Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
episode 42


__ADS_3

"si penakluk dunia, siapa itu? " tanya Ray


"kau tidak tau ya" ucap Liza


"si penakluk dunia, kukira itu hanya sebuah legenda" ucap Liana


"legenda? dengan nama seperti itu? konyol" ucap Ray


"Ray jangan terlalu meremehkannya" ucap Liza


"itu benar, aku setuju dengan Liza" ucap Liana


"Liza, coba jelaskan dulu situasinya" ucap Cia


"baiklah... " ucap Liza


"jadi beberapa bulan lalu, aku mendapat kabar tentang kematian para tentara dunia bawah, saat aku selidiki ternyata hal itu ada kaitannya dengan si penakluk dunia, aku juga sempat berpikir kalau itu hanya sekedar legenda, tapi saat aku mengunjungi suatu desa aku diberi tahu oleh seorang informan dari organisasi gelap, aku sempat ditawari kerja sama tapi aku menolaknya" ucap Liza menjelaskan


"lalu, apa yang terjadi dengan informan dari organisasi gelap itu? " tanya Ray


"aku melepaskannya karena aku merasa kasihan dengan mereka, tapi beberapa hari kemudian aku sempat menerima kabar bahwa informan itu telah dilenyapkan bersama rekan-rekan nya, berdasarkan informasinya, mereka dilenyapkan oleh bawahan si penakluk dunia" ucap Liza


"begitu ya, jadi informasi apa saja yang sudah kau dapatkan? " tanya Ray


"sejauh ini aku hanya baru mendapat sedikit informasi" ucap Liza


"aku pernah mendengar dia ingin menaklukkan dunia bawah dan menjadi penguasa di sana, ada juga yang mengatakan bahwa tujuan dari orang itu adalah mencari sumber energi sihir yang waktu itu keluar secara tiba-tiba" ucap Liza


"apa ada informasi lain? " tanya Ray


"ada juga yang bilang kekuatannya bisa menghancurkan ribuan dunia, dengan satu jentik jarinya" ucap Liza


lalu Ray mendadak terdiam karena mendengar informasi dari Liza


"ribuan dunia... levelnya jelas jauh banget tuh" ucap Ray dalam hatinya


"meskipun begitu, ada kemungkinan itu cuma khayalan mereka saja, aku benar kan" ucap Liza

__ADS_1


lalu mereka kebingungan saat melihat Ray yang terdiam,


"aaaamhh... " Liza menggigit leher Ray


Ray sedikit terkejut saat Liza menggigitnya


"sakit... " ucap Ray dengan nada datar dan tanpa ekspresi.


"Ray kenapa kau diam saja tadi? " tanya Liza


"berisik kau dasar loli bodoh" ucap Ray


"duh gitu aja marah, hmm... " ucap Liza lalu memalingkan wajahnya


"cih, di kasih obat nyamuk baru tau rasa tuh bocah" ucap Ray


"siapa yang kau panggil bocah, sialan" Liza tampak marah


"kalian berdua tenanglah, mari kita bahas rencana untuk melawan mereka" ucap Liana


"aku setuju dengan Liana" ucap Cia


"baiklah, kali ini saja ya" ucap Ray


"ya... kalau begitu mari kita lanjutkan percakapan kita" ucap Liza


"emhh... nona Liza apakah anda sudah tau dimana persembunyian mereka? " tanya Liana


"ada kemungkinan dia bersembunyi di alam roh atau alam dewa, karena dia tempat itu adalah tempat yang paling cocok untuk dijadikan tempat persembunyian" ucap Liza


"jadi artinya kita harus mencarinya di dua alam" cap Cia


"kurang lebih seperti itu... " ucap Liza


"kalau begitu apa kau sudah ada rencana untuk melawan mereka? " tanya Ray kepada Liza dengan rasa berharap


"untuk rencana aku tidak mengerti apa-apa, jadi aku tidak tau harus bagaimana" ucap Liza

__ADS_1


"ternyata benar, berharap kepada orang lain sama saja dengan membuat pemicu untuk bunuh diri" ucap Ray hilang harapan


"Ray, kau terlihat menjijikkan saat sedang hilang harapan" ucap Cia


"benar itu, aku setuju dengan apa yang Cia katakan" ucap Liza


"kalian sudahlah, kasihan Ray, dia sedang sedih tuh" ucap Liana


"terimakasih atas perhatian kalian tapi aku hanya bercanda kok" ucap Ray


"oh aku kira kau sedang merindukan Miu, mangkanya kau sedih" ucap Cia


lalu Liana terdiam dan hampir meneteskan air mata, Ray yang melihat Liana seperti itu pun langsung menegur Cia untuk mengalihkan topik


"hei Cia jangan seperti itu, kasihan Liana dia jadi sedih karena mendengar ucapanmu" ucap Ray menegur Cia


"maaf aku tidak bermaksud menyinggung mu" ucap Cia


"tidak apa-apa kok, aku hanya teringat pada adikku" ucap Liana


"sepertinya memang tidak bisa, apa aku harus menyerah dan berhenti untuk memperebutkan Ray" ucap Liana dalam hatinya


"Liana aku minta maaf ya, aku bisa menjelaskan... " ucap Ray


"tidak apa-apa, aku sudah tau semuanya" ucap Liana menyangkal ucapan Ray


"Liana... "


"lebih baik kita keluar dulu dari sini, akan lebih enak jika kita membicarakannya di permukaan nanti" ucap Liana


"baiklah, soal jalan keluar biar aku yang memandu" ucap Liza


"oh, baik... Cia ayo" ucap Ray


"iya... ".


"Liana, sabar ya aku paham kok perasaanmu itu, aku yakin kau akan mendapatkan yang terbaik" ucap Liza

__ADS_1


"terimakasih, aku sudah agak baikan berkat ucapanmu tadi" ucap Liana.


__ADS_2