
saat Phyllis berada di depan rumah Lina, ia mengetuk pintu rumah Lina dan memanggilnya,
"Lina, apa kau ada di dalam" ucap Phyllis memanggil Lina
lalu Sura membukakan pintu untuk Phyllis,
"kak Phyllis, ada apa? " tanya Sura
"apa kakakmu ada di dalam? " tanya Phyllis
"oh, tunggu ya aku panggil dulu" Sura menyuruh menunggu dan pergi memanggil Lina,
lalu Lina keluar setelah adiknya memberitahu,
"Phyllis, ada apa pagi-pagi sekali? " tanya Lina
"tidak, aku hanya ingin memastikan kalian sudah siap untuk pergi, kalau boleh aku juga ingin ikut membantu kalian" ucap Phyllis
"oh terimakasih, kalau begitu bisakah kau membeli bahan makanan di pasar" ucap Lina
"soal makanan aku ada banyak kok, kemarin malam aku berburu di hutan lalu karena sudah terlanjur, aku memilih untuk pergi ke dungeon" ucap Phyllis
"oh pantes kemarin di tawarin nginep gak mau" ucap Lina
"hehe... "
"kalau begitu tolong belikan bumbu masakan saja, kalau kita memasak daging tanpa bumbu rasanya akan hambar" ucap Lina
"baiklah, persediaan bumbu masakan ku juga sudah menipis" ucap Phyllis
"oh ya, memang kau menaruh barang-barang mu dimana? " tanya Lina
"aku menaruhnya di dimensi ruang waktu, aku mempelajarinya dari Ray" ucap Phyllis
"oh, kalau begitu aku masuk dulu ya, aku harus memasak untuk sarapan adikku" ucap Lina
"baiklah, aku juga pergi dulu ya" ucap Phyllis lalu pergi.
(saat Ray dan Liana berada di mulut gua tambang)
"Ray apa kita akan masuk ke sini" ucap Liana dengan sedikit ketakutan
"tidak perlu takut, lagi pula ini hanya gua tambang, bukan dungeon" ucap Ray
"baiklah, tapi jangan jauh-jauh dariku ya" ucap Liana meminta Ray untuk tidak menjauh darinya,
lalu Ray mengeluarkan obor dari dalam dimensi ruang waktu dan menggunakan sihir api untuk menjalankan obor itu,
"Ray darimana kau mendapatkan obor itu? padahal tadi kau tidak membawa apa-apa" tanya Liana
"kau pasti lupa kalau aku bisa menaruh barang di dalam dimensi ruang waktu" ucap Ray
"oh, jadi begitu" ucap Liana
"ya, begitulah" ucap Ray lalu mereka melanjutkan penelusuran nya,
saat mereka berada di tengah gua Ray meminta Liana untuk berhenti sebentar,
"Liana bisakah kita berhenti sebentar" ucap Ray
"memangnya ada apa Ray? " tanya Liana
__ADS_1
"apa kau lupa kalau kita disuruh untuk menelusuri gua" ucap Ray
"lalu apa yang akan kita lakukan? " tanya Liana
"tentu saja membuat peta gua ini" ucap Ray
"Liana tolong pegang obor nya" ucap Ray meminta Liana memegang obor,
"oh baik" ucap Phyllis,
lalu Ray mengeluarkan buku, pensil dan penghapus dari dalam dimensi ruang waktu,
"untung aku membawanya" ucap Ray dalam hati
"Ray buku apa itu, dan benda apa itu" ucap Liana
"oh ini buku kosong dan ini alat tulis, lalu yang kecil ini penghapus berguna untuk menghapus tulisan yang salah" ucap Ray menjelaskan
"kau membuat itu dengan sihir apa? " tanya Liana
"ini semua dibuat bukan menggunakan sihir, tapi menggunakan metode manual" ucap Ray
"oh begitu ya" ucap Liana
"Liana apa kau bisa mengecek area sekitar, siapa tau ada jalan rahasia atau jebakan" ucap Ray
"baik... " ucap Liana lalu pergi,
beberapa saat kemudian saat Ray selesai menggambar peta, Liana menemukan sebuah ukiran yang aneh di dinding gua, lalu ia memberitahu Ray tentang ukiran itu,
"Ray lihat ini, ada ukiran aneh di sini" ucap Liana meminta Ray melihatnya
"lihat, aneh kan" ucap Liana menunjukan apa yang dia temukan
"benar, ini memang aneh" ucap Ray
"tunggu... setelah di teliti lagi sepertinya ini tidak asing" ucap Ray di dalam hati
"ini seperti rasi bintang, kalau tidak salah ini Libra kan? " Ray berpikir dalam hati
"bagaimana Ray apa kau menemukan sesuatu? " tanya Liana
"hm... aku belum menemukan petunjuk, sepertinya akan aku tandai lokasi ini" ucap Ray lalu menggambar sebuah timbangan di peta itu,
"Ray mengapa kau menggambar timbangan? " tanya Liana
"ini hanya untuk menandai agar aku ingat lokasi apa ini" ucap Ray
"oh... kalau sudah, ayo kita lanjut" ucap Liana
"kau duluan nanti aku menyusul" ucap Ray
"terserahlah, tapi jangan lama-lama ya" ucap Liana lalu pergi duluan
"iya... " jawab Ray,
"sebaiknya aku memasang penghalang yang kuat untuk melindungi ukiran ini" ucap Ray lalu memasang sebuah penghalang pada ukiran itu.
saat mereka sedang menelusuri gua Ray merasa ada yang ganjil di gua itu,
"ada apa Ray? " tanya Liana
__ADS_1
"tidak, aku hanya merasa aneh karena tidak ada mithril yang tersisa sedikitpun di sepanjang jalan" ucap Ray
"itu benar juga, tapi siapa tau di depan ada gua yang dipenuhi mithril" ucap Liana
"benar juga, aku juga berharap seperti itu" ucap Ray,
"Ray kenapa kau tidak mencoba untuk menggali saja" ucap Liana
"menggali ya, sepertinya aku menemukan ide yang bagus" ucap Ray
"benarkah... " Liana tampak seperti tidak percaya
"Diabolos bolehkah aku menggunakan sihir penciptaan" ucap Ray pada Diabolos dengan telepati
"silahkan saja tapi jangan berlebihan, kau bisa mati jika kebanyakan menggunakan sihir" ucap Diabolos menasehati
"baiklah... pertama kuatkan imajinasi, kedua bayangkan sebuah energi sihir yang mengalir di tubuh seperti air, lalu bayangkan bagaimana cara kerja sihir ini" Ray berbicara dalam hati
"sudah kutemukan, sekarang menyebar lah... " ucap Ray lalu berteriak,
lalu seketika energi sihir Ray menyebar dan seperti sedang mencari sesuatu,
"Ray apa yang kau lakukan, kenapa aku merasa seperti ada sebuah energi sihir yang mencari sesuatu" ucap Liana
"itu sihir baruku, aku menciptakan sihir yang bisa membuat energi sihir kita mencari benda yang kita cari, ini juga berkat bantuan roh kegelapan" ucap Ray
"roh kegelapan, kau bisa melihatnya" ucap Liana
"aku tidak bisa melihatnya tapi berkat topeng ini aku bisa merasakan hawa kehadiran mereka" ucap Ray
"oh... "
"Liana, kesini" ucap Ray menarik tangan Liana
"kenapa Ray? ada apa" ucap Liana
"sepertinya aku menemukan tempat yang kita cari" ucap Ray
"benarkah... " ucap Liana
"aku belum pasti tapi aku merasakannya" ucap Ray,
saat mereka hampir sampai, mereka dikejutkan dengan gempa yang sangat dasyat
"Ray... " ucap Liana salam kepanikan
"Liana tenanglah dan jongkok lah" ucap Ray menyuruh Liana untuk tetap tenang dan jongkok,
saat gempa sudah mereda,
"Liana sudah tidak apa-apa, gempa nya sudah mereda" Ray mencoba menenangkan Liana
"terimakasih Ray, kau sangat baik" ucap Liana,
"baiklah mari kita lanjut menelusuri" ucap Ray.
saat mereka sampai di tempat yang Ray deteksi, mereka dikejutkan oleh gua yang dipenuhi oleh mithril,
"Ray lihat itu, ada seorang anak kecil" ucap Liana.
>bersambung
__ADS_1