
"Zack kenapa kau diam? " tanya Miu
"oh maaf... aku melamun tadi, oh ya sampai mana tadi" ucap Zack
"tidak... tidak apa-apa, kau tidak perlu meminta maaf" ucap Miu
"Zack apa kau tau sesuatu? " tanya Delft
"ya, sepertinya aku tau, tapi aku belum bisa memastikannya" ucap Liana
"kalau begitu katakanlah" ucap Vell
"baiklah, tapi aku harus mulai dari mana? " ucap Zack lalu bertanya.
(di perjalanan Phyllis dengan Lina)
"Sura apa kau masih kuat berjalan? " tanya Phyllis
"aku masih kuat kok" jawab Sura
"bagaimana denganmu Lina" ucap Phyllis
"aku sedikit merasa lelah sih, tapi tidak apa-apa" ucap Lina
"Sura kita istirahat di sini dulu ya, kasihan kakakmu yang lemah ini" ucap Phyllis mengejek
"eh... " ucap Lina
"baiklah, kakak memang lemah" ucap Sura ikut mengejek
"Sura kenapa kau juga ikut-ikutan" Lina tampak marah
"sudahlah, berhenti dulu bercandanya, Lina bantu aku memasak, kita akan memasak untuk makan siang" ucap Phyllis
"baiklah... " ucap Lina
"aku juga mau bantu" ucap Sura
"iya, kau ambil kayu bakar saja ya" ucap Phyllis
"baik... ".
beberapa saat kemudian setelah mereka selesai istirahat,
"Lina, Sura setelah ini kita akan pergi ke gua" ucap Phyllis
"gua, kenapa kita ke sana" ucap Phyllis
"sebenarnya saat aku sedang di perjalanan aku berpikir untuk membuat lingkaran sihir teleportasi di dekat Thanatos, lalu aku hubungkan ke suatu tempat yang lumayan dekat dengan beast forest" penjelasan Phyllis
"baiklah... " ucap Lina
"oh ya, sebelum itu aku ingin tau seberapa hebat kemampuan Sura" ucap Phyllis
"boleh saja, ayo kita tanding" ucap Sura menantang
"Sura jangan terlalu percaya diri, aku akui kau adalah pengguna sabit, tapi jika hanya itu saja... "
__ADS_1
"kak Phyllis sudahlah jangan banyak bicara, bisakah kita mulai" ucap Sura
"baiklah... " ucap Phyllis.
"sebelum mulai aku akan jelaskan aturannya, pertama tidak boleh menggunakan sihir, kedua harus sebisa mungkin menahan diri, ketiga hanya menggunakan satu jenis senjata" ucap Lina memberi peraturan
"kalau begitu kita mulai dalam hitungan tiga... dua... satu mulai... " ucap Lina menghitung mundur.
(sementara itu)
saat Ray terbangun dari istirahatnya,
"Liana... dia juga tidur ya" ucap Ray
"oh ya aku harus memeriksa evolusi Cia, semoga saja sudah selesai" ucap Ray
"belum selesai, sepertinya aku harus menunggu lebih lama lagi" ucap Ray,
lalu seekor killer rabbit melompat perlahan mendekati mereka,
"killer rabbit, sepertinya itu sangat mudah" ucap Ray,
saat Ray mengeluarkan demon scythe untuk melawan killer rabbit itu, tiba-tiba killer rabbit itu meledak dan hancur.
"hah... apa yang terjadi, kenapa kelinci itu meledak" Ray kebingungan,
di saat itu juga terlihat sosok bayangan keluar dari kegelapan, ia mengeluarkan aura mengerikan hingga membuat Ray gemetaran,
"si... si... siapa kau" ucap Ray ketakutan
"kalau begitu tunjukan wujud aslimu" ucap Ray
"kalau itu aku tidak bisa karena aku takut kau kecewa dengan wujud asliku" ucap sosok bayangan itu
"bagaimana ini? , aku harus apa? , di keadaan seperti ini aku ingin lari, tapi kemana? dan bagaimana dengan Liana jika aku melarikan diri? " Ray bertanya-tanya pada dirinya sendiri
"hey bocah kau tidak usah takut begitu, percayalah padaku aku bukan musuhmu" ucap sosok bayangan itu
"diam kau... " ucap Ray lalu menyerang dengan kekuatan dan kecepatan penuh,
namun, Ray mendadak pingsan sebelum ia mengayunkan sabitnya.
saat Ray membuka matanya, ia melihat Cia sedang mengobrol asik dengan seorang anak kecil,
"Ray kau sudah bangun ya" ucap Liana
"Liana, kenapa aku ada di pangkuanmu" ucap Ray kebingungan
"oy bocah awas saja kau, jika kau menyerang ku sekali lagi, maka aku tidak segan-segan untuk membunuhmu" ucap anak kecil yang mengobrol dengan Cia
"hmm, siapa kau... " ucap Ray dengan nada datar
"dasar kau... " ucap anak itu
"Liz sudahlah, tidak perlu dipikirkan dia memang seperti itu" ucap Cia
"tapi... "
__ADS_1
"Ray sebelumnya perkenalkan namanya Eliza, dia adalah teman dekatku, dia adalah salah satu penguasa kerajaan di alam bawah" ucap Cia
"begitu ya, kalau begitu pertama-tama aku meminta maaf untuk yang sebelumnya, kedua perkenalkan namaku Ray, senang bertemu dengan anda" ucap Ray
"ya, salam kenal ya" ucap anak itu dengan ekspresi lemas,
"Liza kau kenapa" tanya Ray
"Ray coba ulurkan tanganmu ke Liza" ucap Cia
lalu Ray mengulurkan tangannya,
"ini silahkan, gigit saja" ucap Cia kepada Liza
"Cia apa yang kau katakan" ucap Ray
"amhh.... " Liza menggigit tangan Ray
"eh.... " Ray semakin kebingungan
"Ray tenanglah kau akan baik-baik saja" ucap Cia,
lalu Liana menepuk pundak Ray dari belakang,
"Ray aku sarankan jangan berpikir yang aneh aneh ya" ucap Liana
"ti... tidak kok, aku tidak mungkin berpikir seperti itu" ucap Ray
"benarkah... " Liana tampak tidak percaya
"Liana sudahlah, Ray memang seperti itu orangnya" ucap Cia
"apa maksudmu Cia, Liana jangan dengarkan dia, dia hanya sedang bercanda" ucap Ray
"lolicon... persetan... " Liana tampak marah
"kalian tenanglah, aku akan menjelaskan semuanya" ucap Liza menghentikan mereka,
"sebenarnya waktu di dunia ini sudah mulai rusak" ucap Liza
"engh... aku masih tidak mengerti bisakah kau jelaskan" ucap Ray
"nanti kau lihat saja sendiri" ucap Liza
"ehhh.... " Ray merasa sedikit kecewa
"aku lanjut ya" ucap Liza
"silahkan" ucap Liana mempersilahkan
"aku datang ke sini untuk meminta bantuanmu, apakah kau mau membantuku" ucap Liza
"tergantung apa permasalahannya" ucap Ray
"kalau begitu, kalahkan si penakluk dunia" ucap Liza.
>Bersambung
__ADS_1