Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 7


__ADS_3

keesokan harinya miu dan Ray bersiap siap untuk pergi,


"delft apa kau bisa menjaga rumah miu saat kami pergi" tanya Ray


"oh itu sudah pasti, oh ya miu kamu kok cuma bawa satu pakaian" ucap delft


"Ray yang angkut sisanya" jawab miu


"lah kok gw... " ucap Ray di dalam hati


lalu mereka pergi ke Asosiasi petualang untuk mengucapkan salam perpisahan.


saat Ray membuka pintu


"Ray akhirnya kau datang, aku kira kau akan melupakan kami" ucap Gredz


"mana mungkin aku melupakan kalian" ucap Ray


"iya donk kan ada riri yang imut ini" ucap riri


"Ray bilang kamu makanan kelinci" ucap miu sambil mengejek


"Gredz apa kamu punya rekomendasi tempat yang bagus" ucap Ray


"oh mungkin di hutan kematian, pernah ada yang bilang di sana ada elf, dan yang paling menguntungkan tempat itu cocok untuk kalian saat ma... " ucap Gredz


"terimakasih Gredz, semuanya aku berangkat ya" ucap Ray.


lalu mereka berangkat dan Ray meminta miu untuk menunjukan arahnya, lalu saat mereka sedang berjalan tiba-tiba tanah bergoyang dan miu mengeluarkan pedangnya tapi Ray hanya diam dan melihat hasil dari latihan semalam,


"Ray biar aku saja yang mengatasinya" ucap miu


"oh silahkan aku tidak akan ikut campur" respon Ray


lalu sebuah black Viper muncul di hadapan mereka, miu terlihat senang karena ia tau bahwa daging black Viper sangat enak dan kulitnya bisa dibuat zirah yang sangat kuat, lalu miu melemparkan dua pisau sebagai pengalih perhatian lalu miu menguliti black Viper itu hidup hidup, lalu ia mencincang daging nya dan hanya menyisakan kepala.


"miu selamat ya, kau lulus ujian akhir" ucap Ray


"hah? ujian apa? " ucap miu


"semalam kau memintaku menjadi pelatihmu, lalu aku berniat memberimu ujian akhir untuk menguji keahlian mu" ucap Ray


"oh terimakasih" ucap miu dengan ekspresi datar.


lalu mereka melanjutkan perjalanan, dan saat hari sudah hampir gelap Ray dan miu memutuskan untuk mendirikan sebuah tenda, lalu Ray menyadari sesuatu bahwa ia membawa sesuatu dari bumi,


"hah ini kan amunisi" ucap Ray di dalam hati


lalu miu bertanya "ada apa Ray, apakah ada sesuatu? "


"emhh... nggak kok gak ada apa-apa" ucap Ray


"ohh... " ucap miu.


lalu miu mengasah teknik pedang, dan saat miu latihan Ray mencoba membuat artefak sihir yang bisa melesatkan amunisi layaknya senapan.


disisi lain miu sangat curiga kepada Ray karena jarang sekali Ray bolos latihan, lalu ia menjumpai Ray yang sedang membuat artefak di tenda nya,


"Ray apa yang kau lakukan, kenapa kau tidak latihan" ucap miu


"akghh... aku sedang mempelajari sesuatu hehehe... " ucap Ray sambil panik


setelah itu miu melanjutkan latihan, begitu juga dengan Ray ia membuat desain sambil menentukan apa saja fungsi dan bagai mana cara menggunakan nya, lalu ia memutuskan untuk membuat pistol dengan amunisi berupa energi sihir.


lalu saat Ray selesai membuat artefak ia keluar tenda dan ia melihat miu sedang memasak untuk makan malam lalu Ray ikut membantu Ray juga memasak daging wyvern yang waktu itu ia buru,


"Ray bukankah daging itu sudah 3 hari lalu" tanya miu

__ADS_1


"ohh, walau daging ini sudah bertahun tahun tapi tidak akan membusuk, karena dimensi ruang waktu bisa kita atur sesuka kita" penjelasan Ray


"lalu bagaimana dengan ruang waktu yang kau gunakan untuk memindahkan para warga" tanya miu untuk yang kedua kalinya


"ohh kalo yang itu aku pake sihir ruang waktu tingkat bawah" penjelasan dari Ray


"ouhh... berarti sihir untuk menyimpan barang termasuk sihir menengah atau tingkat lanjut" ucap miu sambil menyimpulkan


"lebih tepatnya sihir tingkat khusus" ucap Ray


lalu setelah mereka makan malam mereka pergi ke tenda masing-masing.


lalu di pagi hari miu meminta baju ganti lalu Ray mengeluarkan pakaian miu, lalu miu pergi untuk mandi di sungai dan saat miu sedang mandi di sisi lain Ray dikejutkan oleh ancient dragon yang mengamuk dan merusak tenda milik Ray, lalu dengan kemarahan nya Ray menguliti naga itu seperti yang miu lakukan lalu ia juga mencincangnya, dan saat miu kembali ia terkejut karena tenda milik Ray hancur berantakan, lalu Ray menjelaskan apa yang terjadi. lalu miu memasak dan Ray membantu miu setelah sarapan mereka bersiap dan Ray menghanguskan semua sampah nya menggunakan sihirnya (crimson fire), lalu mereka melanjutkan perjalanan.


saat mereka sedang berada di tengah jalan miu tiba tiba menginjak perangkap beruang dan di perangkap tersebut terdapat racun yang matikan, lalu dengan cepat Ray membalut luka dan memblokir peredaran darah miu menggunakan sihir kegelapan lalu ia mencoba menggunakan artefak sihir yang ia buat,


"Ray apa yang kau lakukan, Ray jangan Ray... " ucap miu sambil ketakutan


lalu sebuah jarum menancap di kaki miu,


"miu kau tidak perlu takut, ini hanya serum penetralisir racun" ucap Ray


"beneran gak apa-apa, tapi tadi itu pistol kan" tanya miu kepada Ray


lalu Ray menunjukkan nya kepada miu,


"ohh sebenarnya tadi malam aku bikin pistol ini, ini semacam artefak sihir karena cukup diberi energi sihir untuk di jadikan amunisi, lalu pistol ini punya 3 fungsi yaitu menyerang, mengejut, dan menyembuhkan, aku kepikiran pistol ini karena tadi malam aku nemu amunisi di sweater ku" penjelasan dari Ray


"ehh... tapi waktu aku bersihin tubuh kamu aku gak nemu apa-apa" ucap miu


"nah justru itu aku juga baru sadar, ya udah kita lanjut aja yu, kamu masih bisa jalan kan" ucap Ray


"kaki ku masih sakit, kamu bisa sihir penyembuh kan" ucap miu


"emhh... maaf aku gak bisa, soalnya susah di bayangin nya, gimana kalo aku gendong" ucap Ray


"ya udah iya" jawab miu, lalu mereka melanjutkan perjalanan.


"miu bisakah kita berhenti di sini" ucap Ray


"mau buang air ya? " tanya miu


"nggak, tadi aku liat ada gua besar, dan kayaknya itu dungeon" jawab Ray


"terus kamu mau masuk, trus aku gimana" ucap miu


"aku gendong lah" ucap Ray


lalu mereka berdua memasukinya, saat Ray menggunakan sihir cahaya ia menemukan seorang gadis penyihir tergeletak di sana, lalu ia menghampirinya, saat Ray dan miu sedang mengecek ia tiba tiba terbangun,


"emhh... oh ada orang" ucap gadis penyihir


"eh... nona muda, apa yang kamu lakukan di sini? " tanya Ray dengan sedikit kebingungan


"oh aku tadi lawan monster tapi energi sihir ku habis terus aku pingsan, itu dia monster nya" ucap sang gadis sambil menunjuk ke arah kegelapan


saat Ray menerangi nya dengan sihir cahaya ia melihat ada bangkai black Viper,


"itukan black Viper" ucap miu


"nona muda berapa umurmu? " tanya Ray


"umurku udah 19 tahun besok hari ulang tahunku" ucap sang gadis


"miu dia loli, bagaimana ini? " tanya Ray sambil berbisik kepada miu


"bodo amat jangan tanya gw" ucap miu dengan ekspresi marahnya.

__ADS_1


"ohh siapa namamu? " tanya Ray


"nama aku lala" ucap gadis itu


"perkenalkan namaku Ray, ini kekasihku miu salam kenal ya" ucap Ray kepada


"apasih... " ucap miu dengan muka memerah


"salam kenal juga" ucap lala


"lala kamu kan penyihir, kamu bisa gak pake sihir penyembuh? " tanya Ray


"bisa emang kenapa? " ucap lala


"kalo gitu tolong sembuhin miu, aku bakal bayar berapapun" ucap Ray


"Ray kamu serius, tapi kamu gak perlu gitu, sebenernya aku bisa sihir penyembuh tapi karena aku takut masuk hutan jadi aku pura-pura gak bisa apa-apa" ucap miu


"haha.. haha.. ha... kamu lucu banget sih miu" ucap lala sambil tertawa


lalu muka miu memerah dan menarik-narik sweater Ray sambil berkata "Ray kamu gak marah kan? " tanya miu


"imut nyaa... " ucap Ray di dalam hati


"ya nggak lah, justru aku seneng kamu bisa jujur" ucap Ray sambil mengelus miu, lalu mereka keluar dari dungeon itu sambil membawa black viper.


saat mereka sampai di permukaan hari sudah mulai gelap lalu mereka memutuskan beristirahat di dekat dungeon karena Ray berencana mengeksplorasi dungeon itu,


lalu Ray membuat sebuah kolam dan diisi dengan air, ia mengeluarkan sebuah tirai untuk menutupi area kolam dan artefak sihir yang bisa memanaskan air, lalu Ray memberi air itu sedikit energi sihir,


"akhirnya aku bisa tenang seperti ini" ucap Ray.


di sisi lain miu mulai bosan dan ia mencari Ray bersama dengan lala, lalu ia melihat sebuah cahaya yang agak samar. saat miu mendekatinya miu melihat sebuah tirai yang misterius, setelah itu miu membuka tirai tersebut karena rasa penasaran.


"eh... aaaaaa... miu apa yang kau lakukan di sana" ucap Ray


"loh... kok... maaf mengganggu" ucap miu dengan muka polos nya,


lalu miu menunggu Ray, karena Ray merasa bersalah karena meninggalkan miu dan lala Ray memilih untuk keluar dan membiarkan miu menggunakannya.


"miu kau boleh menggunakannya lala juga silahkan, maaf tadi aku teriak" ucap Ray


"hah benarkah" ucap miu


"iya, gunakan saja sesukamu" ucap Ray


"kalau begitu kau juga harus ikut" ucap miu


lalu miu menarik tangan Ray yang membuat baju mereka basah karena jatuh ke kolam,


"itulah akibatnya kalau kau buru-buru" ucap lala sambil meledek


"udah lah gak usah dipikirkan, gimana kalo kita mandi bareng" ucap miu dengan muka polos


"loh gak punya otak atau emang gini sih" ucap Ray


"mungkin dua-duanya" ucap miu sambil tersenyum polos.


setelah mereka selesai mandi Ray hanya mengenakan handuk sambil mengeringkan pakaian nya dengan api unggun.


lalu keesokan harinya Ray terkejut karena saat Ray terbangun mereka sedang berada di dalam bangunan yang terlihat seperti penjara,


"emhh... miu apa kau yang membawaku ke sini" ucap Ray


lalu Ray melihat ke arah miu dan ia terkejut karena lengan kiri miu tidak, dan untungnya lala baik-baik saja lalu ada seorang elf yang datang dan menjebol penjara itu


cepatlah lari, bawa teman-teman mu pergi juga lalu tanpa pikir panjang Ray langsung memindahkan miu dan lala ke tempat aman setelah itu Ray kembali ke tempat tadi menggunakan teleport untuk memastikan apa yang terjadi.

__ADS_1


saat ia sampai ia terkejut melihat elf tadi dikepung oleh para bandit.


>bersambung


__ADS_2