Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
episode 32


__ADS_3

Saat Ray sedang mencari jejak energi sihir, ia mendadak ragu karena ia harus melewati jurang yang sangat dalam,


"Cia apa kau yakin ini jalan yang benar? " tanya Ray karena ragu


"ini sudah benar, tapi anehnya energi sihir itu seperti menyatu dengan dinding dungeon ini" ucap Cia


"menyatu dengan dinding... " Ray sedang berpikir


lalu Ray mencoba menggunakan sihir gelap untuk menjebol salah satu dinding dungeon,


"Ray apa yang kau lakukan? " tanya Cia


"perhatikan saja" ucap Ray


"baiklah... "


lalu di dinding itu terbentuk sebuah lubang besar


"Ray kau jenius" ucap Diabolos memuji Ray


"Ray jejak sihirnya mengarah ke lubang itu, tapi kenapa tidak ada jelan sama sekali, semuanya terlihat gelap bahkan dengan penglihatan malam ku" ucap Cia


"Cia, sepertinya kau harus belajar dari pengalaman" ucap Ray


"apa maksudmu Ray? " tanya Cia


"jangan bilang kalau ini... " ucap Diabolos


"ya... kau benar" ucap Ray, lalu Ray menunjuk kearah lubang dan mengucapkan mantra


"emh... apalah itu, cencel" Ray mencoba membaca mantra agar terlihat keren,


lalu seketika di balik lubang itu terlihat sebuah lorong yang panjang


"Ray mantra apa tadi? " tanya Cia


"tidak, aku hanya ingin tampil keren tapi aku tidak tau harus mengatakan apa" ucap Ray


"eh... gitu juga bisa toh" ucap Cia


"Cia, Diabolos dengarkan ini, ada kemungkinan lawan kita pengguna sihir gelap dan ada kemungkinan juga mereka bukan manusia biasa, jika dia dari ras iblis pun pasti dia adalah iblis tingkat tinggi" ucap Ray


"begitu ya, baiklah aku akan mewaspadai semua orang di sana" ucap Cia


"Ray, bagaimana denganku? " tanya Diabolos


"kau cukup beri aku informasi saja" ucap Ray


"baiklah serahkan padaku" ucap Diabolos.


(di sisi lain)


"Noku, apa kau menerima pesan telepati dari Ray? " tanya Miu


"belum, aku belum menerima kabar dari Ray" ucap Noku


"bagaimana denganmu Vell


"aku juga belum dapat kabar" ucap Miu


"Miu jangan bilang kau sudah... " ucap Lala


"hey Lala, kau jangan mengganggu Miu, kau tau kan kalau Miu sedang dimabuk rindu" ucap Zack mengejek Miu


"apasih... " ucap Miu


"kalian sudahlah jangan mengejek dia, karena... dia kan Miu" ucap Delft ikut ikutan mengejek Miu


"berisik... " Miu mulai marah

__ADS_1


"Miu sabarlah, sepertinya Ray sedang istirahat, ini sudah malam, tunggulah besok Ray pasti akan menghubungi kita" ucap Vell


"oh begitu ya" ucap Miu


"Lala... " Seku memanggil Lala dengan suara pelan


"hm... " Lala mengangguk pada Seku


"Miu kau jangan sedih, jika kau sedih aku juga ikut sedih" ucap Lala menghibur Miu


lalu Miu hanya diam lalu tersenyum,


"terimakasih ya, kalian sudah menghiburku, aku sangat senang bisa mengenal kalian, kalian adalah kenangan terindahku, kalian selalu mendukungku untuk tetap melangkah maju, kalian juga selalu menghiburku saat aku merasa sedih ataupun kesepian, sekali lagi aku berterimakasih pada kalian karena sudah menemani ku sampai sejauh ini" ucap Miu berterimakasih pada mereka


"Miu, kau bicara apa, sudah sewajarnya sebagai seorang teman kita harus selalu mendukung satu sama lain, meskipun kalian adalah orang baru bagiku" ucap Vell


"ya, kau benar Vell kita adalah teman" ucap Zack


"selamanya... " ucap semuanya termasuk Ifrit.


"Diabolos apa kau bisa menghitung ada berapa orang? " tanya Ray


"seperti biasa aku sudah menghitungnya, kira kira ada sekitar sepuluh orang dan sekitar dua puluh tahanan dari berbagai ras" ucap Diabolos


"budak ya... " ucap Ray menduga-duga


"apa maksudmu Ray? " tanya Cia


"tidak, itu tadi hanya dugaanku dan itu belum tentu benar" ucap Ray


"begitu ya" ucap Cia.


lalu Ray menyelinap dan membuat mereka pingsan satu persatu, kemudian Ray berjalan dan menemukan sebuah gudang,


"sepertinya ini gudang" ucap Ray sambil melihat sekeliling


"ternyata benar mereka menangkap dan menjual orang lain sebagai budak" ucap Ray


"cepat masuk... " sebuah suara misterius


lalu Ray mengecek sember suara itu dan melihat Nyke dan Pyke yang sedang dipaksa masuk kedalam kurungan, lalu Ray menendang kepala orang yang memaksa mereka hingga orang itu tidak sadarkan diri,


"kak Ray... " ucap Nyke dan Pyke memeluk Ray dan menangis


"kalian tidak apa-apa kan? " tanya Ray khawatir


"kami hanya terluka sedikit, kakak tidak perlu khawatir" ucap Nyke


"coba tunjukan luka kalian" ucap Ray menyuruh mereka menunjukan luka nya,


lalu Ray menyembuhkan luka mereka dengan sihir


"total heal... " Ray mengucapkan mantra


"wahh... kak Ray sangat hebat ya, luka kami langsung sembuh" ucap Nyke


"terimakasih kak Ray" Pyke berterimakasih


"iya, lain kali kalian harus lebih berhati-hati ya" ucap Ray


"nah sekarang lebih baik kita pulang, jangan membuat kakak kalian menunggu" ucap Ray


"hm... " mereka mengangguk


"tapi sebelum itu lebih baik kita membebaskan budak budak itu dulu" ucap Ray


"baiklah... " ucap mereka,


lalu mereka membebaskan budak budak itu dan membawa para pedagang budak untuk diinterogasi, lalu saat mereka berhasil keluar dari dungeon itu, mereka tampak sangat bahagia,

__ADS_1


"permisi, saya mewakili mereka ingin mengucapkan rasa terimakasih padamu" ucap salah seorang dari mereka


"tidak apa apa, menolong orang lain sudah menjadi tugasku" ucap Ray


"kalau begitu kami pamit, kami berharap bisa bertemu denganmu lagi" ucap orang itu


"memangnya kalian mau pergi kemana" ucap Ray


"di sebelah barat sana ada sebuah desa kecil, kami akan kesana, sekali lagi kami berterimakasih padamu" ucap orang itu lalu pergi


"tunggu, setidaknya beritahu namamu" ucap Ray menahan orang itu dan menanyakan nama


"maaf tuan, kami para budak tidak akan mempunyai nama sampai kami diberi nama" ucap orang itu


"begitu ya, kalau begitu sampai jumpa, jaga diri kalian baik baik" ucap Ray


"kak Ray, kenapa kau tidak memberi dia nama" ucap Nyke


"iya, padahal memberi nama adalah hal yang mudah" ucap Pyke


lalu Ray mengelus kepala mereka berdua dan berkata


"Pyke, Nyke dengar ya, memberi nama itu memanglah hal yang mudah, tapi bukan berarti kita boleh sembarangan memberi nama pada orang lain, karena nama yang mereka dapat dari keluarga mereka mungkin sangat berharga daripada nama yang kuberikan" ucap Ray menjelaskan pada Nyke dan Pyke


"oh begitu ya, kakak sangat hebat ya, selain hebat kakak juga sangat baik, kakak membagi pengetahuan yang kakak tahu kepada banyak orang" ucap Pyke


"iya, kakak juga selalu mendukung orang lain agar terus melangkah maju" ucap Nyke


"kalian juga hebat, kalian selalu belajar dari kata-kata yang orang lain katakan kepada kalian" ucap Ray


"sekarang sudah mau pagi, jadi sebaiknya kita pulang sebelum kakak kalian semakin khawatir pada kalian" ucap Ray,


lalu mereka pulang bersama.


saat mereka sampai di rumah Liana, Liana berlari kearah Nyke dan Pyke sambil meneteskan air mata, lalu mereka saling memeluk satu sama lain,


"Phyllis sepertinya kita juga harus pulang, kita tidak boleh membuat orang lain menunggu loh" ucap Ray


"baiklah, ayo kita pulang... " ucap Phyllis lalu mereka pergi


"sebentar... " Liana menahan mereka,


lalu Liana mencium Ray dan berkata


"terimakasih... " ucap Liana


"tapi ada anak kecil loh" ucap Ray


"tidak masalah kok, kan Nyke, Pyke" ucap Liana


"ya... " jawab mereka


"kalau begitu kami pulang dulu ya, sampai jumpa" ucap Ray


"sampai jumpa... " ucap Liana, Nyke dan Pyke


"oh ya, Phyllis omong omong kemana Tina kok tidak kelihatan? " tanya Ray


"dia sedang tidur" jawab Phyllis,


"halo, Ray apa kau bisa mendengar ku? " tanya Miu melalui telepati


"Miu akhirnya aku bisa mendengar suaramu lagi" ucap Ray


"apa itu... baru beberapa hari tapi kau sudah kangen" ucap Miu


lalu mereka mengobrol panjang, Ray juga menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada Miu.


>bersambung

__ADS_1


__ADS_2