
dua hari setelah rapat, Ray meminta Phyllis membawa Lina dan Sura ke Thanatos, karena Ray sudah memutuskan untuk mengorbankan ingatannya, Phyllis mulai memikirkan cara untuk menghentikan Ray.
sebelum Phyllis pergi ke Thanatos, ia pergi ke rumah Liana untuk meminta bantuan.
sesampainya Phyllis di sana,
"Liana... " Phyllis memanggil Liana
"nona Phyllis, ada perlu apa kemari? " tanya Liana
"apa kau punya waktu sebentar... sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Phyllis
"kalau begitu masuk saja ke dalam" ucap Liana menawarkan Phyllis untuk masuk ke dalam
"baiklah, terimakasih" Phyllis berterimakasih, lalu mereka masuk dan Phyllis membicarakan apa yang akan Ray lakukan nantinya,
lalu Liana sedikit terkejut saat mendengar semuanya,
"jadi apa yang harus kita lakukan? " tanya Liana
"begini, kau cobalah buat kenangan yang indah dengan Ray" ucap Phyllis
"tapi bukannya Ray sudah jatuh cinta kepada seseorang, sepertinya terlihat mustahil untuk meluluhkan hatinya" ucap Liana
"itu memang benar, tapi bukan berarti kau tidak bisa membuat kenangan bersamanya, jika kau tidak bisa menjadi kekasihnya kenapa kau tidak mencoba menjadi sahabatnya" ucap Ray
"baiklah, aku akan melakukannya sebisaku" ucap Liana
"kalau begitu aku pergi dulu ya" ucap Phyllis lalu pergi.
"sebaiknya aku mengulur waktu agar Liana bisa membuat hati Ray luluh" isi hati Phyllis,
lalu Phyllis beristirahat sebentar untuk mengulur waktu,
(sudut pandang Phyllis)
sepertinya aku harus berburu untuk makan malam, tapi setelah dipikir-pikir mungkin akan lebih mudah jika aku berada di dekat sungai, jika tidak ada hewan buruan setidaknya ada ikan untuk di masak,
"krrrssskkk... " suara dari semak
baiklah, berburu dimulai,
lalu aku mengejar hewan buruanku, dan saat aku sedang mengejarnya aku berhenti karena kehilangan jejak,
keman dia, oh ya benar juga kenapa aku lari, seharusnya aku tidak membuang waktuku untuk hal seperti ini,
lalu aku berpikir untuk menggunakan sihir untuk berburu
pendeteksi... lalu, tambah kecepatan... oh ya satu lagi, sabit kematian... keluarlah.
(beberapa saat kemudian)
tenda sudah dibuat, bahan makanan sudah ada, kayu bakar ada, lalu... oh ya aku hampir lupa mandi, sepertinya aku harus membuat pemandian,
(sudut pandang orang pertama)
lalu Phyllis menggunakan beberapa sihir untuk membuat pemandian,
saat Phyllis sedang membuatnya, Ray menghubungi Phyllis dan membuatnya terkejut.
"Phyllis apa kau mendengar suaraku? " tanya Ray menggunakan telepati kepada Phyllis
"Ray... a... ada apa, kenapa kau menghubungiku secara tiba-tiba" ucap Phyllis terkejut
__ADS_1
"tidak... aku hanya ingin menanyakan kau sudah sampai mana" ucap Ray
"oh, soal itu aku hampir sampai di beast forest tapi aku memilih untuk istirahat sebentar" ucap Phyllis
"gawat padahal aku masih jauh dari beast forest tapi aku malah berkata sudah dekat, aku harus menyusun rencana ulur waktu" Phyllis berbicara di dalam hati
"Phyllis kenapa kau diam saja? apa kau ketiduran? " tanya Ray
"eh... iya maaf aku tadi sangat mengantuk, jadi aku ketiduran" ucap Phyllis membuat alasan
"oh... kalau begitu sudah dulu ya, ingat jangan terlalu memaksakan diri" ucap Ray menasehati Phyllis
"baiklah kalau begitu terimakasih" ucap Phyllis,
"huf... sepertinya aku harus lebih hati-hati dengan ucapanku" ucap Phyllis berbicara pada diri sendiri
"oh iya aku harus mandi... " ucap Phyllis pada diri sendiri.
setelah Phyllis mandi ia menyiapkan makan malam menggunakan daging kelinci,
"haaahh... kirain bakal dapet rusa atau semacamnya, tapi daging kelinci juga lumayan sih? " Phyllis mengeluh,
lalu setelah ia makan malam, ia memutuskan untuk segera tidur.
(keesokan harinya)
"umhh... sudah pagi rupanya, lebih baik aku bersiap dan membersihkan area ini dulu, setelah itu tinggal menjalankan tugas" Phyllis berbicara pada diri sendiri
lalu Phyllis bersiap dan membereskan tempat dia bermalam, saat Phyllis selesai membersihkan tempat itu, ia melanjutkan perjalanan ke beast forest.
saat Phyllis hampir sampai ke beast forest, tanpa sengaja ia bertemu dengan Sura di luar wilayah beast forest, Sura tampak sedang mencari sesuatu
lalu Phyllis tanpa ragu menghampiri Sura yang sedang mencari sesuatu,
"orang tua ku tidak ada, aku tinggal bersama kakakku" ucap Sura
"kalau begitu dimana kakakmu? " tanya Phyllis
"kakakku ada di rumah" ucap Sura
"di rumah ya... omong-omong siapa namamu? " tanya Phyllis
"Sura... namaku Sura... " jawab Sura
"Sura, apa kau bisa mengantarku ke rumahmu" ucap Phyllis meminta Sura mengantarnya
"memang kakak mau apa ke rumahku? " tanya Sura
"sebenarnya kakak adalah teman kak Ray, kau pasti kenal kan? " ucap Phyllis
"oh jadi kakak temannya kak Ray, siapa nama kakak? " ucap Sura lalu bertanya
"nama kakak Phyllis, panggil saja kak Phy" ucap Phyllis
"baiklah, kak Phy salam kenal ya... " ucap Sura
"iya, tapi kalau kakak boleh tau, kamu sedang apa di sini sendirian? " tanya Phyllis
"sebenarnya aku sedang latihan menggunakan sihir, aku mencari monster lemah seperti slime untuk ku jadikan bahan latihan" jawab Sura
"oh... kau hebat Sura, pantas saja Ray memilihmu" ucap Phyllis
"hmm... kak Ray memilihku, apa maksudnya? " tanya Sura
__ADS_1
"tidak, sebaiknya tidak usah dipikirkan, ayo kita ke rumahmu" ucap Phyllis
"ya... " ucap Sura, lalu mereka menuju beast village bersama-sama.
saat mereka sampai, Phyllis tampak sangat menyukai suasana di sana,
"wahhh... ternyata udara di sinih sangat segar dan suasananya sangat damai, aku harap aku bisa tinggal di sini" ucap Phyllis tampak sangat bahagia
"ternyata selera kakak sangat bagus ya" ucap Sura
"kau memang pintar Sura" ucap Phyllis memuji Sura
"kak Phy... ayo, rumahku ada di dekat sini" ucap Sura lalu berlari menuju desa
"Sura tunggu jangan lari-larian" ucap Phyllis lalu menyusul Sura,
(di sisi lain)
saat Ray sedang memeriksa beberapa arsip kerajaan Lucia tiba-tiba datang ke ruangan Ray,
"permisi, apa aku boleh masuk? " Lucia meminta izin dari Ray untuk masuk
"silahkan, masuk saja" ucap Ray
"permisi... " ucap Lucia saat masuk ke dalam ruangan Ray
"ada perlu apa Lucia? " tanya Ray
"sepertinya di depan ada Liana, aku tidak tau harus apa jadi aku memutuskan untuk memanggil anda" ucap Lucia
"baiklah aku akan menemuinya, kau tolong urus berkas-berkas ini" ucap Ray lalu pergi menemui Liana.
"Liana... " teriakan Ray
"yang mulia, orang ini bilang ingin bertemu dengan anda dan dia menyebut nama yang mulai secara langsung" ucap seorang penjaga
"biarkan dia masuk, dia adalah temanku" ucap Ray
"baik... " ucap para penjaga, lalu Ray membawa Liana masuk ke dalam istana.
"Liana silahkan duduk... " Ray mempersilahkan Liana untuk duduk
"iya, terimakasih" ucap Liana
"jadi ada apa, apakah kau sedang terkena masalah" ucap Ray
"nggak juga, males ah nanyanya langsung kayak gitu" ucap Liana
"aku cuma bergurau tadi" ucap Ray menahan tawa
"hmm... " Liana membuang muka
"emm... Ray, apa kau mau menemaniku jalan-jalan, aku sedang ingin berkeliling" ucap Liana
"baiklah, aku juga sedang ingin keluar sekalian nyari misi di asosiasi petualang" ucap Ray
"eh... jangan bilang kau mantan petualang" ucap Liana sedikit terkejut
"iya, Liana kau tunggu sebentar ya, aku mau ganti pakaian dulu" ucap Ray meminta Liana menunggu lalu ia menggunakan seragam sekolahnya dan menggunakan topeng artefak,
"Liana ayo kita berangkat" ucap Ray mengajak Liana untuk segera berangkat.
>bersambung
__ADS_1