Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 28


__ADS_3

"oy bocah... " ucap Diabolos


"Diabolos... jadi benar ya aku mati lagi" ucap Ray


"apa yang kau katakan bocah" ucap Diabolos


"apa maksudmu, apa kau tidak bisa melihat dimana ini" ucap Ray dengan nada tinggi


"di alam mimpi kan, aku juga tau" jawab Diabolos


"eh... tunggu, jadi ini alam mimpi ya"


"kau ini, aku kira kau sudah hilang akal",


"omong-omong Ray, apa kau benar-benar serius ingin mengorbankan ingatanmu? " tanya Diabolos mengganti topik pembicaraan


"ya, jika itu yang harus kulakukan maka akan kulakukan" ucap Ray


"tapi mengapa kau yang harus berkorban, mengapa kau tidak meminta rakyatmu yang berkorban" ucap Diabolos


"dengar ini Diabolos, aku tidak akan membiarkan rakyatku menjadi korban karena keegoisan ku, lagipula aku pasti tidak akan berguna lagi untuk kedepannya" ucap Ray


"apa maksudmu Ray? " Diabolos tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Ray


"sekali lagi, biar aku perjelas"


"Phyllis sudah ku tugaskan untuk menjadikan Delft pemimpin Thanatos, lalu Sura akan memegang demon scythe untuk sementara, aku juga meminta Phyllis untuk memimpin pasukan Thanatos, saat Miu dan yang lainnya bebas mereka akan mengurus sisanya" ucap Ray


"apa kau sudah yakin Ray" tanya Diabolos


"ya, aku sangat yakin, aku yakin mereka bisa melakukannya" ucap Ray


"terserah kau saja, sebaiknya kau cepat bangun, sepertinya sudah waktunya untuk membersihkan tempat dan melanjutkan perjalanan" ucap Diabolos


"baiklah, aku pergi dulu, dah... " ucap Ray, lalu Ray terbangun dan ia membangunkan yang lainnya,


"Phyllis bangunlah, ini sudah pagi" ucap Ray membangunkan Phyllis


"umhh... Ray apa kau lupa dengan ciuman selamat pagi


"apa maksudmu, kau sedang mengigau ya" ucap Ray


"kalau begitu, aku saja yang memulainya... " ucap Phyllis lalu memeluk Ray,


Namun Ray mengetuk kepala Phyllis yang membuat Phyllis bangun sepenuhnya,


"aduh... " Phyllis bangun sepenuhnya


"Ray apa yang kau lakukan" ucap Phyllis


"semacam ciuman selamat pagi, mungkin" ucap Ray dengan wajah datar lalu berdiri


"cepatlah bersiap, kita akan segera berangkat" ucap Ray menyuruh Phyllis untuk cepat


"semuanya bangun waktunya membereskan area, sebentar lagi kita akan berangkat" teriak Ray membangunkan semua orang,


lalu mereka pun melanjutkan perjalanan ke Thanatos.

__ADS_1


saat mereka dalam perjalanan Ray bertanya


"Lucia, kita kira seberapa jauh Thanatos dari sini? " tanya Ray


"sepertinya sekitar setengah hari lagi" ucap Lucia


"setengah hari, mungkin kita akan sampai pada malam hari" ucap Ray


"tapi ada satu jalan lagi yang bisa mempersingkat perjalanan kita" ucap Lucia


"kemana? " tanya Ray


"di arah sana ada sebuah hutan, sudah satu tahun lebih tidak ada yang menggunakan jalan itu" ucap Lucia menunjuk kearah kiri


"memang ada apa dengan jalan itu? " tanya Ray


"katanya di sana ada ancient dragon, tapi aku tidak tau apakah itu benar atau tidak" ucap Lucia


"cuman ancient dragon ya, sepertinya dia akan menjadi hewan buruan ku" ucap Ray tersenyum


"semua pasukan, cepat menuju arah kiri, kita akan pergi lewat sana, untuk monster-monster nya biar aku yang urus" ucap Ray memberi perintah


"baik, semuanya menuju arah kiri... " jawab mereka,


lalu mereka berbelok ke arah kiri untuk mempersingkat perjalanan mereka.


lalu merekapun sampai di sebuah hutan,


"sepertinya kita sudah sampai" ucap Lucia


"graaa... " seekor ancient dragon melintas di atas mereka


"satu saja, sangat mudah... " ucap Ray dengan sombong


lalu Ray menyerang ancient dragon dengan sihir angin, lalu mereka tercengang saat melihat adegan itu,


"mengalahkan ancient dragon dengan sekali serang menggunakan wind cutter" ucap salah satu prajurit,


lalu mereka semua bersorak setelah melihat Ray mengalahkan ancient dragon itu,


"semuanya, ancient dragon sudah dikalahkan, jadi sebaiknya kita lanjutkan perjalanan" ucap Lucia lalu mereka melanjutkan perjalanannya,


"Lucia kira kira berapa lama lagi kita akan sampai di Thanatos? " tanya Ray


"karena kita menggunakan jalan ini kemungkinan siang ini kita sampai di Thanatos" jawab Lucia


"oh ya, Phyllis kenapa kau hanya diam saja dari tadi? " tanya Ray


"aku hanya sedang malas bicara" jawab Phyllis


"Phyllis kau ini sebenarnya siapa sih? kok bisa akrab dengan yang mulia Ray? " tanya Lucia penasaran,


"aku adalah dewi kematian, Ray telah membiarkanku tetap hidup dan memberiku kekuatan yang sangat besar" jawab Phyllis


"haha... apa itu?, dewi kematian? hahaha... " Lucia tertawa mendengar cerita Phyllis


"terserah kau saja lah" ucap Phyllis.

__ADS_1


saat mereka sampai di Thanatos, mareka beristirahat di depan gerbang kota.


"Ray, ini... segera ganti bajumu, kita akan masuk ke dalam istana" ucap Lucia memberikan baju kepada Ray


"baiklah tunggu ya" ucap Ray meminta Lucia menunggu,


"Phyllis, ini... pakailah itu, itu jirah khusus di Thanatos, jirah itu biasanya hanya digunakan oleh orang penting" ucap Lucia


"tenang saja, aku tidak akan mengecewakanmu, anggap saja aku sebagai petualang biasa" ucap Phyllis


"apa maksudmu... " Lucia kebingungan lalu Phyllis menghilang begitu saja


"Phyllis... apa maksudnya? dia menghilang begitu saja tanpa memperjelas perkataannya" Lucia mengeluh,


"Lucia, bagaimana penampilanku" ucap Ray meminta pendapat Lucia


"itu cocok untuk anda" jawab Lucia


"oh ya, omong omong dimana Phyllis? " tanya Ray


"tidak tahu, dia mendadak menghilang begitu saja" jawab Lucia


"begitu ya, sudahlah lebih baik kita cepat, jangan membuat orang menunggu" ucap Ray


"baik, Laksanakan" ucap Lucia


"buka gerbangnya, raja baru kita sudah datang" Lucia memberi perhatian


lalu mereka menyambut Ray,


(di sisi lain)


"Miu dengar ini, tadi barusan aku menjajal telepati nya dan akhirnya aku berbicara pada Ray" ucap Vell dengan gembira


"benarkah itu Vell? " Miu mulai penasaran


"banar... aku tidak bohong, kau tau... Ray tadi bilang kalau dia sekarang menjadi raja di suatu kerajaan Thanatos, dia bilang dia memimpin banyak pasukan dan melatih mereka di malam hari"


"tunggu... kau bilang Thanatos ya, sepertinya dia akan kesulitan" ucap Delft


"eh... kenapa begitu" ucap Vell


"Thanatos adalah salah satu kerajaan raja iblis yang sering di serang para manusia, dulu Thanatos hampir runtuh karena sebuah serangan dari seorang pahlawan" ucap Delft


"ya... kau benar sobat, Thanatos adalah kerajaan yang terletak di tengah tengah peradaban manusia, hampir semua peradaban di sekitarnya dihuni oleh manusia" ucap Ifrit


"kau juga tau banyak ternyata" ucap Delft


"hnghhh... meskipun aku dikurung dalam segel terkuat selama bertahun-tahun lamanya, tapi aku tidak mungkin tidak tahu perkembangan dunia luar" ucap Ifrit


"yang lebih penting, lanjutkan ceritanya Vell" ucap Delft


"baiklah, oh ya... sampai mana aku tadi, ah iya Ray bilang kepadaku bahwa dia juga akan menstabilkan aturan di Thanatos, selain itu dia juga sempat menanyakan kabarmu Miu, selain itu dia juga menitipkan salam untuk kalian terutama untuk Miu, dia bilang dia akan kembali ke sini setelah menyelesaikan tugasnya, oh ya satu lagi... aku hampir lupa" ucap Vell bercerita


"apa itu? cepat katakan Vell" ucap Miu


"Ray mengatakan bahwa... dia sangat mencintaimu Miu" ucap Vell tersenyum lembut kepada Miu

__ADS_1


"Ray, syukurlah kau baik baik saja, aku juga sangat mencintaimu Ray" ucap Miu dalam hati.


>bersambung


__ADS_2