Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 22


__ADS_3

"perjanjian? apa maksudmu? " ucap Zack kebingungan


"oy sialan, kau jangan mencoba menipu kami" ucap Delft


"Delft sudahlah, jangan marah dulu" ucap Zack


"kalian diamlah dulu" ucap Seku


"baiklah, apa yang bisa kau tawarkan pada kami" ucap Miu


"aku bisa saja melepaskan kalian, tapi dengan satu syarat" ucap dewa itu


"apa syaratnya" ucap Lala


"syaratnya, kau harus menjadi istriku" ucap dewa itu menunjuk kearah Miu sambil tersenyum


"cih... sampah" ucap Noku memancing amarah dewa itu


"oy kau yang di sana, jangan coba coba untuk memancing amarah ku" ucap dewa itu


"memangnya siapa kau berani memerintah ku" ucap Noku dengan tatapan tajam


"siapa aku? haha... hahaha... hahaha... ha..." ucap dewa itu dan tertawa terbahak bahak


"baiklah, akan ku beritahu siapa aku" ucap dewa itu lalu perlahan wajahnya mulai berubah


"I... Isobe" ucap Miu terkejut saat melihat wajah asli dewa itu


"Miu, kau mengenalnya" ucap Lala,


lalu ada sebuah serangan yang mengarah ke arah Isobe dan mengenai wajahnya,serangan itu membuat Isobe terlempar jauh,


"semuanya maaf aku agak terlambat" ucap Vell


"Vell, syukurlah kau datang" ucap Zack


"maaf, aku hanya kloningan nya, aku yang asli sedang menuju ke sini" ucap Vell yang mengaku sebagai kloningan Vell yang asli


"menggunakan sihir kloning rupanya, bocah sialaaaan... " ucap Isobe lalu menyerang Vell dengan sebuah tombak


"oh... begitu rupanya" ucap Vell dengan santainya


"enyahlah kau dasar bocaaaah... " ucap Isobe lalu seketika ia terjatuh dan tergeletak begitu saja,


"a... apa ini, ada apa dengan tubuhku, kenapa aku berhenti bergerak" ucap Isobe dari dalam hati sambil kebingungan


"kenapa... ada apa... kenapa kau berhenti? bukankah kau ingin melawanku" ucap Vell


"berisik dasar bocah" ucap Isobe, lalu mendadak Vell menjadi sangat dingin,


lalu Vell menggunakan sihir gravitasi untuk menyiksa Isobe


"arkhhh... hen... ti... kan" ucap Isobe kesakitan


"siapa kau? beraninya memerintah ku padahal kau sedang sekarat" ucap Vell dengan sikap dingin, lalu Vell menekan gravitasi nya sehingga membuat Isobe semakin kesakitan,


"aaaarkh... to... tolong... hentikan, a... aku... minta ma... af... " ucap Isobe memohon


"Vell sudah Vell, kau tidak perlu melakukan hal itu, biarkan saja dia~" ucap Miu


"diam... lebih baik kau diam jika kau tidak tahu apa-apa" ucap Vell


"apa maksudmu Vell" ucap Miu

__ADS_1


"tidak ada gunanya meminta maaf, aku tidak akan memaafkan semua yang telah kau lakukan" ucap Vell


"Vell sudahlah biarkan~" ucap Miu


"Miu, apa kau tau siapa yang membunuh orang tuamu" ucap Vell


"dewi kegelapan lah yang membunuhnya" ucap Miu


"kau salah... sebenarnya Isobe lah yang membunuhnya" ucap Vell,


seketika Miu pun tercengang mendengar apa yang Vell katakan,


"itu bohong, bukan a~" ucap Isobe


"diamlah... " ucap Vell


"apa maksudmu Vell" ucap Miu


"Vell, apa kau serius dengan perkataanmu, jangan coba coba untuk berbohong" ucap Delft


"sebenarnya, dewi itu hanya membunuh Ray, dirimu, orang tua Ray, dan orang yang tidak kau kenal" ucap Vell


"lalu, apa benar dia yang membunuh orang tuaku" ucap Miu


"ya, kau benar, Isobe lah yang telah membunuh mereka, selain itu Isobe adalah orang yang membunuh keluargaku" ucap Vell


"kenapa... kenapa kau melakukan itu" ucap Miu


"Miu ini tidak benar, ini tidak seperti yang kau pikirkan, Miu" ucap Isobe


"Vell, bunuh saja dia" ucap Miu


"Miu... " ucap Lala gemetaran


lalu Vell menekan gravitasi dan membuat Isobe tersiksa,


"aaaarkh... tolong... tolong... tolong" Isobe berteriak meminta tolong,


lalu, tubuh isobe hancur sampai tidak tersisa darah sedikitpun,


"apa yang terjadi? kemana orang itu pergi? " ucap Zack kebingungan


"Vell jangan bilang... " ucap Seku


"ya, aku membunuhnya dengan sihir gravitasi, dia suda melebur karena tekanan yang sangat kuat" ucap Vell


"begitu rupanya" ucap Noku


"Noku apa aku boleh tau kenapa kau bisa tertangkap dan dikurung di segel ini? " tanya Vell


"sebenarnya saat itu aku melindungi keluarga Ray dengan wujud asli ku, tapi saat aku mengira bahwa musuh sudah melarikan diri aku merubah wujudku" cerita Noku Noku


"lalu apa yang terjadi" ucap Miu


"saat aku menggunakan wujud manusia, aku menjadi sangat lemah, jadi tanpa kusadari aku di ikat oleh sihir milik dewa takdir, sihir itu bernama rantai takdir, sihir itu bisa mengendalikan siapapun, jika saja aku bisa merubah wujudku pasti aku bisa melepaskannya" Noku melanjutkan ceritanya


"oh begitu ya" ucap Vell


"tunggu... perasaan apa ini" ucap Noku


"Noku kau juga merasakannya" ucap Vell


"sepertinya terjadi sesuatu pada tuan" ucap Vell

__ADS_1


"Ray... " ucap Miu dengan suara kecil khawatir pada Ray


(di sisi lain)


"Ray bertahanlah, ingatlah apa tujuanmu saat ini, kau harus menyelamatkan Miu, bukan? " ucap Diabolos


"maaf, semuanya, aku tidak bisa menepati janjiku" ucap Ray lalu menutup matanya dan tergeletak di tanah


"Raaayyy... " teriak Cia saat Ray tergeletak di tanah,


lalu para Valkyrie berkumpul mengelilingi Ray dan menyerangnya berkali-kali.


saat Ray membuka matanya, ia melihat ke sekitarnya dan semuanya terlihat gelap,


"dimana aku... " ucap Ray sambil melihat sekitarnya


"tunggu, apa aku mati lagi, kalau aku mati ini surga atau neraka... " ucap Ray kebingungan


"kalau ini surga tidak mungkin, aku kan sering membunuh" ucap Ray semakin kebingungan


"sepertinya aku masih di alam baka, kalau begitu ya sudahlah aku akan berkeliling dulu" ucap Ray lalu berdiri,


lalu seketika ia sedang berada di taman tempat ia pertama kali bertemu dengan Miu,


(sudut pandang orang pertama)


dimana ini, tunggu ini kan tempat aku pertama kali bertemu dengan Miu, lalu aku melihat Miu sedang duduk di kursi taman sendirian,


itu kan Miu, aku samperin deh, lalu aku menghampiri Miu dan aku melihat dia sedang menangis.


kenapa dia menangis ya


"Mi... Miu... " ucapku


"Ray... " ucap Miu lalu melihat ke arahku


"Miu kenapa kau menangis? " aku bertanya pada Miu


"pergi sana aku tidak butuh simpati seorang pembohong, bukankah kau sudah berjanji untuk membebaskan ku, tapi kenapa... kenapa kau meninggalkan ku, dasar pembohong, pergi sana... aku tidak ingin melihat wajahmu lagi"


apa yang telah kulakukan, apa yang sebenarnya ku inginkan, kenapa aku tidak bisa mengerti hal seperti ini, mereka selalu mendukungku, tapi... kenapa aku melakukan hal sekejam ini, ada apa denganku, sepertinya... aku sudah tidak berguna lagi, mereka sudah tidak membutuhkan diriku,


lalu aku mulai meneteskan air mata,


tunggu... kenapa ini, apakah aku sedang menangis... mustahil... aku tidak akan menangis... aku adalah laki-laki, aku tidak boleh menangis,


"Ray... " ucap Miu berada di depanku


"Miu... pergilah, jangan lihat diriku yang menyedihkan ini... " ucapku sambil menangis, lalu Miu memelukku dan berkata


"Ray jangan khawatir, keluarkan saja, ada kalanya seorang lelaki harus melepaskan tangisannya, aku tau kau menangis karena menahan amarah yang sangat hebat, kau tau... bisa jadi tangisanmu ini adalah akar dari suatu kekuatan, ingatlah manusia manusia yang menciptakan perubahan besar dalam sejarah hampir selalu pernah menangis"


"maka dari itu, Ray jadikanlah tangisanmu sebagai kekuatanmu (power of crying)"


"Miu... "


"ayo Ray... berdirilah dan bangunkan kekuatanmu yang selama ini tertidur dalam dirimu, aku akan selalu mendukungmu"


"apa benar... apa benar aku bisa melakukannya"


"ya... aku yakin... kau pasti bisa"


>bersambung

__ADS_1


__ADS_2