Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 23


__ADS_3

"tuan Diabilos, bagaimana ini, kalau terus begini Ray akan... " ucap Cia


"tenanglah, Ray pasti akan baik baik saja, lagipula aku sudah memasang pelindung untuk menahan beberapa serangan, aarkhh... "


"tuan Diabolos, kau baik baik saja, separuh bagian tubuhmu sudah hancur, apa kau yakin bisa menahannya lebih lama lagi" ucap Cia


"a... aku baik... baik... saja... aaa... " ucap Diabolos lalu menjerit kesakitan,


lalu seketika semua Valkyrie berhenti dan seperti sedang memberi jalan untuk seseorang,


"ada apa ini, kenapa tiba-tiba mereka berhenti" ucap Cia


"tidak... kau salah, sepertinya mereka sedang memberi jalan untuk seseorang" ucap Diabolos


"ya kau benar, tak kusangka aku bisa bertemu dengan dua artefak yang bisa berbicara" ucap ???


"siapa kau, beraninya kau menyebutku artefak" ucap Diabolos


"tuan Diabolos, jangan memancing amarahnya" ucap Cia


"rekanmu benar tuh artefak sampah" ucap ???


"sialan kau... " ucap Diabolos


"hah... apa maumu, kau mau menghajar ku, ayolah itu tidak lucu haha... ha... " ucap ???


"baiklah aku akan beritahu siapa aku, namaku Oz akulah sang penakluk dunia, makhluk yang paling ditakuti di seluruh dimensi" ucap ??? mengaku bahwa dia adalah penakluk dunia


"oh kalau begitu perkenalkan namaku Ray, aku adalah raja iblis terkuat calon penakluk dunia bawah" ucap Ray tiba tiba tersadarkan


"Ray, kau sudah sadar" ucap Cia


"ya, maaf ya aku agak capek tadi" ucap Ray lalu berdiri dengan tegak


"hah... makhluk rendahan sepertimu ingin menguasai dunia bawah, mana mungkin bisa, bahkan kau mengandalkan artefak untu menjadi kuat, kau itu hanyalah seorang pecundang" ucap Oz


"bagaimana kalau kita bertarung" ucap Ray menantang


"baiklah tapi ada satu syarat, jangan menggunakan artefak atau semacamnya" ucap Oz


"baiklah" ucap Ray lalu menancapkan sabitnya dan menjatuhkan topengnya, selain itu Ray memblokir semua energi sihir nya,


"hmm... kenapa energi sihirmu mendadak hilang, jangan bilang semua energi yang kau punya hanyalah efek dari artefak itu, hahaha... kau sangat konyol dasar bocah" ucap Oz lalu menyerang Ray dengan sihir, namun sihir tersebut tidaklah berpengaruh pada Ray


"ada apa, kenapa kau tidak langsung membunuhku" ucap Ray


"mustahil, dia mampu menahan sihir ku tanpa menggunakan apapun, apa yang terjadi" ucap Oz dalam hati


"kalau begitu bagaimana dengan yang ini, tombak cahayaaa... " ucap Oz lalu menyerang lagi, namun Ray membatalkan sihirnya hanya dengan melihat serangannya,


"kenapa, apa kau mulai lupa cara menggunakan sihir" ucap Ray mengejek


"Ray jangan pancing amarahnya, energi sihir nya sangat besar" ucap Cia


"sangat besar, tunjukanlah, tunjukan seberapa besar dan hebat energi sihirmu itu" ucap Ray menantang


"baiklah jika kau memaksa" ucap Oz

__ADS_1


lalu Oz membuat area sihir yang sangat kuat, bahkan area supranatural tidak bisa masuk ke dalamnya, hal itu membuat Ray kesulitan bernafas karena area tersebut memblokir udara,


"gawat aku akan mati kehabisan oksigen kalau terus begini" ucap Ray dalam hati


"ada apa, apa kau kesulitan untuk bernafas, hm... dasar pecundang" ucap Oz


"apa ini, sepertinya energi sihirku memberontak dan memaksa untuk keluar, kalau begini jantungku bisa hancur karena menampung energi sihir yang sangat besar, mungkin aku harus mengeluarkannya sedikit saja" isi hati Ray,


lalu tiba-tiba area sihir tersebut menghilang secara perlahan


"apa yang terjadi, kenapa semua energi sihirku hilang secara perlahan, padahal aku sedah memblokir energi supranatural tapi kenapa... tunggu, ada energi sihir lain, energi siapa ini, tidak mungkin kalau ini milik si pecundang itu" ucap Oz dalam hati


"oy apa yang kau lakukan" ucap Oz


"tidak, aku tidak melakukan apapun, energi sihirku lah yang melakukan ini semua" ucap Ray tersenyum


"apa maksudmu" ucap Oz kebingungan


"maaf aku lupa memberi tau bahwa energi sihir milikku bisa memanipulasi energi supranatural dan energi sihir di sekitar ku, dan itu termasuk milikmu" ucap Ray


"mustahil, para Valkyrie cepat serang dia, bunuh saja dia jangan biarkan dia hidup" ucap Oz


"itu mustahil" ucap Ray lalu dalam sekejap semua Valkyrie mendadak menghilang


"hah... kemana mereka pergi, i... ini tidak masuk akal, aku sangat yakin tadi mereka ada di sini, apa yang terjadi" ucap Oz kebingungan


"baiklah karena aku merasa kasihan padamu maka akan kuberi tau, aku menggunakan move point untuk memindahkan mereka" ucap Ray


"semuanya cepat keluar dan bunuh orang ini" teriak Oz,


tapi sayangnya tidak ada yang keluar,


"terimakasih atas pujiannya"


"Phyllis ternyata kau masih hidup" ucap Cia


"itu sudah tentu kan, mana mungkin aku bisa mati begitu saja, apa kau lupa Ray sudah memberi kekuatan yang hebat padaku" ucap Phyllis


"apa yang kalian lakukan pada bawahan ku" ucap Oz gemetaran


"aku hanya membunuh mereka, tidak ada yang lain" ucap Phyllis


"da... dasar monster" ucap Oz


"itu tidak sopan, aku ini dewi kematian" ucap Phyllis


"oh jadi kau masih termasuk dewa, yasudah aku akan memburumu" ucap Ray dengan wajah kesal


"Ray memang suka bercanda, nah sekarang kita apakan dia" ucap Phyllis


"sudah jelas bukan, soul eater" ucap Ray


"aaarkh... ampun... hentikan... kumohon hentikan... aaaaaarrrkh... " ucap Oz lalu ia mati secara perlahan.


"Ray ngomong ngomong kau memindahkan mereka kemana dan, apa itu move point" ucap Cia


"mereka? siapa? " tanya Ray

__ADS_1


"para Valkyrie itu maksudku" ucap Ray


"oh mereka, aku memindahkan mereka ke bawah tanah ini" ucap Ray


"move point adalah kekuatan esper, move point bisa digunakan untuk memindahkan benda apapun dari satu titik ke titik lain baik itu benda hidup atau mati, tapi agak ber resiko jika digunakan pada diri sendiri" penjelasan dari Ray


"aku baru tau kalau kau mempunyai kekuatan seperti itu" ucap Cia


"sebenarnya dari awal aku sudah membuat sihir baru menggunakan bonus skill yang Diabolos berikan padaku" ucap Ray


"oh begitu rupanya" ucap Cia


"oh ya ngomong ngomong kenapa dari tadi Diabolos diam saja" ucap Ray


"sepertinya dia kelelahan, separuh bagian tubuhnya terpecah" ucap Cia


"apa dia bisa di perbaiki? " tanya Ray


"sepertinya tidak, Diabolos adalah sebuah artefak yang sulit untuk dibuat, butuh bertahun-tahun untuk membuatnya, dan memperbaikinya harus menggunakan jiwa yang sama" ucap Cia


"oh begitu ya, Diabolos terimakasih kau sudah bekerja sangat keras, kau juga sudah melindungiku" ucap Ray, lalu mereka semua pergi ke membawa mayat Oz permukaan.


saat mereka sampai di permukaan, Ray mendapat sambutan yang meriah dari para warga desa,


"Ray akhirnya kau selamat, aku kira... aku kira... kau sudah... " ucap Lina menangis


"tenanglah Lina, aku baik baik saja kok" ucap Ray, lalu tangis Lina semakin keras,


(keesokan harinya)


Ray bersiap pagi pagi sekali,


"Ray kau sudah ingin pergi ya" ucap Lina


"iya, maaf ya jika aku merepotkan kamu, Lina" ucap Ray


"tidak kok, justru aku merasa senang kau bisa menginap di sini" ucap Lina


"kak Ray, kau mau pergi lagi ya" ucap Sura


"Sura, kau jangan khawatir, nanti jika kakak ada waktu, kakak akan main kesini lagi, oh ya ngomong ngomong kakak dengar belakangan ini kau selalu berlatih agar jadi seperti kakak, apa itu benar" ucap Ray


"iya, aku sangat ingin menjadi kuat seperti kakak agar bisa melindungi kak Lina" ucap Sura


"kalau begitu, jadilah kuat saat kita bertemu lagi" ucap Ray


"ya" ucap Sura tersenyum


"kalau begitu kakak pergi ya" ucap Ray lalu pergi


"dah... kak Ray, jangan lupa untuk main kesini ya" ucap Sura


"dah... Sura, Lina jaga diri kalian baik baik ya" ucap Ray


"kau juga Ray" ucap Lina,


lalu mereka pergi meninggalkan desa itu.

__ADS_1


>bersambung


__ADS_2