
"Noku ini aku Ray" ucap Ray menggunakan telepati kepada Noku sambil berlari
"tuan, ada apa" tanya Noku pada Ray
"aku hanya ingin tau bagaimana keadaan di sana" ucap Ray
"keadaan disini baik baik saja" ucap Noku
"bagaimana dengan Miu? " tanya Ray
"dia sepertinya sedang tidur" ucap Noku
"oh begitu ya, baiklah kalau begitu aku titip salam untuk semuanya, aku sedang sibuk sekarang jadi sudah dulu" ucap Ray lalu memutuskan telepati nya,
lalu Noku menyampaikan salam yang Ray titipkan
"semuanya dengar ini" ucap Noku
"ada apa Noku? " tanya Delft
"barusan Ray menghubungiku menggunakan telepati, ia menitipkan salam untuk kalian" ucap Noku
"benarkah itu Noku? " tanya Seku seakan tidak percaya pada Noku
"emhh... ada apa, kenapa kalian tiba tiba berisik" ucap Miu terbangun dari tidurnya
"Miu kau pasti senang mendengar ini" ucap Noku
"apa? " ucap Miu merasa penasaran
"tadi Ray menitipkan salam untukmu menggunakan telepati" ucap Noku
"syukurlah dia baik baik saja, lalu dia berkata apa lagi? " ucap Miu lalu bertanya lagi
"sepertinya hanya itu yang Ray katakan, maaf ya... " ucap Noku
"tidak apa, kau tidak perlu minta maaf" ucap Noku.
(sudut pandang orang pertama)
baguslah kalau mereka baik baik saja, aku harap aku bisa cepat mengeluarkan mereka dari segel itu.
sepertinya aku sudah hampir sampai di perangkap mereka,
"grraaaa... " beberapa monster mendadak bermunculan
apa ini, sepertinya ini bukan perangkapnya, Lid bilang ada ratusan Valkyrie tapi ini, cuma monster keroco.
kalau begitu, "penyerap jiwa"
"Ray kenapa kau berteriak seperti itu" tanya Cia ketika aku berteriak
"Ray jangan bilang kau membuat si~" ucap Diabolos
bagus aku akan serap semua jiwa menggunakan Cia,
"Cia apa kau masih bisa menyerap jiwa"
"Ray, kau bertanya pada siapa, sudah jelas kan jiwa jiwa ini bukanlah apa apa bagiku, ngomong-ngomong darimana kau belajar sihir ini" ucap Cia kepadaku
__ADS_1
"aku hanya menggunakan sihir milik Diabolos untuk menciptakan sihir baru"
"sudah kuduga, kau memang cocok untuk menjadi pemegang demon scythe" ucap Diabolos kepadaku
"apa maksudmu? "
"tidak, aku hanya berbicara sendiri" ucap Diabolos
"oh gitu ya... "
Sepertinya mereka sudah mulai melemah, aku harus cepat sebelum mereka mengetahui semuanya, itu pun jika aku bisa bertahan melawan ratusan Valkyrie.
gawat, walau MP ku infinite tapi aku semakin melemah saat aku menggunakan banyak energi sihir, sedangkan para monster ini tidak ada habisnya, aku harus berfikir bagaimana cara untuk melenyapkan mereka.
"Ray... " teriak Phyllis lari ke arah ku
"Phyllis kenapa kau kesini"
"tentu saja aku ingin membantumu, sekarang cepatlah lari di depan akan terlihat sebuah lubang besar, masuklah ke lubang itu dan disana kau akan di sambut beberapa Valkyrie, serahkan yang disini kepadaku" ucap Phyllis kepadaku
lalu aku lari menuju arah yang ditunjuk Phyllis kepadaku,
maaf Phyllis aku terpaksa meninggalkanmu, ini demi Miu.
sepertinya sudah sampai, Phyllis bilang ada lubang besar di sekitar sini, tapi dimana.
Sepertinya aku harus masuk lebih dalam lagi.
lalu aku berjalan dan aku menginjak sebuah jebakan yang membuatku terjatuh ke lantai dasar,
(sudut pandang orang kedua)
lalu Ray membuka matanya dan ia melihat sekelilingnya,
lalu ribuan Valkyrie berkumpul di sekeliling Ray,
"Diabolos apa kau bisa menghitung berapa jumlahnya" ucap Ray
"aku sudah menghitungnya, kira kira mereka berjumlah puluhan ribu" ucap Diabolos
"puluhan ribu ya, ternyata mereka bukan ratusan tapi ribuan" ucap Ray lalu tersenyum,
"Ray... kau kenapa? " tanya Cia saat melihat ekspresi Ray
"Cia, ini mungkin akan sedikit lama tapi mari kita nikmati" ucap Ray dengan senyum jahatnya
"Ray jangan bilang kau... " ucap Diabolos
lalu Ray tertawa dan hal itu membuat Diabolos dan Cia kebingungan.
lalu Ray maju dan mengayunkan sabitnya tanpa henti,
"Cia maafkan aku, khusus untuk saat ini aku tidak akan bertarung menggunakan sihir" ucap Ray sambil mengayunkan sabitnya tanpa henti,
"Ray gunakan sihir pemusnah, kalau kau seperti ini terus maka kau akan kalah" ucap Cia
"hah... aku? kalah? kekalahan hanyalah milik orang yang tidak mau berjuang" ucap Ray
"Cia, sepertinya kau harus diam sebentar, Ray hanya sedang mencari target untuk melampiaskan amarahnya yang selama ini ia pendam" ucap Diabolos
__ADS_1
"baiklah, berjuanglah Ray" ucap Cia mendukung Ray,
lalu Ray menebas satu persatu para Valkyrie yang mendekatinya.
Saat Ray masih bertarung ia mendadak merasa pusing,
"Diabolos, Cia, sepertinya ini akhirnya, maafkan aku karena keegoisanku ini, maafkan aku jika kalian merasa terbebani, aku tidak sanggup lagi".
(di alam para dewa tempat dimana Miu di segel)
saat Miu sedang melamun tiba-tiba Miu merasa khawatir pada keselamatan Ray
"Miu kau kenapa, sepertinya kau ada masalah" ucap Lala mengkhawatirkan kesehatan Miu
"tidak kok, aku hanya sedang melamun saja" ucap Miu sambil tersenyum
"Miu kalau ada apa apa katakan saja kepada kami" ucap Lala
"iya Lala benar, kami juga temanmu" ucap Zack
"Noku... " ucap Miu memanggil Noku
"ada apa Miu, apa ada yang bisa aku bantu? " tanya Noku
"terimakasih sudah perhatian, ngomong-ngomong apa kau bisa menghubungi Ray" ucap Miu
"aku tidak bisa menghubunginya, sepertinya ada yang memutus koneksi telepati kami" ucap Noku
"oh begitu ya, kalau begitu terimakasih" ucap Miu tersenyum
"memang ada apa Miu" ucap Noku
"tidak kok aku hanya khawatir pada Ray" ucap Miu
"Miu percayalah, Ray pasti akan baik baik saja, kau tidak lupa kan kalau Ray itu raja iblis terkuat, selain itu dia juga mempunyai demon scythe" ucap Lala
"iya Miu dia pasti akan baik baik saja, kalau dia sampai meninggalkan kita maka aku akan menaruh dendam padanya, kau ingat kan Ray berjanji pada kita dia akan mengeluarkan kita dari sini" ucap Delft
"dia benar Miu, Ray adalah yang terkuat, ia tidak mungkin bisa dikalahkan dengan mudah selain itu Phyllis bersamanya" ucap Seku
"Miu kau tidak perlu khawatir, Ray pasti akan kembali dengan selamat" ucap Zack
"iya Miu kau jangan terlalu khawatir" ucap Noku,
lalu Miu meneteskan air mata karena mendengar ucapan mereka
"semuanya... "ucap Miu sambil meneteskan air mata
"Miu kau kenapa menangis, apa kami mengucapkan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman" ucap Lala
"tidak kok, aku hanya senang kalian sangat perhatian padaku, aku sangat bersyukur kalian menjadi temanku" ucap Miu
"terimakasih Miu, aku juga sangat senang aku bisa menjadi temanmu" ucap Lala
"sesuai dengan apa yang Ray katakan, kita adalah survivor tujuan kita adalah bertahan hidup sebisa mungkin, apapun yang terjadi kita harus menolong satu sama lain dan tetap bertahan hidup sebisa mungkin" ucap Zack dengan penuh semangat.
lalu ada sosok yang menyerupai dewa, ia datang menghampiri mereka,
"si... siapa kau" ucap Delft
__ADS_1
"siapa aku, aku adalah dewa jahat, aku kesini ingin menawarkan perjanjian kepada kalian" ucap dewa itu
>bersambung