
"sepertinya aku harus mencari tau kenapa mereka bisa seperti itu" ucap Ray pada diri sendiri,
lalu Ray mengikuti anak anak itu ke suatu tempat dengan menggunakan sihir angin untuk terbang.
setelah itu Ray menunjukkan dirinya saat anak anak itu menuju ke arah hutan,
"oy kalian, kenapa kalian mendekati hutan, bukankah itu berbahaya bagi kalian" ucap Ray memarahi anak anak itu
"ta... tapi tuan, rumah kami ada di sana" ucap salah satu dari mereka
"kalau begitu biar aku antar kalian pulang" ucap Ray
"hm... terimakasih" ucap mereka lalu pergi bersama Ray.
"sekali lagi terimakasih, maaf jika kami menyusahkan mu" ucap salah satu dari mereka
"tidak apa-apa, sudah sewajarnya sebagai orang dewasa aku harus menolong yang lebih muda dariku seperti kalian" ucap Ray
"wah... kau sangat hebat" ucap salah satu dari mereka
"hey... jangan panggil orang sembarangan" ucap seorang anak yang terlihat lebih tua
"maaf kak... " ucap anak yang memanggil Ray dengan sebutan kau
"tidak apa apa kok, kalau begitu kalian menganggap ku sebagai kakak kalian" ucap Ray
"terimakasih kak, namaku Tina" ucap seorang anak perempuan
"namaku Pyke (Pik) "
"namaku Nyke (Nik) "
"kalau begitu, salam kenal ya Tina, Pyke, Nyke" ucap Ray,
"ya... " jawab mereka
"kak... rumah kami ada didepan" ucap Pyke
"kalau bisa, mampirlah ke rumah kami dulu sebelum pulang" ucap Tina
"iya, kami ingin memberimu hadiah sebagai rasa terimakasih" ucap Nyke
"baiklah kakak Terima tawaran kalian" ucap Ray lalu mampir ke rumah mereka,
"kau ini, jaga adik adikmu itu dengan baik jika kau tidak ingin terkena masalah, untuk sekarang aku memaafkan mu, aku masih ada urusan" ucap seorang bibi tua tampak sedang memarahi seorang wanita
"permisi kalau boleh tau ada apa ini" tanya Ray datang tiba-tiba
"kakak... " ucap Tina dan yang lainnya lalu berlari dan memeluk wanita itu
"yang mulia, tolong ampuni saya, saya tidak bermaksud untuk menindas wanita ini" bibi itu
"kalau begitu, Liana aku pamit, dah... " ucap bibi itu lalu pergi
"kakak baik, kenapa bibi itu memanggilmu yang mulia, apa kau seorang raja? " tanya Nyke
"Nyke itu tidak sopan, yang mulia aku minta maaf atas kesalahan adikku, Nyke cepat minta maaf kepada yang mulia" ucap wanita itu
"tidak apa-apa, namanya juga anak anak, mereka tidak tau apa apa jadi wajar wajar saja jika mereka berbuat salah, jadi bisakah kau perkenalan terlebih dahulu" ucap Ray
"maaf aku lupa memperkenalkan diri" wanita itu meminta maaf
"tidak apa-apa" ucap Ray
__ADS_1
"perkenalkan namaku Liana" ucap wanita itu memperkenalkan diri
"namaku Ray, salam kenal ya" ucap Ray memperkenalkan dirinya
"salam kenal juga, maaf jika saya lancang kalau boleh tau, ada apa yang mulia kesini" tanya Liana
"tidak usah terlalu formal panggil saja aku Ray, aku kesini hanya mengantarkan mereka" ucap Ray
"kalau begitu terimakasih sudah mengantarkan adik adikku kesini kalau begitu mari masuk, aku akan siapkan teh" ucap Liana
"oh ya terimakasih tapi kau seharusnya tidak perlu repot repot" ucap Ray
"kak Ray masuk saja, kami tidak keberatan kok" ucap Tina
"Tina itu tidak sopan" ucap Liana
"tidak apa-apa, biarkan saja" ucap Ray
"oh ya, kakak aku membawa makanan untuk kita makan" ucap Pyke memberi banyak makanan kepada Liana
"darimana kau mendapat ini Pyke, jangan bilang kalau kau mencurinya" ucap Liana memarahi Pyke
"Liana sudahlah, aku yang membeli semua itu untuk mereka jadi tolong jangan marahi mereka" ucap Ray
"kakak, terimakasih untuk makanan yang kakak berikan pada kami" ucap Pyke berterimakasih
"terimakasih untuk semuanya yang mu... Ray" ucap Liana berterimakasih
"sama-sama... " jawab Ray
"kalau begitu mari masuk" ucap Liana meminta Ray masuk
"baiklah",
" Ray silahkan duduk Tina, Pyke, Nyke, bisakah kalian kebelakang sebentar, kakak ingin bicara dengan kak Ray" ucap Liana mempersilahkan Ray duduk dan menyuruh Tina dan yang lainnya kebelakang
setelah mereka pergi Liana menghampiri Ray dan duduk di samping nya,
"Liana... "
lalu Liana memeluk tangan Ray dan mengatakan sesuatu,
"lakukanlah sesukamu, kau boleh melakukan apapun padaku" ucap Liana lalu menempelkan lengan Ray pada dadanya
"umm... bisa kau jelaskan apa maksudmu" ucap Ray
"eh... jadi kau tidak menginginkan tubuhku" ucap Liana
"eh... " Ray kebingungan
"maafkan aku, aku mengira kau menginginkan tubuhku jadi aku melakukannya, jadi tolong ampuni aku, beri aku hukuman apapun asal jangan hukuman mati, adik adikku masih terlalu dini untuk kehilangan seseorang yang mereka sayangi" ucap Liana
"tidak apa apa kok, oh ya omong-omong dimana orang tua kalian" tanya Ray
lalu Liana meneteskan air mata saat mendengar ucapan Ray
"Liana, maaf jika aku membuatmu menangis" ucap Ray meminta maaf
"tidak apa-apa, akan ku ceritakan"
"saat itu"
(masa lalu Liana)
__ADS_1
"Liana kami menerima misi khusus dari Kerajaan jadi tolong jaga adik adikmu soal makanan ibu sudah siapkan di meja makan, jika kurang kau gunakan saja bahan makanan di dapur untuk memasak" ucap Ibu Liana
"Liana, ayah berjanji kami akan pulang cepat" ucap ayah Liana
"Ibu berangkat dulu ya nak" ucap Ibu Liana.
"sejak saat itu, mereka tidak pernah terlihat lagi, mereka dikabarkan sudah tewas saat menjalankan misi" cerita Liana
"kalau boleh tau, misi apa yang mereka terima? " tanya Ray
"setahuku mereka menjalankan misi pencarian di dungeon lantai dasar, dan sepertinya mereka dibunuh oleh boss lantai" ucap Liana
"boss lantai ya... " ucap Ray
"apa mereka sudah menemukan jasadnya? " tanya Ray
"belum, tapi sudah satu tahun setelah boss lantai dikalahkan mereka masih tidak bisa ditemukan" ucap Liana
"begitu ya... " ucap Ray
"kalau begitu terimakasih sudah mengizinkanku masuk ke rumah ini, aku pergi dulu ya" ucap Ray
"aku juga berterimakasih atas makanan yang kau belikan untuk adikku, aku harap aku bisa membalas budi" ucap Liana
"baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya sampai jumpa" ucap Ray
"iya, sampai jumpa" ucap Liana,
setelah itu Ray kembali ke kastil.
saat Ray kembali Ray ditanyai oleh petugas penjaga gerbang,
"yang mulia, kapan yang mulia keluar, kenapa tidak membawa pengawal" ucap para penjaga gerbang
"maaf jika itu membuat kalian khawatir tapi aku baik baik saja kok, lagi pula aku tidak butuh pengawal" ucap Ray lalu masuk begitu saja,
"Ray akhirnya kau datang, aku sudah lama menunggumu pulang, kau ini kemana saja sih" ucap Phyllis
"aku hanya jalan jalan sebentar, jadi ada perlu apa? " tanya Ray
"semua pekerjaan sudah ku bereskan jadi apa hadiahnya" ucap Phyllis menanyakan hadiah atas pekerjaan yang dia lakukan
"oh, sebutkan saja permintaanmu apapun itu" ucap Ray
"baiklah kalau begitu tolong pejamkan matamu dan jangan melihat sampai aku menyuruhmu" ucap Phyllis
"oh itu sangat mudah, begini kan... " ucap Ray lalu memejamkan matanya
"nah benar begitu, tunggu dulu ya... " ucap Phyllis lalu memeluk dan mencium Ray
"Phyllis... " lalu Ray hanya diam dan menunggu Phyllis selesai.
"apakah sudah selesai? " tanya Ray
"sudah kok, terimakasih ya" ucap Phyllis
"justru akulah yang harusnya berterimakasih padamu, kau telah banyak membantuku" ucap Ray
"dari pada itu, aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu dan Lucia" ucap Ray lalu memanggil Lucia.
setelah itu Ray menceritakan semua yang baru saja terjadi kepada Lucia dan Phyllis,
"jadi, apa rencanamu Ray? " tanya Lucia
__ADS_1
"aku berencana mengunjungi dungeon itu dan mencari orang tua mereka" ucap Ray.
>bersambung