
"akhirnya kelar juga, capek banget" Ray mengeluh
(acara penyambutan)
"Ray kau harus tegak dan jangan menengok kemanapun" ucap Lucia menyuruh Ray
"apa, bisa kau ulangi... " ucap Ray
lalu gerbang terbuka dan Ray berdiri dengan sangat tegak,
"Ray berjalanlah seperti raja pada umumnya" ucap Diabolos ber telepati
"Diabolos, bagaimana caranya? " tanya Ray
"fokuslah, kau hanya perlu fokus ke depan dan berjalan seperti raja pada umumnya, jangan lupa tegak" jawab Diabolos
"hey... aku masih belum me~"
"Ray cepatlah, semua orang sedang menunggu, berjalan secara perlahan saja" ucap Lucia menyuruh Ray cepat
"baiklah... " ucap Ray menurut,
"oke cukup fokuskan pandangan ke depan dan berjalan dengan tegak, aku pasti bisa" ucap Ray dalam hati
lalu Ray berjalan seperti raja pada umumnya, saat ia sudah mulai memasuki gerbang, semua orang bersorak dengan gembira saat menyambut Ray,
"semua orang bersorak menyambut ku, rasanya terlalu sombong jika aku hanya cuek pada mereka" ucap Ray di dalam hati,
"kalau begitu, mengapa kau tidak mengangkat demon scythe saja" ucap Diabolos melalui telepati
"apa boleh seperti itu" ucap Ray
"tentu saja, di Thanatos hal itu dianggap suatu kehormatan bagi semua orang yang melihatnya" ucap Diabolos
"baiklah, terimakasih kawan... " ucap Ray memanggil Diabolos dengan sebutan kawan
"hnghhh... jangan lupakan aku jika kau berhasil" ucap Diabolos,
lalu Ray berhenti dan mengeluarkan demon scythe lalu mengangkatnya,
"yang mulia mengangkat senjata legendaris" ucap para warga lalu bersorak,
"kurasa sudah cukup" ucap Ray
"yang mulia, sebaiknya anda fokus dulu" ucap Lucia
"ya... " ucap Ray
lalu Ray memasukan demon scythe dan berjalan lagi.
(saat Ray sedang mengeluh)
"Ray bersiaplah, kau akan tampil di depan umum" ucap Lucia menyuruh Ray bersiap
"haaah... aku harus apa lagi? " tanya Ray
"acara penobatan" jawab Lucia.
(setelah penobatan)
"capeeeek... " ucap Ray mengeluh
"akhirnya selesai juga, sekarang kau bisa istirahat Ray, besok kita akan mengadakan rapat penting tentang pembaruan aturan di Thanatos, kita juga akan membicarakan tentang latihan setiap malam setelah makan dan bangun sebelum terbitnya fajar" ucap Lucia
"kau yakin akan memasukan itu semua" ucap Ray
"memangnya kenapa? " tanya Lucia
"bangun pagi bukanlah hal yang mudah" ucap Ray
"oh begitu ya, kalau begitu bagaimana dengan latihan setelah makan malam? " tanya Lucia
__ADS_1
"itu boleh boleh saja" ucap Ray
"baiklah, aku akan merancang semuanya" ucap Lucia.
( hari ke ke tiga setelah hari penobatan)
Ray sedang duduk di meja kerja sambil menandatangani tumpukan kertas,
"cape banget harus ngurus kertas kertas ini, kirain abis penobatan dan kegiatan lainnya aku bakal bisa santai" ucap Ray mengeluh
"Ray ada arsip lain yang harus kau tandatangani" ucap Phyllis membawa tumpukan kertas
"capek banget... Phyllis bantuin dong" ucap Ray meminta bantuan Phyllis
"akan ku bantu tapi nanti malam izinkan aku tidur bersamamu" ucap Phyllis
"lanjut aja ah... " ucap Ray mengabaikan Phyllis
"hah... aku akan keluar sebentar, jangan mencari ku aku akan pulang saat aku lapar" ucap Phyllis dengan wajah kesal
"ngambek tuh... " Ray mengejek
"berisik... " ucap Phyllis lalu pergi,
"pokoknya untuk sementara waktu aku harus tetap fokus mengurus semua arsip ini, pokoknya harus selesai" ucap Ray berbicara pada diri sendiri
"sepertinya aku harus menyeduh kopi atau teh" Ray membutuhkan asupan kafein.
(di sisi lain)
"haaah... bosaaaan... " Miu mengeluh
"benar benar bosaaan... " Noku ikut mengeluh
"kurasa bukan hanya kalian, tapi mereka berempat juga mulai bosan sepertinya" ucap Lala menunjuk Zack, Delft, Ifrit dan Vell
"kurasa kau benar" ucap Miu
"kalau begitu coba alirkan energi sihirmu dan berbicaralah dalam hati" ucap Noku
"Noku hebat... " ucap Vell
"itu biasa saja, pada umumnya semua familiar mengetahui hal itu tapi karena kau mantan manusia kau mungkin tidak tau caranya" ucap Noku,
"Ray, apa kau bisa mendengarkan suaraku" ucap Miu menggunakan telepati
"Miu, bagaimana kau bisa melakukan itu" ucap Ray
"Ray, kau ini benar-benar tidak sopan ya" ucap Miu menegur Ray
"oh maaf, bagaimana kabarmu Miu? " tanya Ray
"aku baik baik saja, bagaimana denganmu" tanya Miu
"aku juga baik baik saja kok" ucap Ray
"Ray,sekarang kau sedang apa? " tanya Miu
"aku sedang menyeduh teh, aku sedang sibuk jadi sebisa mungkin aku harus menahan lelah" ucap Ray
"semangat ya Ray bekerjanya" Miu memberi semangat pada Ray
"ya, kau di sana sedang apa? " tanya Ray
"huf... kami di sini hanya sedang diam karena bosan" ucap Miu
"eeh... sabar ya Miu aku pasti akan segera membebaskan mu dari sana" ucap Ray
"Ray, jangan bilang kau sudah bisa membebaskan kami dari sini" ucap Miu
"tidak kok, sekarang aku sedang mengumpulkan kekuatan agar bisa membebaskan mu" ucap Ray
__ADS_1
"begitu ya, kalau begitu maaf mengganggu"
"Miu tunggu... "
"hmm... ada apa Ray? "
"Miu, kalau boleh aku ada beberapa permintaan"
"sebutkan saja Ray"
"aku ingin kau berjanji, saat kau sudah bebas aku ingin kau berkeliling bersamaku dan hanya kita berdua saja, aku ingin memegang tanganmu sambil berjalan, aku juga ingin tidur bersamamu untuk selamanya" ucap Ray
"baiklah, aku tidak keberatan kok, aku berjanji akan mengabulkan permintaanmu" ucap Miu
"terimakasih Miu, kalau begitu kita sudahi di sini saja ya, aku masih ada pekerjaan" ucap Ray
"baiklah, sampai jumpa" ucap Miu
"sampai jumpa" ucap Ray,
"maaf Miu, saat kau bebas mungkin aku tidak akan mengingat siapa kau dan bagaimana kita bisa bertemu" ucap Ray pada dirinya sendiri lalu meneteskan air mata.
(keesokan harinya)
"Ray selamat pagi" ucap Phyllis mengucapkan selamat pagi kepada Ray
"hmm... tolong jangan ganggu aku dulu, aku ingin cepat menyelesaikan pekerjaanku" ucap Ray
"huf... kau ini, sini biar aku yang membantumu, kau pergi saja dan serahkan kertas kertas ini kepadaku" ucap Phyllis
"benarkah, kalau begitu aku serahkan padamu, oh ya jika kau bekerja dengan sangat baik kau akan mendapatkan sesuatu yang istimewa" ucap Ray
"sungguh... "
"ya, aku serius"
"baiklah aku akan bekerja keras, aku tidak akan membuatmu kecewa dengan semua hasil kerja ku"
"terimakasih Phyllis, satu lagi jika kau tidak mengerti sesuatu maka tanya saja kepada Lucia" ucap Ray lalu pergi
"baiklah aku akan bekerja keras" ucap Phyllis.
lalu Ray berkeliling kerajaan menggunakan sweater dan topeng Diabolos agar tidak ada yang mengenalinya,
"tempat ini memang sangat bagus, aku merasa senang bisa memimpin Thanatos" ucap Ray pada dirinya sendiri,
lalu Ray berjalan dan melihat sekelompok anak kecil yang sedang duduk dan terlihat seperti sedang kelaparan,
"ada anak anak, kenapa mereka ada di pinggir jalan? , mereka tampak seperti sedang kelaparan" ucap Ray pada dirinya sendiri ketika melihat tiga anak kecil (dua anak laki-laki dan satu anak perempuan) yang sedang duduk dipinggir jalan
lalu Ray pergi ke kedai makanan,
"paman, kau menjual apa? kelihatannya sangat lezat" tanya Ray kepada seorang pedagang
"aku menjual cumi bakar, satunya seharga tiga koin tembaga, apa kau ingin membelinya" ucap pedagang itu
lalu Ray mengeluarjan sekantung koin emas dan membeli semuanya
"aku beli semua, tolong berikan pada anak anak yang di sana ya paman" ucap Ray lalu pergi begitu saja
"nak kembalian nya... " ucap paman pedagang
"ambil saja... " ucap Ray,
lalu pedagang itu memberikan semua cumi bakar kepada anak anak itu,
"ini, kalian tidak perlu membayar, seseorang sudah membelinya untuk kalian" ucap paman pedagang
"benarkah, kalau begitu terimakasih" ucap anak anak itu lalu pergi berlari,
"sepertinya aku harus mencari tau kenapa mereka bisa seperti itu" ucap Ray pada diri sendiri.
__ADS_1
>bersambung