Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
episode 31


__ADS_3

"Nyke, Pyke, Tina, basakah kalian kesini sebentar" ucap Liana memanggil mereka saat sedang mencuci sayuran di belakang


"ya... " jawab mereka,


"ada apa kak? " tanya Tina


"tolong carikan kayu bakar ya, untuk Tina bantu kakak menyiapkan bahan makanan ya" Liana menyuruh mereka


"kalau begitu kami pergi dulu ya, Nyke ayo kita harus cepat... " ucap Pyke berlari


"tunggu... Pyke" ucap Nyke


"kalian hati-hati ya, jangan terlalu lama" ucap Liana


"ya, kami akan berhati-hati" ucap Pyke


"kak, apa yang harus aku lakukan? " tanya Tina


"tolong cuci sayuran ini ya, kalau airnya kurang ambil saja di sungai, kakak mau menyiapkan alat masak dulu" ucap Liana


"baiklah... " jawab Tina.


"Nyke, tolong ambil yang di sana juga ya" ucap Pyke


"tapi yang itu basah, tidak bisa dijadikan bahan bakar" ucap Nyke


"sudahlah ambil saja nanti kita jemur di rumah" ucap Pyke


"baiklah... " jawab Nyke lalu mengambilnya,


saat Nyke mengambil kayu itu, ia melihat sebuah batu sihir dan mengambilnya,


"Pyke, lihat ini... " ucap Nyke meminta Pyke melihat batu sihir itu


"hmm... ini kan cuma batu sihir biasa" ucap Pyke


"tapi batu sihir ini seperti memiliki energi sihir yang sangat luar biasa" ucap Nyke


lalu Nyke menjatuhkan batu sihir itu, dan seketika muncullah sebuah lingkaran sihir yang men-teleport mereka secara paksa.


(beberapa jam kemudian)


Liana dan Tina sedang menunggu Nyke dan Pyke di depan rumah


"kakak, kenapa mereka lama sekali" tanya Tina


"mungkin mereka sedang istirahat dulu, itu sudah biasa, bukan" ucap Liana


"hmm... tetap saja mereka lama" Tina mengeluh


lalu Ray datang dengan Phyllis dan membawa makanan,


"Liana... " Ray memanggil Liana


"Ray, kenapa kau kesini" ucap Liana


"kenapa... apa aku tidak boleh datang kesini? " tanya Ray


"tidak, bukan begitu" ucap Liana


"yasudah... ini makanlah, aku tadi masak kebanyakan" ucap Ray memberi makanan


"terimakasih, Tina ini makanlah dulu, kakak ada urusan dengan kak Ray" ucap Liana


"baiklah, kak Ray terimakasih atas makanannya" ucap Tania berterimakasih


"iya, kau makan yang kenyang ya" ucap Ray


"ya... " ucap Tina lalu pergi


"oh ya, omong-omong dimana Pyke dan Nyke? " tanya Ray


"tadi mereka sedang mencari kayu bakar tapi sampai sekarang mereka belum pulang" ucap Liana

__ADS_1


"mereka pergi ke arah mana? " tanya Ray


"ke arah sana" jawab Liana sambil menunjukkan arah


"Phyllis tolong jaga Liana sebentar, aku akan mencari mereka" ucap Ray


"baiklah, Ray kau berhati-hatilah jangan gegabah" ucap Phyllis


"baiklah... " ucap Ray lalu pergi.


"Cia, apa kau tau sesuatu? " tanya Ray


"untuk sekarang belum tapi aku merasa ada energi sihir di sekitar sini" ucap Cia


"Ray coba kearah kanan, aku merasa ada yang ganjil" ucap Diabolos menyuruh Ray


"baiklah... " jawab Ray


lalu tidak sengaja Ray melihat batu sihir,


"batu sihir? " ucap Ray kebingungan


"Ray coba alirkan energi sihir kedalam batu itu" ucap Cia


"baiklah... " Ray mengalirkan energi sihir miliknya,


lalu seketika muncul lingkaran sihir yang men-teleportasi Ray secara paksa


"apa ini? " ucap Ray lalu menghilang.


saat Ray membuka matanya, ia berada di sebuah gua,


"dimana kita? " tanya Ray kepada Cia


"Ray waspadalah, gunakan aku sepertinya kita di dungeon" ucap Diabolos menyuruh Ray menggunakannya


"dungeon katamu? " ucap Ray


"ya, sepertinya mereka juga di teleportasi kan ke dungeon ini" ucap Cia


"aku tidak bisa, bagaimana dengan Diabolos" ucap Cia


"aku juga tidak bisa" ucap Diabolos


"hah... apa boleh buat, sepertinya aku harus mengandalkan metode manual" ucap Ray


"maksudmu mencari jejak? " ucap Cia


"ya begitulah, kalau kalian melihat sesuatu beri tau aku ya" ucap Ray


"baiklah... " jawab mereka.


lalu mereka mencari jejak Nyke dan Pyke di dalam gua itu.


(di sisi lain)


"Pyke, bagaimana ini, aku tidak mau terjebak di sini selamanya" ucap Nyke


"Nyke tenanglah, kak Liana pasti akan menyelamatkan kita" ucap Pyke menenangkan Nyke


"graaaa... "


"i... itu suara monster, Pyke kita harus bagaimana Pyke, jawab" ucap Nyke ketakutan


"tenanglah Nyke, jangan berisik, kita bisa ketahuan kalau kau berisik" ucap Pyke menenangkan Nyke


"diam dan ikuti aku, jika aku bilang lari maka lari lah ikut aku" ucap Pyke


"hm... " Nyke mengangguk


lalu mereka berjalan perlahan menjauhi suara monster itu "


"perlahan saja, Nyke" ucap Pyke

__ADS_1


lalu tiba-tiba segerombolan monster datang mendekati Pyke dan Nyke


"gawat, Nyke cepat lari" ucap Pyke menarik tangan Nyke dan berlari


lalu mereka bertemu dengan sekelompok petualang,


"Pyke cepat lihat itu, ada petualang" ucap Nyke


"kau benar cepat kesana, mereka pasti akan menolong kita" ucap Pyke lalu mereka berlari kearah para petualang itu


"hey... tolong kami, kami sedang di kejar monster" teriak Pyke.


"bos lihat itu, ada anak kecil" ucap salah satu petualang


"sepertinya mereka sedang dikejar monster" ucap petualang tadi


"semuanya, dengar ini, selamatkan anak anak itu, lalu jadikan mereka budak" ucap salah seorang petualang yang mereka panggil bos


"baik... " jawab mereka lalu berlari dan menyerang para monster.


setelah monster monster itu dikalahkan, Nyke dan Pyke ditanyai oleh petualang yang dipanggil bos


"hey kalian, kenapa anak kecil seperti kalian berada di dungeon" ucap bos


"kami tidak tahu apapun, saat kami sedang mencari kayu bakar, kami melihat sebuah batu sihir lalu kami mengambilnya dan tiba-tiba kami ada di dalam dungeon ini" cerita Pyke


"oh seperti itu"


"lalu bagaimana dengan bayarannya, kami sudah menyelamatkan kalian dan tentunya kalian harus membayarnya" ucap petualang itu


"tapi, kami tidak punya uang" ucap Nyke


"kalau begitu kau harus jadi budakku" ucap petualang


"hah... tapi... " ucap Nyke


"kenapa, apa kalian tidak mau, kalau kalian menolak maka kami akan membunuh kalian" ucap petualang itu menakut-nakuti Nyke dan Pyke


"baiklah... " ucap Pyke


"Pyke apa yang kau katakan" ucap Nyke


"tapi biarkan Nyke pergi" ucap Pyke


"oy... oy... oy, jangan pikir bahwa kami bodoh, kami juga tau jika kau pergi maka kau akan melaporkan ke Asosiasi petualang" ucap salah satu dari mereka lalu mereka tertawa


"semuanya bawa mereka berdua" ucap petualang yang mereka panggil bos


"tunggu, biarka..." ucap Nyke lalu mereka jatuh pingsan saat salah satu petualang membacakan mantra.


"Ray, coba kau berhenti dulu disini, aku merasakan energi sihir walau sangat kecil" ucap Cia


"baiklah... " lalu Ray berhenti,


"bagaimana, apa kau bisa menemukan sumber energi sihir itu? " tanya Ray


"coba ke kiri" ucap Cia


"baiklah... " lalu Ray berjalan kearah kiri,


"apa ini, kenapa banyak monster yang mati disini" ucap Ray


"Ray sepertinya telah terjadi pertarungan di sini" ucap Diabolos


"apa ada kemungkinan Nyke dan Pyke berjalan kesini? " tanya Ray


"aku belum bisa memastikannya tapi ikuti saja jejak sihir ini, siapa tau ada petunjuk" ucap Diabolos


"baiklah... " ucap Ray menurut.


"hari sudah mulai gelap tapi kenapa Ray belum kembali, apakah terjadi sesuatu pada Nyke dan Pyke


"Liana percayalah pada Ray dia pasti akan kembali membawa adik adikmu" ucap Phyllis.

__ADS_1


>bersambung


__ADS_2