Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 18


__ADS_3

"ini salahku... ini salahku... ini salahku... " ucap Ray dalam keputusasaan,


lalu Ray menggunakan seluruh kekuatannya dan menciptakan area sihir yang luasnya melebihi galaksi, hal itu membuat Cia tidak bisa berkata-kata.


(di dunia lain)


"a... apa ini, area sihir siapa ini " ucap Riri saat merasakan energi sihir milik Ray,


"Riri, apa yang terjadi, mengapa bisa ada kekuatan sebesar ini" ucap seorang petualang


"ini sepertinya energi sihir milik Ray, jika Ray melepaskan pemicu, maka akan terjadi ledakan di seluruh area sihir ini, dan sepertinya area sihir ini sudah menembus alam para dewa, karena energi sihirnya sangat kuat" ucap Gredz.


(di alam dewa)


"si... sihir siapa ini, energi dan tekanannya sangat kuat selain itu di dalam energi ini terdapat kegelapan yang sangat dalam dan pekat" ucap seorang dewa


"haha... hahaha... hahaha... " tawa Noku dari dalam kurungan besar


"Noku apa yang kau lakukan, jika dia mendengar mu tertawa seperti ini pasti dia akan menyiksa kita" ucap Lala


"Lala coba lihat, area sihir itu" ucap Noku


"i... ini energi sihir milik Ray, kenapa bisa sehebat ini" ucap Lala


(di bumi)


Ray sangat marah hingga area sihir semakin meluas dan menguat, saat Ray akan melepas sihir api sebagai pemicu, Tiba-tiba Miu sadar dan menenangkan Ray.


"Ray semua ini bukan salahmu, lagipula aku baik baik saja" ucap Miu yang baru tersadarkan dan membuat Ray merasa sedikit tentang


"Yura kau sudah sadar" ucap Alice


"tenanglah aku tadi hanya tidur sebentar" ucap Miu


Lalu Miu menggunakan sihir penyembuh kepada diri sendiri dan berjalan ke arah Ray


"pergilah jangan mendekat, aku tidak mau menyakitimu lagi" ucap Ray


"kalau begitu, batalkan sihir itu" ucap Miu


"berisik, cepat pergi dan jangan dekati aku lagi" ucap Ray, namun Miu terus berjalan dan tidak mendengarkan apa yang Ray katakan,


"sudah kubilang berhenti dan pergilah, jangan dekati aku lagi" ucap Ray lalu ia semakin memperluas dan memperkuat area sihirnya.


lalu Miu memeluk Ray dan berkata "Ray kau tenanglah, aku akan selalu ada disini untukmu jadi tenanglah, aku yakin kau tidak akan menyakitiku lagi jadi tenanglah kau pasti sangat lelah kan. istirahatlah... Ray... " ucap Miu,


lalu Ray kehilangan kesadarannya dan pingsan di pelukan Miu, saat Ray pingsan area sihir tiba-tiba menghilang dan menghembuskan angin kencang.


"Ray, kau sudah berusaha sangat keras, kau pasti sangat lelah, aku minta maaf sudah membuatmu khawatir" ucap Miu kepada Ray saat Ray tidak sadarkan diri.


lalu Alice menelpon polisi dan ambulan untuk mengamankan jasad orang tua Ray, lalu mereka membawa Ray ke rumah sakit untuk dirawat dan Miu meminta Alice untuk menjaga Ray, sementara Miu akan pergi ke alam para dewa untuk menyelamatkan Noku dan yang lainnya.


lima hari setelah Miu pergi untuk menyelamatkan Noku dan yang lainnya, Ray terbangun dari istirahatnya,


"kenapa... kenapa aku masih hidup" isi hati Ray


"sepertinya aku di rumah sakit" ucap Ray saat ia melihat sekelilingnya,


lalu Ray mencoba berjalan, tapi keadaannya masih parah dan ia terjatuh, Alice yang mendengar itupun langsung masuk dan melihat keadaan Ray,


"siapa itu" ucap Alice saat membuka pintu

__ADS_1


"A... Alice" ucap Ray


"Ray kau sudah bangun ya, seharusnya kau beristirahat dulu sampai kau benar-benar pulih" ucap Alice


"Alice, dimana Miu? dia baik baik saja kan? " tanya Ray


"Ray, tenang saja, Miu pasti Baik saja" ucap Alice


"apa maksudmu pasti baik baik saja" teriak Ray saat mendengar perkataan Alice


"Ray kau te~" ucap Alice berusaha menenangkan


"berisik, cepat jawab... " ucap Ray


"s... sebenarnya Miu pergi ke alam para dewa sendirian untuk menyelamatkan Noku dan yang lainnya" jawab Alice terpaksa


"ke alam dewa, kenapa kau tidak menghalanginya" teriak Ray saat mendengar jawaban Alice


"maaf, aku tidak tau apa-apa" ucap Alice


"maaf aku sudah berteriak, sebelumnya terimakasih" ucap Ray lalu memberikan sebuah artefak,


"ini, berikan artefak ini pada pak kepala sekolah" ucap Ray


"Ray apa yang akan kau lakukan, Ray? jangan bilang kau ingin pergi dengan keadaan seperti ini" ucap Alice


"tenang saja aku tidak akan gegabah, lakukan saja tugasmu" ucap Ray lalu menggunakan sihir penyembuh pada diri sendiri dan pergi begitu saja,


"Ray, kau benar-benar pergi" ucap Alice saat melihat Ray yang pergi begitu saja.


"Cia apa kau tahu dimana letak gerbang untuk ke alam dewa? " tanya Ray


"sepertinya ada di depan kita" jawab Cia


"hey nak, bersujud lah pada kami maka kami akan mengampuni nyawamu" ucap seorang dewi


lalu Ray tersenyum dan tertawa terbahak-bahak


"hmhm... hm... hahaha... hahaha... haha... " tawa jahat Ray


"dasar bocah tidak tau diri" ucap dewi tadi


"oyy... siapa yang tidak tahu diri, kau yang mengemis kau yang marah" ucap Ray mengejek


"sialan... " ucap dewi itu lalu menyerang Ray dengan sihir, namun sayangnya Ray berhasil benebas serangannya menggunakan sabitnya dan seketika mereka ribut karena melihat Ray melenyapkan sihir itu,


"mu... mustahil, sihir ku dilenyapkan oleh sebuah sabit bodoh" ucap dewi itu


"oy... oy... oyy, apa kalian sudah bosan hidup sampai sampai kalian memancing amarahku" ucap Ray


"apa maksudmu dasar bocah" ucap seorang dewa.


lalu Ray menebas satu persatu dari dewa dewi itu, dewa dewi yang melihat kejadian itu pun langsung berlarian menjauhi Ray, namun Ray memblokir area itu sehingga tidak ada yang bisa melarikan diri dari sana,


"hahaha... haha... hahahaha... " tawa Ray sambil menebas mereka satu persatu.


Saat mereka sudah mati Ray mencari lokasi Miu dan yang lainnya namun sayangnya ia tidak bisa menemukannya.


"Cia apa kau tau sesuatu? " tanya Ray kepada Cia


"aku tidak tau, tapi mungkin dewi kematian itu tau" jawab Cia

__ADS_1


"benar juga, terimakasih Cia" ucap Ray berterimakasih pada Cia.


lalu ia mengeluarkan dewi kematian dari dimensi ruang waktu dan memberi perintah padanya,


"oyy... budak, cepat antar aku ke tempat teman temanku berada, ini perintah" ucap Ray


lalu dewi itu mengantar Ray karena kalung budak yang Ray Pakaikan,


"sial kalau saja tidak ada kalung ini, aku tidak akan mengantarnya" isi hati dewi itu


"cepat jalan, aku bisa membaca isi hatimu jadi berhati-hatilah kalau tidak ingin mati" ucap Ray menakut-nakuti


"i... iya tuan Ray, aku akan mengantarmu" ucap dewi itu sambil ketakutan.


lalu Ray melihat sebuah bebatuan yang tersusun melingkar, saat mereka sampai di bebatuan itu mereka berdua di teleportasi dan sampai di suatu tempat dimana di sekelilingnya berwarna putih, disana Ray melihat Miu sedang di ikat dan di gantung,


"Miu... " teriak Ray diri kejauhan


"Ray, jangan kesini cepat pergi, dia akan segera datang" teriak Miu


"Miu, aku akan kesana" teriak Ray


"Ray, jangan kesini, kau akan mati jika mendekat" teriak Miu,


lalu sebuah tombak cahaya melesat dan menancap ke perut Ray


"ohokh... " Ray batuk dan memuntahkan darah


"hehe... hehehe... dasar bodoh, kau kira kau bisa membawa dia pergi dari sini, jangan harap aku akan membiarkanmu, bocah tengik" ucap seorang dewa


"siapa kau" tanya Ray


"owh... maaf jika aku tidak sopan pada makhluk rendahan sepertimu, perkenalkan aku adalah dewa takdir, aku bisa mengubah takdir siapapun" ucap dewa itu


"oh jadi kau dewa takdir, walaupun kau bisa mengubah takdir, tapi kau tidak akan bisa mengubah takdirku, karena kau bukan orang yang menciptakan ku" ucap Ray dengan sombongnya


"dasar bajingan, mati sanaaa... " ucap dewa itu dan ia mencoba membunuh Ray dengan mengubah takdirnya.


"ke... kenapa, kenapa kau masih hidup, seharusnya kau sudah mati" ucap dewa itu


"sudah kubilang kan, kau tidak akan bisa mengubah takdirku, selama ini kau hanya beruntung karena sang Pencipta mengasihani mu" ucap Ray


"diam kau dasar bo~" lalu Ray menebas kepala dewa itu dan memulihkan dirinya dengan sihir pemulih,


"Miu tunggu di sana aku akan menolong mu" ucap Ray.


lalu Ray menabrak sebuah penghalang dan ia berniat menghancurkannya,


"Ray jangan hancurkan penghalang nya, jika penghalang itu hancur maka aku akan mati" ucap Miu menghentikan Ray


"hah benarkah, kenapa bisa begitu" tanya Ray kebingungan


"penghalang ini dibuat menggunakan jiwaku" jawab Miu


"ti... tidak mungkin, M... Miu kau tidak bercanda kan" ucap Ray


"Miu benar Ray, jika kau menghancurkannya maka Miu akan lenyap" ucap Noku


"Noku, kau juga dikurung" ucap Ray


"bukan hanya Noku, tapi aku, Delft, Seku dan Lala juga dikurung menggunakan penghalang ini" ucap Zack

__ADS_1


"i... ini mustahil" ucap Ray


>bersambung


__ADS_2