
"sebenarnya aku sudah tau tentang cara melepaskan segel jiwa" ucap Ray secara tiba-tiba
"Ray, kau tidak sedang mengkhayal kan" ucap Phyllis
"mengorbankan ingatan, benar kan? " tanya Ray
"ba... bagaimana bisa kau mengetahui hal itu? " Phyllis bertanya balik
"Phyllis aku ingin bicara sesuatu padamu" ucap Ray
"Ray... sebenarnya apa mau mu? " ucap Phyllis
"ayo ikut aku" ucap Ray lalu mengeluarkan portal dan menarik tangan Phyllis
"Ray, tunggu... "
setelah mereka melewati portal, Ray langsung menutupnya
"Ray apa yang kau lakukan? " Phyllis
"Phyllis, tolong dengarkan permintaanku, mungkin ini sangat egois tapi tolong dengarkan" ucap Ray memohon
"baiklah, katakan saja aku akan mendengarnya" ucap Phyllis
"jika suatu saat aku mengorbankan pikiranku maka panggil Lina dan Sura ke Thanatos, aku ingin Sura menjadi pemegang Demon scythe untuk sementara, aku juga ingin Delft memimpin Thanatos, aku ingin kau melatih semua pasukan agar pertahanan semakin kuat, aku ingin kau memimpin pasukan Thanatos, sisanya serahkan saja pada Miu Vell dan yang lainnya, mungkin ini hanya keinginan egois ku, tapi... " ucap Ray
"baiklah, aku akan mempertimbangkan semuanya, tapi kau harus janji" ucap Phyllis
"apa janjinya? " tanya Ray
"bangkitlah saat kami membutuhkanmu" ucap Phyllis sambil meneteskan air mata
"baiklah, aku akan berjanji, aku akan bangkit saat kalian membutuhkan ku" ucap Ray memeluk Phyllis, lalu Phyllis menangis keras di pelukan Ray
(di sisi lain)
"haaah... akhirnya selesai, baiklah sekarang mari kita coba telepati nya" ucap Vell
"eh... loh kok... "
"sepertinya aku membuat kesalahan"
"duh... membenarkan sesuatu itu tidak mudah, lebih baik berurusan dengan listrik daripada koneksi telepati" Vell mengeluh
"baiklah, mari kita ulangi"
"pertama kita sebarkan energi sihir sebagai pengganti indra perasa, lalu kalau tidak salah ubah aliran energi sihir telepati lalu sambungkan dengan aliran energi yang terputus"
"sepertinya ada yang kurang... "
"oh ya, aku belum memperkuat aliran energi sihirnya"
"baiklah sekarang, sudah selesai... " Vell tersenyum gembira
"baiklah sekarang tinggal mencobanya" ucap Vell lalu menghubungi Ray dengan telepati.
(kembali ke percakapan Ray dan Phyllis)
setelah mereka berbicara tentang segel jiwa dan keinginan Ray, mereka duduk bersebelahan sambil melihat bintang
"Ray terimakasih"
"hmm? "
__ADS_1
"Ray kau pemburu dewa, bukan? "
"sudah jelas, kan"
"Ray kalau boleh tau kenapa kau membiarkan makhluk sepertiku tetap hidup"
"oh soal itu ternyata, sebenarnya aku hanya ingin melindungi mereka, tapi aku sadar bahwa aku tidak bisa selalu diandalkan, pasti ada saatnya aku harus mundur... "
"tunggu... jangan bilang kau merencanakan cuci otak" ucap Phyllis menyangkal perkataan Ray
"mana mungkin aku gitu" ucap Ray
"hmm... mencurigakan" ucap Phyllis
"jangan gitu dong... " ucap Ray
"nggak kok cuma bercanda"
"terserah lah... "
"Phyllis tunggu sebentar ya, sepertinya Vell memanggilku lewat telepati" ucap Ray meminta Phyllis menunggu
"akhirnya tersambung juga, tuan bagaimana kabar tuan? " tanya Vell
"aku baik baik saja, bagaimana denganmu dan Miu?" Ray bertanya balik
"aku dan Miu baik baik saja, kau tau Ray... semenjak kau jauh dari kami, Miu selalu menanyakan mu, bahkan dia sampai mencari cara agar kami bisa menghubungimu" ucap Vell
"tunggu... apa kau bisa menjelaskan apa yang sudah terjadi di sana? " tanya Ray sambil meminta penjelasan
"kau tidak tahu ya... apa boleh buat, baiklah aku akan jelaskan dari awal"
"saat kami ingin menghubungimu kami sadar kalau ada yang memutus koneksi telepati kami, lalu kami mencari cara untuk memperbaiki koneksi telepati kita, selain itu aku memanggil iblis api tingkat atas dan mendapat kemampuan baru loh... " cerita Vell
"aku bisa membuat satu dunia ini berada di genggamanku, bahkan aku bisa membunuh siapapun dengan sekali tatap" ucap Vell
"eh seriusan? " ucap Ray terkejut
"Ray kenapa ya? sepertinya dia sedang membicarakan sesuatu yang mengerikan" ucap Phyllis dalam hati
"ya seperti itulah, hehe... " ucap Vell
"hmm... "
"kenapa tuan" ucap Vell
"tidak, bukan apa-apa" ucap Ray
"apa kau tidak merindukan Miu, tuan? " tanya Vell
"tentu saja aku rindu dengan nya, oh ya aku titip salam untuk mereka ya, terutama untuk Miu" ucap Ray menitipkan salam
"oke aku akan menyampaikannya dengan baik" ucap Vell
"tuan, apa kau sedang sibuk" tanya Vell
"ya begitulah, sekarang aku memimpin kerajaan Thanatos, selain itu semua pasukan ku sedang berlatih" ucap Ray menjelaskan
"di sana masih siang ya" ucap Vell
"tidak kok, disini sudah malam" jawab Ray
"terus ngapain malem-malem latihan" ucap Vell
__ADS_1
"oh soal itu, aku yang menyuruh mereka berlatih, aku menjelaskan pada mereka bahwa membentuk otot-otot fisik akan lebih mudah jika melakukannya setelah makan" ucap Ray
"huf... ada-ada saja, jadi kapan tuan akan kembali kesini? " tanya Vell
"sepertinya setelah aku menstabilkan aturan di kerajaan ku" ucap Ray
"oh begitu ya" ucap Vell
"kalau begitu sudah dulu ya, katakan pada Miu aku sangat mencintainya" ucap Ray
"oke pasti akan ku katakan, tuan semangat bekerjanya" ucap Vell memberikan semangat
"oke" jawab Ray,
"Phyllis, ayo kita harus segera kembali, mereka pasti mencari cari kita" ucap Ray
"baiklah, omong-omong tadi kau bicara apa saja dengan si wyvern itu? " tanya Phyllis
"maksudnya Vell... " ucap Ray
"iya, pokoknya itu lah" ucap Phyllis
"itu rahasia" ucap Ray
"kau memang pelit" ucap Phyllis cemberut
"sudahlah, lebih baik kita cepat" ucap Ray
"baiklah" respon Phyllis,
lalu mereka kembali ke peristirahatan menggunakan portal teleportasi.
Saat Ray tiba Lucia menyambut kedatangan Ray
"Ray akhirnya kau kembali" ucap Lucia
"apa semuanya sudah berhenti berlatih? " tanya Ray
"aku sudah menyuruhnya tapi mereka masih ingin berlatih" ucap Lucia
"baiklah kalau sudah begitu aku terpaksa harus turun tangan" ucap Ray lalu pergi ke tempat latihan,
"semuanya dengarkan ini perintah langsung dariku, karena kalian sudah berlatih lumayan lama maka alangkah baiknya kalian istirahat dulu, karena kita akan melanjutkan perjalanan saat matahari mulai terbit, pokoknya sebelum matahari terbit seluruh area di sini harus sudah bersih dan rapih" Ray memberi perintah secara langsung
"baik... " ucap seluruh pasukan
"Ray kau memang hebat, kau membuat seluruh pasukan menurutimu dengan sekali perintah" ucap Phyllis
"aku kagum padamu Ray" ucap Lucia
"tidak kok itu biasa saja, Phyllis aku harap kau bisa melakukannya juga suatu saat nanti" ucap Ray, lalu mereka pergi ke tenda dan beristirahat.
Saat Ray sedang tidur Ray tiba-tiba terbangun dan ia berada di sebuah taman yang dipenuhi bunga
"tempat apa ini, ini sangat indah, aku harap aku bisa membawa Miu kesini"
"oh ya, seingat ku, aku sedang tidur di dalam tenda, tapi kenapa aku bisa berada di tempat ini"
"apa ini artinya aku sudah mati, tapi gak mungkin juga sih"
"oy bocah... " ucap Diabolos.
>bersambung
__ADS_1