
saat Phyllis, Lina dan Sura sampai di Thanatos, Lina melihat asap hitam yang berasal dari kerajaan,
"Phyllis, asap apa itu? " tanya Lina
"apa itu, asapnya tebal sekali" ucap Sura
"asap itu, asalnya dari kastil" ucap Phyllis dalam hatinya
"kalian cepat ikuti aku... " ucap Phyllis lalu berlari
"baik, Sura ayo... " ucap Lina lalu mereka berdua mengikuti Phyllis dan menuju ke arah Thanatos.
saat mereka sampai di sana, Lucia berlari kearah Phyllis dengan sangat cepat.
"nona Phyllis akhirnya kau sampai, apa kau melihat Ray, kami sedang dalam masalah" ucap Lucia
"coba jelaskan dulu apa masalahnya" ucap Phyllis meminta penjelasannya
"jadi, dua hari yang lalu Ray keluar bersama dengan Liana, lalu saat aku keluar untuk mencari Ray aku bertemu dengan para penjaga yang sedang menyeret seorang manusia" penjelasan Lucia
"saat aku bertanya apa yang terjadi, mereka menjawab bahwa petualang itu membuat kegaduhan di asosiasi petualang lalu Ray menyuruh mereka menahan petualang itu" lanjut Lucia
"setelah itu apa yang terjadi" ucap Phyllis sedikit penasaran
"aku tidak yakin tapi saat aku berkunjung ke asosiasi, aku diberi tahu oleh wanita bernama Rin kalau Ray mengambil misi mengeksplorasi tambang mithril" ucap Lucia melanjutkan ceritanya
"jadi, dimana dia sekarang" ucap Phyllis
"aku juga tidak tau, saat aku menyuruh para prajurit khusus untuk mencari Ray di tambang itu, tim kami hanya menemukan beberapa jejak kaki, tapi sayangnya jejak itu berhenti di suatu tempat, kami juga sempat menemukan sebuah segel di beberapa tempat di gua itu" ucap Lucia
"begitu ya, jadi ada kemungkinan dalang dari semua ini adalah orang yang memasang segel itu" ucap Phyllis menduga-duga
"tidak juga" ucap Lucia
"hah... apa maksudmu" ucap Phyllis
"seperti yang kukatakan tadi, bahwa kau salah, setelah di telusuri segel itu memiliki energi sihir yang sama dengan milik Ray" ucap Lucia
"oh jadi begitu ya" ucap Phyllis
"nona Phyllis omong-omong, siapa orang-orang ini" tanya Lucia
"nanti akan ku perkenalkan, lebih baik sekarang kita ke kastil dulu" ucap Phyllis,
"baiklah... " ucap Lucia.
sesampainya mereka di sana, Phyllis mengenalkan Lina dan Sura pada Lucia
"Lucia biar ku perkenalkan padamu" ucap Phyllis
"ini Lina dan yang kecil ini adiknya, namanya Sura. mereka berasal dari beast village" Phyllis memperkenalkan mereka pada Lucia
"beast village, benarkah... " ucap Lucia terkejut
__ADS_1
"ya begitulah hehe... " ucap Lina
"ekhem... perkenalkan namaku Lucia, salah satu dari empat jendral raja iblis Thanatos, senang bertemu denganmu" ucap Lucia
"jendral ya... " Lina memikirkan sesuatu
"ada apa, apa ada masalah" ucap Lucia
"kakak, aku ingin melawannya" ucap Sura kepada Lina
"Sura, itu tidak sopan" ucap Lina menasehati
"sudahlah Lina biarkan dia melawan Lucia, aku yakin Sura akan menang, apa kau lupa dengan pertarungan antara aku dan Sura, kau melihatnya sendiri bukan? " ucap Phyllis
(saat pertarungan Phyllis dan Sura)
"terima ini... " Sura mengayunkan sabit miliknya ke arah Phyllis
lalu Phyllis menangkis mata pisau sabit itu dengan gagang sabit miliknya
"heheh... " tawa kecil Sura
lalu tanpa disadari Sura menyerang Phyllis menggunakan ujung gagang sabit nya,
namun dengan cepat Phyllis melompat ke belakang saat mengetahui serangan dari Sura,
lalu sura bergerak mendekati Phyllis dengan cepat, saat Sura berada di depan Phyllis, Phyllis mengayunkan sabit nya secara horizontal,
lalu Sura berhenti dan mengayun sabit ke atas,
"hah... aku lengah, mata pisaunya tepat berasa di leher bagian belakang" isi hati Phyllis saat mengetahui dirinya terkena skakmat oleh Sura
"baiklah, aku akui kau menang, selamat ya Sura" ucap Phyllis
"kakak lihat aku menang... " ucap Sura kepada Lina
"iya, tapi kau harus belajar lebih banyak lagi, dan kakak akan mengakui kemampuanmu jika sudah bisa mengalahkan kakak" ucap Lina
"iya... " ucap Sura.
(lanjut)
"benar juga... Lucia aku menantang mu, jika kau bisa menang melawan Sura aku akan memberimu satu permintaan" ucap Phyllis
"berarti aku boleh meminta apapun kan? " ucap Lucia
"ya... " ucap Phyllis,
lalu mereka semua keluar untuk menyaksikan pertarungan Sura dan Lucia.
"baiklah akan ku jelaskan dulu peraturan nya. pertama tidak boleh memakai sihir, kedua tidak boleh membunuh, ketiga pertarungan hanya akan di berhenti kan jika salah satu dari kalian terkena skakmat, menyerah atau mengaku kalah, atau sudah tidak bisa menyerang ataupun menghindar" ucap Lina menjelaskan peraturan nya
"pertarungan akan mulai dalam hitungan, tiga... dua... satu mulai... " Lina dan Phyllis menghitung mundur secara bersamaan.
__ADS_1
saat pertarungan baru dimulai, Lucia menyerang Sura menggunakan pedang kayu,
"jika musuh menggunakan pedang dan menebas dari arah kiri, maka aku harus... " isi hati Sura,
lalu Sura berputar ke kanan dan mendorong pedang Lucia ke arah kanan menggunakan bagian belakang sabit dan mengayunkan sabit nya ke kiri dengan sangat cepat,
setelah itu, Lucia terjatuh karena terkejut.
mereka yang melihatnya pun langsung berlari kearah Lucia.
"Lucia... " teriak Lina
"Sura apa yang terjadi? kenapa Lucia bisa seperti ini? " Phyllis bertanya-tanya
"dia baik baik saja kok, dia hanya sedikit syok" ucap Sura
"huft... tapi kenapa Lucia sampai seperti ini" ucap Lina
"simpel saja, aku menebas dengan sangat cepat hingga menghasilkan hembusan angin yang sangat tipis dan kencang, disitulah efek halusinasi terjadi" ucap Sura
"masih kurang jelas" ucap Phyllis
"menurut guruku... "
"hah kau punya guru... siapa dia? bagaimana orangnya? dia laki-laki atau perempuan? " Lina terkejut
"kakak dengarlah dulu, aku akan menjawabnya saat sudah selesai menjelaskan" ucap Sura
"maaf... " ucap Lina
"tidak apa-apa, menurut guruku hal itu disebabkan oleh sel-sel otak yang menangkap apa yang kita rasakan. contohnya seperti tadi, jika aku memberhentikan mata pisau tepat di leher maka kak Lucia akan merasa merinding, tapi jika aku melanjutkan tebasan itu hingga memutus leher maka yang terjadi adalah kak Lucia akan mati, tapi aku tidak melakukan kedua hal itu " ucap Sura menjelaskan
"lalu bagaimana kelanjutannya" ucap Phyllis
"saat aku menebaskan sabit ku dengan sangat cepat, tebasan itu menghasilkan angin kencang dan tipis, lalu angin itu mengenai leher kak Lucia sehingga kemungkinannya kak Lucia berpikir bahwa sabit ku lah yang menyentuh lehernya, itu sebabnya kak Lucia menjadi syok seperti itu" ucap Sura menjelaskan
"oh begitu ya... " ucap Lina
"oh ya, aku tidak tau siapa guruku, aku tidak tau namanya, yang pasti dia adalah laki-laki dan dia menggunakan topeng putih, kalau tidak salah rambutnya berwarna biru" ucap Sura
"hmm... itu sangat asing bagiku" ucap Lina
"rambutnya panjang atau pendek? " tanya Phyllis
"panjang... " jawab Sura
"sepertinya aku pernah melihatnya" ucap Phyllis
"dimana? " tanya Lina
"kalau tidak salah di... " Phyllis berpikir
"oy kalian sedang apa kalian di sana, siapa yang mengizinkan kalian masuk ke sini" ucap seorang penjaga.
__ADS_1
>bersambung