Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
episode 36


__ADS_3

"Liana apa kau tau dimana asosiasi petualang? " tanya Ray saat mereka sedang berkeliling,


"kalau tidak salah ada di depan" ucap Liana


"Liana kau mau pergi kemana dulu, kalau aku mau ke asosiasi, kalau kau tidak mau ikut kau tunggu saja aku akan kembali secepatnya, aku hanya ingin mengambil misi" ucap Ray


"kalau begitu aku juga ikut, aku juga mau coba mendaftar" ucap Liana


"kau yakin, menjadi petualang itu bukan permainan loh, pilihanmu hanya hidup dan mati" ucap Ray


"yakin kok, begini begini dulu aku pernah berlatih menggunakan dagger" ucap Liana


"emm... kalau tidak salah dagger itu mirip dengan pisau kan" ucap Ray


"kalau tidak salah dagger itu termasuk pedang tapi penampilannya lebih mirip pisau, tapi bedanya dagger ber ukuran sedang sedangkan pisau memiliki ukuran kecil" ucap Liana


"oh gitu toh, berarti kayak golok dong" ucap Ray


"golok? apa itu? " Liana kebingungan


"tidak bukan apa-apa, itu hanya nama senjata serba guna" ucap Ray


"oh, aku kira apa" ucap Liana


"yasudah dari pada kita hanya disini sambil memikirkan hal yang tidak penting, lebih baik kita bergegas" ucap Ray, lalu mereka berjalan ke asosiasi petualang.


saat mereka sampai di pintu masuk, Ray dikejutkan dengan keadaan di dalamnya saat ia membuka pintu,


"cepat ganti rugi jika kau tidak ingin ku tebas" ucap seorang petualang ras manusia tampak sedang memarahi kakek tua


"maaf tapi itu bukan salah saya, bukankah anda sendiri yang menumpahkan minumannya" ucap seorang kakek tua


"oy ada apa ini, kenapa kalian ribut" Ray ikut campur


"siapa kau, berani beraninya berkata begitu kepada pengguna pedang suci sepertiku" ucap orang itu


"pengguna pedang suci... lihat itu... dia hebat sekali ya... " ucap orang orang di sana menjadi ribut


"pedang suci ya... " ucap Ray


"kenapa, apa kau takut denganku... " ucap orang itu menyombongkan diri


"tidak juga... " ucap Ray


"dasar kau... " ucap orang itu marah kepada Ray


lalu Liana menghampiri Ray secara tiba-tiba,


"Ray sudahlah, kau tidak perlu sampai seperti itu, maaf temanku memang begini, dia selalu ikut campur dalam masalah apapun, maaf ya... " ucap Liana lalu meminta maaf


"hey apa kau dengar... perempuan itu barusan memanggil nama Ray... " ucap seseorang "bukankah itu nama raja baru kita... " ucap seseorang "mustahil dia raja kita... " ucap seseorang,


"semuanya diam, Liana bisakah kau pergi sebentar" ucap Ray menghentikan mereka dan meminta Liana pergi sebentar


"Ray kau sudah gila ya, dia adalah pengguna pe~" ucap Liana


"sudahlah cepat pergi, ini perintah... " ucap Ray memberi perintah


"baiklah, atas perintah dari yang mulia saya permisi dulu" ucap Liana lalu pergi,


"apa sudah selesai pacarannya" ucap orang itu


"diam kau... kakek bisakah kau pergi dari sana" ucap Ray mengepal tangannya


"b... baik" ucap kakek itu lalu pergi

__ADS_1


"tidak kusangka aku bisa bertemu dengan raja iblis di sini, tapi sepertinya kau terlalu lemah untuk disebut raja iblis, lebih baik kau menyerah dan bersujud di hadapanku" ucap orang itu


"aku... bersujud... kenapa tidak kau saja... " ucap Ray lalu menekan gravitasi sehingga membuat orang itu jatuh dan tidak bisa bangun lagi, dan hal itu membuat semua orang lari ketakutan meninggalkan asosiasi,


"dasar makhluk rendahan, beraninya kau melakukan hal ini kepada ku, mati saja... " ucap orang itu lalu mengeluarkan sebuah pedang,


"apakah itu yang disebut sebagai pedang suci, terlihat sangat lemah" ucap Ray mengejek


"sialan... " orang itu langsung menyerang walaupun sedang terjebak dalam, lalu tiba-tiba pedang suci itu hancur berkeping-keping saat Ray menjentikkan jarinya,


"ke... kenapa bisa begini, apa yang kau lakukan sialan... " orang itu marah kepada Ray


"Liana... kau masih di luar kan, kalau iya tolong panggilkan penjaga" ucap Ray


"baiklah, aku akan segera kembali" ucap Liana dari luar.


beberapa saat kemudian,


"cepat jalan" seorang penjaga menyeret orang itu,


"Ray sekarang apa yang ingin kau lakukan" tanya Liana,


"apa lagi selain berpetualang" ucap Ray


"eh... " Liana kebingungan


"Liana ayo masuk, kau bilang kau ingin mendaftarkan diri menjadi petualang" ucap Ray


"ya... " lalu Liana mendaftar sedangkan Ray sedang mencari quest yang menurutnya menyenangkan


"Liana apa kau sudah mendaftar" tanya Ray


"sudah, kartu pengenal ku juga sudah jadi" ucap Liana


"baiklah, bagaimana menurutmu" ucap Ray memberi lembaran quest


"tentu saja" ucap Ray lalu pergi ke meja persetujuan quest,


"permisi, aku mau mengambil quest ini" ucap Ray kepada seorang wanita


"hmm orang tadi rupanya" ucap wanita itu


"emm... tadi itu aku benar benar meminta maaf, aku tidak bermaksud membuat keributan" ucap Ray


"tidak apa-apa, kau tidak perlu meminta maaf, lagi pula yang kau lakukan itu sudah benar, omong-omong bisakah aku melihat kartu pengenal mu" ucap wanita itu


"oh, silahkan" Ray memberikan kartu pengenal nya,


"namamu Ray, kau raja baru ya? " tanya wanita itu


"ya begitulah" ucap Ray


"pasti sulit ya, omong-omong apa kau suka berpetualang? " tanya wanita itu pada Ray


"itu sudah pasti, apa lagi kalau menelusuri dungeon atau semacamnya" ucap Ray


"potensimu benar-benar bagus ya" ucap wanita itu


"omong-omong apa itu rekanmu" wanita itu menunjuk Liana


"ya... " jawab Ray


"yang di sana, bisakah kau kesini sebentar" wanita itu memanggil Liana


"ada apa ya? " Liana kebingungan

__ADS_1


"kau mau ikut menjalankan quest ini kan? " tanya wanita itu


"i... iya" ucap Liana


"kalau begitu tolong berikan kartumu" ucap wanita itu meminta Liana menunjukan kartunya


"baik... " Liana menunjukkan kartunya


"ini kartu kalian, selamat berjuang ya jangan sampai mati... " ucap wanita itu mengembalikan kartu Ray


"ya... terimakasih" ucap Ray


"oh ya... nanti datang lagi ya, namaku Rin... lain kali kau boleh memanggilku Rin" ucap wanita itu


"ya... Liana ayo pergi" ucap Ray mengajak Liana,


setelah itu mereka berdua pergi.


(di sisi lain)


saat Phyllis sampai di rumah Sura


"kakak, ada tamu... " ucap Sura memanggil Lina


"iya iya... " lalu Lina keluar rumah menemui Sura dan Phyllis


"silahkan masuk, tidak enak jika kita berbicara di luar" ucap Lina mempersilahkan Phyllis masuk


"baiklah, permisi... " ucap Phyllis ketika masuk ke dalam rumah mereka


"jadi ada perlu apa anda kemari? " tanya Liana


"kakak, setidaknya perkenalan diri dulu" ucap Sura


"maaf tidak sopan, kalau begitu perkenalkan namaku Selina Olivia" ucap Lina mempersilahkan diri


"perkenalkan namaku Phyllis, aku diutus Ray untuk menemui kalian" ucap Phyllis


"Sura kakak ingin membahas sesuatu dengan kak Phyllis, apa kau bisa pergi sebentar" ucap Lina


"baik... " ucap Sura lalu ia pergi ke kamar


"Phyllis silahkan duduk" Lina mempersilahkan Phyllis untuk duduk


"bagaimana kabarmu, apakah kau sudah lupa tentang kami" ucap Lina


"tentu saja tidak, walaupun itu hanya sekedar pertemuan singkat tapi aku bisa mengingat kalian dengan baik" ucap Phyllis,


"oh ya omong-omong kenapa adikmu seperti lupa ingatan" ucap Phyllis


"apa maksudmu... " Lina tampak kesal


"maksudku saat aku bertemu dengan adikmu di jalan kenapa dia menanyakan namaku seperti baru melihatku" ucap Phyllis


"kau ini bicara apa sih, bukankah kau sendiri yang tidak muncul saat itu" ucap Lina membahas masa lalu saat Ray berhasil mengalahkan Oz dan pergi dari beast Village untuk berpetualang


"benar juga ya" ucap Phyllis,


"jadi, ada perlu apa anda kemari? " tanya Lina


"sebenarnya Ray ingin kau dan Sura ke Thanatos" ucap Lina


"tapi untuk apa? " Lina bertanya lagi


"sebenarnya Ray memutuskan untuk mengorbankan dirinya" ucap Phyllis.

__ADS_1


>bersambung


__ADS_2