunakan senjata suci mulai sekarang, jadi lebih baik kau menyerah dasar buangan",


" t.. tidak mungkin, senjata suci hanya bisa digunakan oleh pahlawan" ucapan miu dari dalam hati sambil kebingungan.


lalu dewa itu menarik busurnya dan menghancurkan penghalang milik miu dengan ledakan yang di sebabkan oleh anak panah itu, miu pun terhempas jauh.


dan dewa itu memilih untuk menghabisi miu terlebih dahulu, lalu saat anak panah itu di lepaskan tiba-tiba Ray berada di depan miu sambil berkata


"maaf ya aku telat"


dan Ray menebas anak panah itu dengan sabit nya


"sayang sekali, kau tidak akan bisa setara denganku meski mengunakan senjata suci, karena aku adalah yang terhebat" ucap Ray kepada dewa dengan sombong.


dewa itupun mengamuk dan melesatkan anak panah nya secara beruntun, namun Ray menebas semuanya dan ia mengayunkan sabit nya kepada dewa itu dalam jarak yang lumayan jauh, dan dewa itu ter tebas menjadi dua karena anging yang dihasilkan oleh sabit tersebut,


"kenapa dia bisa sekuat itu?, seharusnya demon scythe bisa di imbangi oleh senjata suci" kata kata terakhir yang dewa itu katakan.


setelah itu miu menangis dan berterima kasih pada Ray, lalu Ray memeluk miu dengan lembut,


"maaf, kau dalam bahaya karena melindungi ku, sekali lagi aku minta maaf" kata-kata Ray untuk menenangkan miu.


dan setelah itu miu menyuruh Ray untuk mandi terlebih dahulu sementara itu miu menyiapkan makan malam, setelah itu miu mandi dan Ray menunggu miu, lalu saat mereka makan bersama Ray mencoba menggoda miu.


"miu baju tidurmu sangat indah, dan kau sangat cantik saat mengenakan nya" ucap Ray kepada miu sambil tersenyum


"berisik, makan tinggal makan" ucapan miu kepada Ray dengan sikap dingin.


"udah lah gak usah bohong, muka kamu merah tuh" ucap Ray sambil meledek miu


"hahh... ehemmm... Ray besok aku kasih kamu jam latihan lebih ya?" ucap miu sambil pasang senyum palsu


"iya deh, aku terima tawara kamu. yang penting kamu aku bisa terus ada di deket kamu" jawaban Ray kepada miu sambil tersenyum, dan muka miu pun semakin memerah.


>bersambung

__ADS_1


__ADS_2