
"terserah kau saja lah, jadi apa maumu? " tanya Ifrit
"tolong jaga aku selagi aku ber evolusi" ucap Vell
"haaaaah... "
"kenapa, apa itu terlalu berat untukmu" ucap Vell
"ngomong ngomong, aku harus melindungimu dari apa? " ucap Ifrit
"mungkin dewa" ucap Vell
"cuma satu dua kan? " ucap Ifrit
"mungkin puluhan atau bahkan ratusan, soalnya ini alam dewa" ucap Vell
"itu terlalu berat untukku, soalnya mengalahkan satu dewa saja aku tidak bisa" ucap Ifrit
"ambil ini... " ucap Vell lalu melempar sebuah batu sihir
"untuk apa? " tanya Ifrit
"batu itu punya kemampuan soul eater, sudah tau kan kalau begitu aku tidur" ucap Vell lalu ber evolusi tanpa ragu
"gini amat nasibku" ucap Ifrit mengeluh
"ngomong ngomong, kalian lagi ngapain? " tanya Ifrit kepada Miu dan yang lainnya
"soal itu, kami sedang terperangkap di segel ini" ucap Miu
"segel? ini kan segel jiwa" ucap Ifrit
"kenapa kalian tidak mencari tumbal saja untuk membebaskan diri" ucap Ifrit
"apa maksudmu? " tanya Seku
"menurut para iblis dari dunia bawah, segel ini bisa dilepas tanpa membuat orang yang tersegel nya mati dan... "
"dan apa, cepat beritahu kami bagaimana cara melepaskan segel ini" ucap Lala memotong pembicaraan
"aku saja belum selesai menjelaskan" ucap Ifrit
"oh maaf, aku tidak bermaksud untuk melakukan itu" ucap Lala
"Ifrit silahkan lanjut" ucap Delft
"baik aku lanjut ya, menurut para iblis dari dunia bawah segel ini bisa dilepas, tapi kau harus mengorbankan ingatan seseorang" ucap Ifrit
"apa tidak ada cara lain selain mengorbankan ingatan? " tanya Miu
"tidak ada, hanya itu caranya" ucap Ifrit
"tapi temanku bilang kita bisa melepaskan tanpa mengorbankan apapun" ucap Delft
"maksudmu menggunakan kekuatan yang sangat besar, kan? " ucap Ifrit
"ya, tepat sekali" ucap Delft
"tapi sayangnya itu hanya sebuah cerita yang dipalsukan" ucap Ifrit
__ADS_1
"jadi itulah mengapa dewi kematian itu mengatakan bahwa Ray harus menggunakan otaknya" ucap Seku
"apa maksudmu Seku" ucap Lala
"dewi itu hanya mengarang cerita agar Ray menjadi lebih kuat, dan itu juga karena ia mengkhawatirkan keselamatan Ray, apa kalian ingat saat dimana energi sihir Ray menyebar ke ratusan dunia" ucap Seku
"iya kami ingat" ucap Miu
"saat dimana seseorang berhasil, pasti selalu ada yang ingin menjatuhkannya dan menggantikan posisinya" ucap Seku
"tapi pasti ada cara lain, kan" ucap Miu
"Miu, maafkan aku, sebenarnya dari awal aku sudah tau cara untuk melepaskan segel ini, tapi karena rasa khawatirku pada tuan aku tidak mempunyai keberanian untuk memberitahukan hal ini pada tuan, sekali lagi aku minta maaf" ucap Noku
"tidak usah dipikirkan, niatmu sudah baik kok" ucap Miu
"Ray... " ucap Miu dengan suara kecil lalu meneteskan air mata
"Miu, kau kenapa" ucap Zack saat melihat Miu menangis
"tidak, mataku agak perih tadi, jadi aku mengeluarkan air mata" ucap Miu
"Ray, maafkan aku" isi hati Miu.
"Ray, apa kau yakin mau masuk lebih dalam lagi" ucap Phyllis
"emang kenapa, kamu takut ya" ucap Ray mengejek
"berisik... " ucap Phyllis marah kepada Ray,
lalu Ray merasa aneh pada gua itu,
"sepertinya kau benar Ray, aku merasa di gua ini ada energi sihir yang sangat besar, tapi itu masih belum pasti" ucap Phyllis
"lalu apa kau bisa melacak sumber energi sihir itu? " tanya Ray
"maaf aku tidak bisa" Phyllis meminta maaf
"ya... tidak apa, untuk sekarang lebih baik kita cari sumber energi sihir itu" ucap Ray lalu masuk lebih dalam lagi.
Saat mereka sedang berjalan tiba tiba mereka dihadang oleh seseorang memakai jubah hitam pekat,
"siapa kau" ucap Ray dengan santainya
"kau tidak perlu tau siapa kami, yang terpenting turunkan semua senjata yang kau punya" ucap pria misterius itu, lalu Ray mengeluarkan demon scythe dan menancapkan nya di tanah,
"siapa kau sebenarnya, kenapa kau bisa mempunyai sabit seperti itu" ucap pria itu saat melihat demon scythe
"aku hanya orang biasa yang kebetulan lewat" ucap Ray lalu bergerak dengan cepat dan menendang perut pria itu, lalu Ray terkejut saat melihat tanduk di kepalanya
"ras iblis... " ucap Ray terkejut
"brengsek... semuanya tangkap dia" ucap pria itu lalu sekumpulan ras iblis menyerang Ray, namun mereka juga dijatuhkan satu persatu oleh Ray.
"apa cuma itu kekuatan kalian" ucap Ray mengejek
"si... siapa kau sebenarnya" tanya pria tadi
"hh... akulah raja iblis terkuat, sang cahaya bulan yang bersinar didalam kegelapan, namaku Ray" ucap Ray
__ADS_1
"Ray kata-kata mu menjijikkan" ucap Phyllis menyindir
"se jijik itukah" ucap Ray
"mungkin... "
"kalau begitu, maafkan aku dan anak buah ku, kami tidak bermaksud untuk menyerang, kami hanya di perintah oleh seseorang" ucap pria itu sambil bersujud
"angkat kepalamu, aku tidak pantas mendapatkan hal itu, lagipula aku hanyalah manusia biasa, jadi bisakah kau mengantarku ke tempat orang yang menyuruhmu, soal tadi lupakan saja aku sudah memaafkan mu kok" ucap Ray meminta tolong
"baik, sesuai permintaan, yang mulia raja" ucap pria itu
"tolong jangan terlalu formal, panggil saja aku Ray, kalian juga sama panggil aku Ray, mengerti... " ucap Ray dengan tegas, seketika mereka semua langsung berdiri tegak,
"ba... baik" ucap mereka semua
"yang mu... Ray, ayo ikut aku" ucap pria itu
"oh ok, tapi setidaknya sebutkan nama dulu sebelum kita pergi" Ray meminta mereka menyebutkan nama
"maaf, kami para iblis jarang ada yang mempunyai nama, iblis yang mempunyai nama hanyalah iblis yang mempunyai kedudukan tinggi" ucap pria itu
"oh maaf" Ray meminta maaf
"tidak apa-apa, ayo biar aku antar kau" ucap pria itu lalu mereka pergi ke suatu tempat.
"apakah kita sudah hampir sampai" ucap Phyllis
"dari sini ke markas jaraknya lumayan dekat" ucap pria tadi menjelaskan
"oh, Kira-kira markas kalian seperti apa? " tanya Ray
"markas kami hanya terbuat dari bebatuan, jadi mohon maaf jika nanti kalian tidak nyaman" ucap pria tadi
"tenang saja, aku sudah terbiasa dengan alam bebas" ucap Ray
"oh begitu ya, apa aku boleh memberi nama" ucap Ray
"kalau itu keputusan anda saya akan terima" ucap pria tadi
"dengan ini, secara resmi aku akan memberimu nama, namamu adalah Choris" Ray memberi nama
"terimakasih, itu sangat berarti bagiku" ucap Choris
"selamat ya untuk mu, kami senang ketua kami diberi nama oleh raja iblis terkuat" iblis lain mengucapkan selamat
"sekali lagi aku sangat berterimakasih" ucap Choris
"baiklah mari kita lanjutkan perjalanannya" ucap Ray
"baiklah, lewat sini Ray" ucap Choris menunjukkan jalan.
lalu mereka sampai di sebuah tempat yang dimana langit-langit gua dipenuhi kristal yang berkilau menerangi tempat itu,
"keren... jadi markas kalian adalah tempat sebagus ini" ucap Ray
"ya, syukurlah kalau anda menyukainya" ucap Choris
"selamat datang, manusia yang terpilih" ucap seorang wanita.
__ADS_1
>bersambung