Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 16


__ADS_3

hari sudah pagi, saat Miu bangun ia tampak kebingungan ia menoleh ke kanan kirinya seperti sedang mencari seseorang,


"huf... dia pasti sudah berangkat" ucap Miu


[tok... tok... tok... ] suara ketuk pintu


"masuk saja aku sudah bangun" ucap Miu


"selamat pagi Miu" ucap Ray


"Ray, kau tidak berangkat? "


"besok aja, kalo sekarang aku lagi males" ucap Ray


"oh gitu ya" ucap Miu


"yaudah mandi sana, trus makan" ucap Ray


"Ray semalem kamu yang bawa aku pulang ya? " tanya Miu


"iya, soalnya semalem banyak nyamuk, jadi aku bawa kamu pulang" jawab Ray


"oh gitu ya... "


lalu Miu pergi mandi dan sarapan bersama Ray.


Saat sarapan Miu kebingungan karena tidak ada orang selain Ray dan Miu di sana,


"Ray, mana yang lain? " tanya Miu


"Delft dan yang lainnya sedang jalan jalan, orang tuaku sedang kerja, jadi tinggal kita berdua di sini" jawab Ray,


"Miu nanti setelah makan kita ke rumah mu ya" ajakan Ray


"iya" ucap Miu


lalu saat mereka selesai makan, mereka bersiap siap untuk ke rumah Miu. saat mereka sampai di rumah Miu, seseorang datang ke arah Miu,


"sayang, sayang kamu kemana saja, aku terus mencari mu ke mana-mana, dan semua orang bilang kau sudah meninggal, tapi aku tau kau masih hidup itu sebabnya aku masih mencari mu" ucap orang itu sambil memegang tangan Miu,


Miu terkejut dan menampar orang itu "dasar buaya" ucap Miu kepada orang itu


"Miu siapa dia? " tanya Ray


"seharusnya aku yang bertanya padamu? " ucap orang itu


"oh kau ingin tau siapa dia, baiklah akan ku kenalkan padamu, dia adalah pacar ku" ucap Miu sambil memprovokasi


"oh, jadi dia pacar baru mu, perkenalkan aku adalah calon suami Miu namaku Isobe Jurou" ucap orang itu


"perkenalkan namaku Ray"


"oh, nama yang lumayan bagus, tapi tetap saja kau tidak bisa menandingi ku, dasar kampungan" ucap Isobe lalu pergi begitu saja


lalu Miu membuka pintu rumahnya dengan sihir karena ia tidak punya kunci rumahnya,


"unlock... " mantra yang Miu bacakan


lalu Miu masuk ke rumahnya dan ia tiba-tiba pingsan saat melihat apa yang ada di dalam rumahnya,


"k... ke... " ucap Miu lalu pingsan


"Miu... " teriak Ray menangkap Miu yang jatuh pingsan.


lalu beberapa saat kemudian Miu tersadarkan diri, ia tampak sangat gelisah,


"Miu akhirnya kau sadar juga" ucap Ray


"Ray, bagaimana dengan keluarga ku? " tanya Miu


lalu Ray menceritakan sebisanya.


(saat Miu pingsan)


"Miu... " teriakan Ray lalu melihat dua mayat yang tergeletak berlumuran darah di lantai rumah Miu,


lalu Ray dengan cepat menelpon polisi menggunakan telpon rumah. tapi saat ia mencoba menggunakannya, ia sadar kalau kabel telepon nya diputus, tanpa pikir panjang ia langsung keluar dan mencari telpon umum, setelah ia menelpon polisi, ia membawa Miu ke rumah sakit lalu kembali ke tempat kejadian.

__ADS_1


lalu polisi datang setelah menerima laporan dari Ray,


"dengan saudara Ray? " tanya seorang polisi pada Ray


"iya saya Ray, mayat yang saya bicarakan ada di dalam" ucap Ray


"baiklah kami akan memeriksanya" ucap polisi itu,


lalu mereka masuk ke dalam rumah nya Miu. saat polisi mengecek mayat korban, polisi itu bertanya pada Ray "nak Ray, apa kau tau siapa yang melakukan hal ini? "


"maaf apa maksud anda? " Ray bertanya balik


"kita para kepolisian menerima beberapa laporan yang sama seperti ini, korban memiliki memiliki luka dangkal di bagian leher dan luka tusukan di bagian punggung, dan letak luka tersebut pas sekali dengan letak jantung" ucap polisi


"lalu apa anda bisa melacak si pelaku tersebut" ucap Ray


"saat ini saya masih belum bisa melacak nya, dan kami juga membutuhkan keterangan dari anda. untuk sekarang aku akan menghubungi markas untuk meminta bantuan untuk menyelidiki kasus" ucap polisi itu


"oh ya Terima kasih paman, ini nomor telepon rumah ku, nanti aku akan ke kantor polisi untuk memberi keterangan, sekarang aku harus pergi" ucap Ray lalu pergi


(kembali ke percakapan Miu dan Ray)


"jadi begitu ceritanya" ucap Ray


"Ray, jika aku meminta sesuatu darimu, apa aku akan menurutinya? " ucap Miu dengan nada dingin


"i... iya aku akan melakukannya jika aku bisa" ucap Ray dengan sangat kebingungan


"Ray jika pelakunya ketemu, siksa dia agar dia memahami rasa sakit yang di derita orang tua ku" ucap Miu


"ya aku akan berusaha sebisaku" ucap Ray


[tok... tok... tok] suara ketuk pintu membuat Ray dan Miu terkejut


"masuklah" ucap Ray


"oh ternyata kau sudah sadar, sebentar ya aku periksa dulu" ucap seorang perawat dan memeriksa keadaan Miu,


"hmm... sepertinya kamu sudah boleh pulang, aku panggil dokter dulu ya" ucap perawat itu lalu pergi


lalu mereka pulang ke rumah Ray.


Saat mereka sampai di rumah, Ray meminta Miu untuk beristirahat sampai pulih total, sementara itu Ray pergi ke kantor polisi untuk memberi keterangan tentang kasus pembunuhan.


"huf... akhirnya selesai, sudah gelap, sepertinya aku harus segera pulang" ucap Ray pada dirinya sendiri.


saat Ray sedang berada di perjalanan pulang ia melihat ke arah sungai dan teringat sesuatu,


(ke masa lalu)


saat Ray pulang sekolah ia menyadari tas nya tertinggal di sekolah saat dia bolos pelajaran terakhir,


"eh iya, aku lupa tas ku ketinggalan" ucap Ray kepada dirinya sendiri,


saat Ray mencari tas nya yang tertinggal, ia tak bisa masuk ke dalam kelasnya karena sudah di kunci,


"eh dikunci ya, hah... kayak nya aku harus membobol pintu" ucap Ray lalu melihat ke dalam kelas melalui jendela


"eh itu kan Yura, kenapa dia bisa ada di sini" tanya Ray pada dirinya sendiri,


lalu Ray membobol pintu dengan menggunakan kawat. saat Ray membuka pintu, Yura yang sedang menghadap ke luar jendela menoleh ke belakangnya dan melihat Ray,


"yo... " ucap Ray tersenyum kepada Yura


"Ray, kenapa kau ada di sini? " tanya Yura


"harusnya aku yang nanya gitu ke kamu" jawab Ray,


"s... sebenernya aku tadi di bully dan aku di suruh masuk ke kelas ini, dan aku di kurung di sini oleh mereka. kamu sendiri kenapa ada di sini?" ucap Yura dan bertanya balik kepada Ray


"oh... aku cuma mau ambil tas yang ketinggalan" ucap Ray sambil berjalan dan mengambil tas nya,


"Yura, mau pulang bareng gak" ajakan Ray


"i... iya, aku ikut" jawab Yura,


lalu mereka pulang ke rumah.

__ADS_1


saat mereka sedang berjalan, Yura tiba-tiba berhenti


"Ray, kau duluan saja" ucap Yura


"hm... kenapa, apa kau lapar? " tanya Ray


"nggak kok, aku cuma lagi mau sendiri" ucap Yura


"ya udah aku pulang ya" ucap Ray lalu pergi.


lalu Ray ke mini market membeli beberapa makanan,


"ini harusnya cukup sih" ucap Ray lalu pergi mencari Yura.


"kemana sih tuh anak, apa jangan-jangan dia sudah pulang, huh... sia-sia beli makanan banyak" ucap Ray mengeluh kepada diri sendiri


"eh itu kan Yura, kenapa dia ada di danau" ucap Ray kepada dirinya sendiri,


lalu ia menghampiri Yura yang sedang duduk dan melempari beru ke arah sungai.


"Yura kau belum pulang ya" ucap Ray


"Ray kau rupanya, kenapa kau kemari Ray? " tanya Yura


"aku hanya khawatir padamu, ini aku membawa sedikit makanan untuk mu, aku membelinya"


"oh ya terima kasih"


"Yura, ngomong-ngomong apa kau tidak berniat untuk balas dendam karena selalu di bully"


"kenapa harus membalas dendam, memang benar kan aku itu orang aneh, manusia yang mempercayai adanya sihir"


"aku percaya kok sihir itu ada, aku juga percaya pada hal yang berbau supranatural"


"sudahlah Ray kau tidak perlu menghiburku"


"Yura, kau ini terlalu percaya diri, aku tidak berniat menghibur kok"


"iya deh, terserah",


"oh ya, ngomong-ngomong siapa sih yang bully kamu selama ini" tanya Ray secara tiba-tiba


"aku denger sih dari gosipnya mereka bawahannya murid yang namanya Alice" jawab Yura


"eh... Alice, kenapa" tanya Ray kebingungan


"katanya sih dia iri karena aku lebih cantik darinya, tapi ini katanya"


"oh gitu"


"ngomong-ngomong kamu waktu itu di tindas karena berkhayal apa sih" tanya Yura


"oh kalo itu, kalo di kelas, aku paling berisik karena teriak teriak gak jelas, misalnya bola api gitu"


"oh cuma masalah sepele ya"


"hm bener tuh, cuma masalah sepele"


"udah mulai gelap nih pulang yuk" ajakan Yura tiba-tiba


"yuk, lagipula aku lagi sibuk, tugas numpuk" ucap Ray,


lalu Ray mengantar Yura pulang kerumahnya,


"kayak nya aku bakal di marahin dah" ucap Ray pada dirinya sendiri, lalu ia berlari pulang.


(kembali ke masa sekarang)


saat Ray sampai di rumah saat itu sudah malam, lalu saat Ray mengetuk pintu Miu membukakan pintu untuk Ray,


"Miu kau belum tidur juga, aku kan sudah menyuruhmu untuk beristirahat" ucap Ray


"aku baik-baik saja kok, ayo masuk aku memasak untukmu" ucap Miu tersenyum kepada Ray


"iya... iya... ".


>bersambung

__ADS_1


__ADS_2