Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 25


__ADS_3

"Ray itu kan... " ucap Miu dengan wajah memerah


"itu... ru... ruang ganti (perempuan) " Ray terkejut


"Ray... kau ini, tidak bisa ya jauh dikit dari wanita lain" ucap Miu


"d... da... dasar mesum... " ucap orang orang di sana


"Ray apa kau bisa menjelaskannya" ucap lala


"Ray tidak disangka kau benar-benar... " ucap seku


"maaf mengganggu, nona-nona, saya izin pamit" ucap Ray


Ray menundukan kepala sambil menarik zack, seku, Delft, lala dan Miu melewati pembatas antar dunia itu, lalu Ray menutup nya dan keluar dari ruangan itu.


"akhirnya tujuanku sudah dekat" ucap Ray


"Ray... apa yang kau pikirkan setelah melihat semua itu, dan... jelaskan apa semua ini" ucap Miu yang marah sambil memegang pedang


"maaf sebenarnya aku hanya mengikuti perintah cia, dia cuma bilang kalo aku harus menebas cahaya itu" penjelasan dari Ray


"eh mana noku kemana dia pergi, apa jangan-jangan... dia tertinggal di sana" ucap Ray dalam kepanikan


"tuan... tenang lah, aku ada disini" ucap noku


"huf... untung kau tidak tertinggal" ucap Ray


"nah... sekarang apa yang akan kita lakukan" ucap cia dari dalam tubuh Ray


"Ray bagaimana kalau kita ke rumah mu, belakangan ini rumahmu sedang sepi kan" ucap Miu


"benar juga, tapi kita tidak tau ini sudah tahun berapa" ucap Ray


"kalau diingat-ingat kau meninggal pada tahu 2024 bulan april, tanggal sekitar 13-an, mungkin" ucap Miu


"kalau begitu kita tanya saja ke paman di sana" ucap Ray sambil menunjuk ke arah seorang penjaga gerbang sekolah,


lalu mereka pergi menemui penjaga gerbang itu,


"paman apa aku boleh bertanya" ucap Ray


"eh... ba... bagaimana kau bisa masuk ke sini" tanya paman itu


"oh maaf, aku dan temanku tadi tersesat dan aku menemukan sebuah pagar. karena aku penasaran aku mencoba masuk, hehe... he... " Ray berbohong


"ohh, apa yang ingin kau tanyakan nak" ucap paman itu


"sekarang tahun berapa, tanggal berapa, bulan apa? " tanya Ray


"nak sepertinya kau kena amnesia" ucap paman itu


"sudahlah paman jawab saja" ucap zack


"eh ada cosplayer juga, ehemm... baiklah akan ku beritahu, sekarang tanggal 3 mei 2024" ucap paman


"terimakasih paman, kami pamit dulu ya" ucap Ray


"ya, hati-hati nak" ucap paman,


lalu mereka pergi.


"Ray apa kau tau daerah ini" tanya Miu


"iya, kalau tidak salah, nenekku tinggal di sekitar sini" ucap Ray


"kalau begitu kenapa tidak ke rumah nenekmu saja dulu" ucap Seku


"tidak semudah itu" ucap Ray meneteskan air matanya


"Ray, kenapa kamu menangis" ucap Miu


"mungkin keluargaku tau bahwa aku sudah meninggal, aku tidak tau harus berkata apa saat aku pulang" ucap Ray


"Ray... jangan sedih, aku yakin kok mereka pasti mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya" ucap Miu mengelus kepala Ray


"Miu, terimakasih ya" ucap Ray


"iya"


"sekarang... bagaimana... " ucap noku


"ayo kita ke rumah nenekku" ucap Ray.


saat mereka sampai, orang tua Ray menangis ketika melihat Ray baik baik saja


"Ray, k... kau Ray... " ucap Ibu Ray


"i... ibu" ucap Ray


"kau Ray anakku kan... " ucap Ibu Ray


"ibu, aku minta maaf jika membuatmu khawatir" ucap Ray


"sayang... anak kita akhirnya pulang"


"Rani, kau ini... relakan saja anak itu lagipula dia pasti sudah tenang di sa~ Ray... kau benar benar Ray" ucap ayahnya Ray


"ayah... " ucap Ray.


lalu orang tua Ray lari dan memeluk Ray, mereka menangis dalam kebahagiaan,


"ayah, ibu... dimana nenek" tanya Ray


"Ray nenekmu sudah tidak ada" ucap ayah nya sambil menangis


"t... tidak mungkin" ucap Ray tenggelam dalam keputusasaan


"Ray, terimalah kenyataan ini" ucap cia,


lalu kedua orang tua Ray pun terkejut saat mendengar suara cia,


"Ray, siapa yang bicara denganmu tadi" tanya ibunya kebingungan

__ADS_1


"gawat jika aku tidak memberitahu mereka, pasti mereka akan marah, namun jika ada orang yang tau maka... " isi hati Ray,


"ayah, ibu sebaiknya kita bicara di dalam, tidak enak membuat temanku menunggu" ajakan Ray


"oh... maaf kami terlalu mementingkan urusan kami sehingga membuat kalian menunggu, silahkan masuk" ucap Ibu Ray


"oh... ya" ucap Miu dan yang lainnya.


saat di dalam


"bibi izinkan kami memperkenalkan diri" ucap Miu


"oh silahkan" ucap ibunya Ray


"perkenalkan namaku Miu, ini zack, yang itu noku, ini Delft, dan ini lala" ucap Miu


"oh... kalau yang pake bando itu" tanya ibu Ray


"oh yang itu seku" ucap Miu


"maaf jika kami telat memperkenalkan diri, namaku Mary dan ini Yuki ayah nya Ray" ucap Ibu nya Ray


"oh... salam kenal" ucap Miu dan yang lainnya


"mari kita ke topik utama, jadi apa yang sebenarnya terjadi padamu Ray" ucap Yuki


"sebenarnya aku memang sudah mati, tapi saat aku berada di neraka aku bertemu dengan seorang raja iblis, ia berkata padaku bahwa aku akan di reinkarnasi olehnya, ia juga memberiku kekuatan sihir dan sebuah pusaka, lalu aku bertemu dengan Miu di dunia itu" ucap Ray


"haha... hah... Ray, kau ini masih sama seperti dulu ya, kau sering berkhayal seolah-olah sihir itu nyata" ucap Yuki mengira Ray sedang bergurau,


lalu Ray mengeluarkan demon scythe sehingga membuat mereka terkejut,


"R... Ray apa yang kau lakukan" ucap Yuki


"ayah... aku sama sekali tidak berbohong, ini adalah pusaka yang diberikan oleh raja iblis itu" ucap Ray


"s... siapa kau sebenarnya" ucap mary


"aku Ray sang pemburu dewa, pewaris demon scythe generasi kedua, sang raja iblis terkuat sepanjang sejarah"


"Ray sudahlah hentikan itu, yang penting orang tua mu tau bahwa kau raja iblis, aku sudah sangat lapar" ucap lala


noku memukul kepala lala "kau ini, tidak tau sopan santun, maafkan temanku ini bibi, aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahannya" ucap noku menundukkan kepalanya


"tidak apa apa itu hal wajar kalian pasti lelah karena menghadapi banyak hal, kita bisa lanjutkan cerita ini lain kali" ucap Mary


"ibu bolehkah aku memasak makan malam" ucap Ray


"Ray... kau bisa masak? " ucap Yuki


"paman, masakan Ray itu tidak bisa dibanding-bandingkan dengan masakan lain" ucap Miu


"oh... benarkah" ucap Yuki


"sayang... lebih baik kau membantu Ray memasak, oh iya di belakang ada pemandian air panas, pemandian itu milik kami, jika kalian ingin mandi silahkan, jangan sungkan" ucap Mary.


lalu mereka pergi mandi dan Ray menyiapkan makan malam. setelah ia menyiapkan makan malam Ray mandi dan makan bersama,


"ibu, aku ingin bertanya" ucap Ray


"apa ibu tidak keberatan jika aku menikah dengan Miu? " ucap Ray


"ehmm... Ray apa maksudmu" ucap Mary


"sudah jelaskan" ucap Ray


"R... Ray ingin menikah, t... tidak mungkin" ucap lala


"tuan... apa maksudnya semua ini" ucap noku


"sepertinya ada yang cemburu tuch" ucap seku


"berisik... " ucap lala


"huf... jika itu keputusanmu kami akan mendukungnya, iya kan sayang" ucap Mary


"ya, kami akan selalu mendukungmu" ucap Yuki


"Terima kasih, aku sangat senang" ucap Ray


"syukurlah Ray, kita bisa bersama" ucap Miu


"oh ya, ibu baju sekolah ku masih ada kan" tanya Ray


"kau mau sekolah lagi ya" ucap Yuki


"bajumu masih kami simpan di kamarmu" ucap Mary.


setelah makan malam, Ray berlatih di luar,


"Ray kau belum tidur ya" ucap Miu


"eh Miu, maaf kalau aku membangunkan mu"


"Ray kalau ada masalah ceritakan padaku, aku tidak mau kau memendam nya" ucap Miu


"Miu, aku tanya sekali lagi, apa kau sungguh mencintaiku"


"sudah jelas kan, aku mencintaimu" Miu memeluk Ray


"Miu, besok aku ingin pergi ke rumahmu"


"hm... untuk apa? "


"tentu saja, untuk meminta restu kepada orang tua mu"


"jika itu keputusan mu, maka aku akan mendukung nya",


"Miu bisakah kau ikut aku sebentar" ajakan Ray


"kemana? " tanya Miu


"sudah lah, ikut saja"

__ADS_1


lalu Ray menggendong Miu dan terbang ke suatu tempat, lalu mereka tiba di sebuah danau,


"Ray kenapa kau membawaku ke sini? " tanya Miu


"Miu coba kau lihat ke atas" ucap Ray


lalu Miu melihat keatas "wah... indah sekali" ucap Miu terkagum dengan bintang-bintang yang sangat indah


"ini indah, bukan? " ucap Ray


"iya, ini sangat indah" ucap Miu


"Miu, apa kau tau kenapa aku membawa mu ke sini? "


"kalo gak salah, kita bertemu di taman saat malam hari kan" jawab Miu


"ya kau sangat benar"


(saat pertemuan pertama mereka)


saat Ray pulang sekolah, ia mampir ke suatu tempat dan tanpa disadari hari sudah mulai gelap,


"gawat, sudah mulai gelap, Orang-orang di rumah pasti mencari ku" ucap Ray


lalu Ray berlari pulang. saat ia melihat mini market, ia teringat bahwa ia belum makan dari pagi dan ia memutuskan untuk membeli sesuatu,


"mumpung lagi nafsu aku makan di sini saja" ucap Ray kepada diri sendiri


lalu ia melirik ke arah taman dan melihat seorang wanita yang sedang duduk, lalu ia menghampiri nya


"loh kok pake seragam sekolah yang sama kayak aku" ucap Ray di dalam hati


"permisi, apa aku boleh duduk di samping mu? " ucap Ray


"oh silahkan" ucap wanita itu dengan ekspresi datar


"maaf telat memperkenalkan diri, namaku Ray, salam kenal ya"


"oh namaku Miura, panggil saja Yura" ucap wanita itu


"Yura, kamu anak kelas 1 yang baru-baru ini populer, kan? "


"iya, omong-omong kamu yang kemarin bikin rusuh di kantin, kan? "


"i... iya, hehe... "


"huf... kenapa sih kamu bikin rusuh di kantin"


"eh... nih cewek kok kepo banget ya? " ucap Ray di dalam hati


"sebenarnya, aku di tindas karena aku suka berkhayal" ucap Ray


"kamu di tindas cuma karena itu" ucap Yura


"iya, omong-omong kamu populer karena apa? "


"janji jangan ketawa ya" ucap Yura


"iya... "


"waktu itu aku cerita pada temanku, bahwa aku pernah hidup di dunia yang penuh dengan sihir, lalu mereka menertawakan ku dan mengejekku, kemudian keesokan harinya aku melihat sebuah kertas yang bertuliskan (Yura sudah gila, dia berkata bahwa dia pernah hidup di dunia sihir) di papan pengumuman, lalu sejak saat itu aku selalu di bully dan dijuluki (penggila sihir) "


"haha... ha... " tawa Ray


"kau sudah janji kan tidak akan ketawa" ucap Yura


"m... maaf, aku hanya tidak menyangka, di kelasku kau dikenal sebagai murid paling cantik" ucap Ray


"huf... udah lah gak usah sok baik" ucap Yura


"cewek emang ribet, di ketawain marah, giliran di puji malah sok cool" keluhan Ray


"oh ya, ini kalo mau ambil aja jangan sungkan" ucap Ray meletakan kantung plastik


"o... oh makasih" Yura mengambil roti dari kantung plastik milik Ray,


"Ray kamu kok jam segini masih di luar? " tanya Yura


"kamu juga sama, tuh" ucap Ray


"gitu amat" ucap Yura,


lalu setelah Yura menghabiskan roti nya, ia bersandar di bahu Ray,


"yu... Yura kenapa kamu tiba-tiba begi~, eh ketiduran ya, biarin ah dia pasti lagi kecapean" ucap Ray saat melihat Yura yang tertidur pulas di bahunya.


(kembali ke masa sekarang)


"Ray, mungkin saat itu sikap ku dingin padamu, tapi saat aku tau kepribadianmu, aku mulai memiliki perasaan padamu" pernyataan dari Miu


"hmm... "


"kenapa Ray, apa ada yang salah? " tanya miu


"emang kamu suka apa dari aku" tanya Ray


"walau kamu kekanak-kanakan tapi kamu kelihatan lebih dewasa dari yang lain, dan selain itu kamu selalu tampil keren" ucap Miu tersenyum


"ya... kalo masalah tampil keren sih wajar, soalnya aku suka action daripada cool, ngerti lah maksudnya apa" ucap Ray


"ngerti kok, yang penting kamu paling keren" ucap Miu,


"Miu besok kita ke rumah kamu yuk" ajakan Ray


"kok tiba-tiba, emang ada apa" tanya Miu


"ada deh... " ucap Ray


"dih, pelit" ucap Miu


"udah malem nih, pulang yuk" ajakan Ray


lalu Miu tertidur dan bersandar di bahu Ray,

__ADS_1


"M... Miu kau ke~, huf... selamat malam Miu" ucap Ray tersenyum


>bersambung


__ADS_2