Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
chapter 24


__ADS_3

"Ray... " ucap Phyllis memanggil Ray saat sedang berjalan


"hmm... " jawab Ray


"apa kau sudah menemukan cara untuk mengeluarkan mereka dari segel itu" ucap Phyllis, Ray yang mendengarnya pun mendadak terdiam


"Ray kau kenapa, apa aku mengatakan sesuatu yang membuatmu merasa tidak nyaman, kalau begitu aku minta maaf" ucap Phyllis


"tidak kok, tadi aku hanya sedang lelah, bagaimana kalau kita istirahat dulu" ucap Ray


"oh baiklah, aku juga sudah lapar" ucap Phyllis,


lalu Phyllis tampak seperti merasakan sesuatu yang ganjil


"ada apa Phy" ucap Ray


"tidak apa apa, aku hanya sedikit mengantuk" ucap Phyllis


"eeehh... padahal masih siang kok udah ngantuk" ucap Ray


"ngomong-ngomong, apa kau bisa memanggilku dengan sebutan tadi" ucap Phyllis dengan wajah imut


"maaf gak kedengaran, aku melamun tadi" ucap Ray


"lupakan saja, ayo makan aku sudah lapar" ucap Phyllis


"iya... " ucap Ray


lalu mereka berdua beristirahat sebentar, tidak lama kemudian Ray menyadari bahwa ada sesuatu yang ganjil di sekitar mereka,


"Ray sepertinya kau menyadarinya juga" ucap Phyllis


"ya... " ucap Ray


"kalau begitu waspadalah, jangan gegabah" ucap Phyllis


"hng... selalu... " ucap Ray menyombongkan dirinya,


lalu Ray mengeluarkan demon scythe dan menyebarkan energi sihirnya untuk dijadikan sebagai indra perasa miliknya,


lalu mereka mendengar suara dengungan yang sangat keras


"suara apa ini, rasanya seperti ada yang membisiki telingaku" ucap Phyllis


"Phy, sepertinya kau mendengarnya juga" ucap Ray


"apa kau tau sesuatu Ray" ucap Phyllis


"ada kemungkinan suara ini berasal dari gua atau semacamnya, mungkin... " ucap Ray


"hm... bahkan kau juga tidak yakin dengan jawabanmu itu" ucap Phyllis


"apa maksud ucapanmu tadi, hah... " ucap Ray


"tidak, bukan apa-apa" ucap Phyllis


"huh... ya sudah daripada makin penasaran bagaimana kalau kita pergi ke sumber suara berasal" ucap Ray


"boleh juga tuh" ucap Phyllis, lalu mereka berdua mencari tau ke sumber suara berasal.


Saat mereka memasuki hutan, Ray dikejutkan oleh para monster yang berkumpul di suatu tempat,


"Phyllis lihat itu... " ucap Ray menunjuk kearah para monster


"itukan monster, sedang apa mereka berkumpul di sana" ucap Phyllis


"lihat pandangan mata mereka, semuanya kosong seperti tidak menatap apapun" ucap Ray


"kau benar Ray, mereka juga tampak seperti menunggu sesuatu" ucap Phyllis


"tunggu, aku merasakan energi sihir yang cukup besar, dan sepertinya di depan sana ada dungeon" ucap Phyllis


"bagaimana kau bisa tau" ucap Ray


"sudahlah itu tidak penting, cepat ikuti aku sepertinya ada sesuatu di sana" ucap Phyllis menarik tangan Ray lalu berlari ke arah para monster,


"Phyllis apa yang kau lakukan" ucap Ray lalu secara tidak sadar mereka melewati para monster dan sampai di sebuah gua,


Phyllis kau sangat gegabah, lain kali ja~, Miu" ucap Ray lalu tercengang saat melihat Phyllis yang menyerupai Miu di hadapannya

__ADS_1


"apa yang kau katakan, apa kau terkena ilusi" ucap Phyllis


"Ray kemarilah, aku sudah lama menunggumu" ucap ilusi yang menyerupai Miu, lalu Ray memeluk Phyllis dan menciumnya


"Ray ka~" ucap Phyllis lalu terdiam dan memejamkan matanya,


lalu tidak lama kemudian Ray tersadarkan dan ia terkejut saat ia sadar bahwa yang ia cium sebenarnya adalah Phyllis


"Phyllis maaf, aku tidak bermaksud untuk... " ucap Ray, lalu Phyllis menempelkan jari telunjuknya ke bibir Ray untuk menghentikan ucapan Ray,


"Phy, apa yang kau lakukan" ucap Ray


"Phyllis aku mencintaimu" ucap ilusi yang Phyllis lihat


"iya, aku tau kok aku juga mencintaimu" ucap Phyllis lalu mencium Ray.


(di sisi lain)


"hnghhh... sepertinya aku mendapat mangsa baru" ucap ???


"para pion ku, perhatikan... " ucap ??? berbicara kepada sekumpulan ras iblis,


"di pintu masuk ada dua manusia yang sedang terkena ilusi, segera kepung mereka dan bawa kesini hidup hidup" ucap ???


"baik... " ucap para iblis lalu pergi menuju ke tempat Ray dan Phyllis berada.


"Phyllis ayo cepat, jangan membuang waktu" teriak Ray sembari duduk santai sambil menunggu Phyllis


"iya sebentar" jawab Phyllis.


"malunya aku, andai aku tau kalau itu hanya ilusi" isi hati Phyllis menahan malu,


(beberapa menit yang lalu)


saat Phyllis mencium Ray ia sadar bahwa itu hanya ilusi,


"Phyllis... " ucap Ray


"Ray jangan katakan lagi, aku sudah dengar kau bilang kau mencintaiku, kan" jawab Phyllis


"tidak, lagi pula kapan aku bilang seperti itu" ucap Ray


"bukankah tadi kau mengatakan bahwa ka~"


"eh... Ray, aku ingin buang air, aku pergi dulu" ucap Phyllis lalu pergi


"malunya aku... " isi hati Phyllis.


"Phyllis apa kau sudah selesai" ucap Ray


"iya aku segera kesana" ucap Phyllis lalu berlari ke arah Ray


"ayo kita pergi, siapa tau di dalam gua ini ada sesuatu" ucap Ray, lalu mereka berdua berjalan menelusuri gua itu.


"saat mereka sedang berjalan, mereka dikejutkan oleh banyaknya kerangka manusia,


"sepertinya ini adalah tempat membuang mayat, kita tidak seharusnya kesini, kan" ucap Phyllis merasa takut


"kalau takut bilang aja" ucap Ray mengejek Phyllis


"nggak juga" ucap Phyllis, lalu sebuah kerangka kepala manusia jatuh dan menggelinding ke arah Phyllis


"Ray, jangan main-main deh" ucap Phyllis mengira bahwa itu ulah Ray


"ada apa Phyllis, apa aku melakukan sesuatu" ucap Ray


"aku juga tau kau yang menjatuhkan kerangka ini" ucap Phyllis menuduh


"apa kau tidak mencurigai yang di atasmu itu" ucap Ray


"sudahlah tidak usah menge... lak... " ucap Phyllis lalu terdiam saat melihat seekor Laba-laba raksasa di atasnya


"enghh... sepertinya aku salah ucap, aku tidak berniat menyinggung kok, hehe... " ucap Phyllis ketakutan, lalu dengan sekejap Laba-laba itu ter cincang


"eh... " Phyllis terkejut


"santai saja, itu bukan apa-apa bagiku" ucap Ray menyombongkan dirinya


"Ray... jangan bilang kau yang mengalahkannya" ucap Phyllis

__ADS_1


"tidak kok, aku hanya melihatnya" ucap Ray dengan ekspresi datar


"setajam itukah matamu" ucap Phyllis dengan lawakan garing


"tidak juga" ucap Ray


"ayo cepat, kita akan masuk lebih dalam lagi untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi" ucap Ray


"Ray... kau maniak dungeon ya" ucap Phyllis


"tidak juga" ucap Ray,


lalu mereka melanjutkan perjalanan.


"Noku apa kau bisa menghubungi Ray? " tanya Miu


"maaf, sudah berkali-kali aku menghubungi Ray tapi aku tidak bisa menghubungi nya sampai sekarang" ucap Noku


"tidak apa, lagi pula itu hanyalah permintaan egoisku" ucap Miu


"sepertinya ada yang menghalangi koneksi telepati kita" ucap Vell


"kau juga merasakannya ya, Vell" ucap Noku


"ya begitulah, aku bisa saja memperbaiki nya, tapi kekuatanku tidak cukup" ucap Vell


"udah kayak tukang service aja" ucap Seku


"Seku bagaimana kau tau tentang service" tanya Miu


"aku tau dari penduduk bumi" ucap Seku


"udah pasti dipanggil cosplayer tuh" ucap Miu dalam hati


"yang lebih penting, bagaimana caranya agar kau mendapat lebih banyak kekuatan? " tanya Miu


"untuk sekarang hanya ada satu cara, yaitu evolusi" jawab Vell


"Kira-kira butuh berapa lama tuh? " tanya Delft


"untuk evolusi ini membutuhkan waktu lumayan lama, Kira-kira sekitar setengah hari lah" ucap Vell


"resikonya terlalu besar" ucap Zack dan Seku bersamaan


"tumben ngomongnya barengan" ucap Lala mengejek


"Vell apa tidak ada cara lain selain evolusi? " tanya Miu


"itu satu-satunya cara untuk mendapat kekuatan yang lebih besar" ucap Vell


"Vell apa kau bisa menggunakan sihir summon? " tanya Noku


"sihir summon adalah sihir paling mudah selama kita mempunyai mana dan imajinasi" ucap Vell


"kalau begitu coba munculkan iblis tingkat atas" ucap Noku


"baiklah akan kucoba" ucap Vell menerima saran dari Noku


"summon... " ucap Vell, lalu sebuah lingkaran sihir muncul


"Ifrit... " ucap Vell


"iblis api tingkat atas... Ifrit, tidak kusangka aku bisa melihatnya" ucap Seku


"hm... memang ada apa dengan iblis ini" ucap Vell


"hey nak apa kau benar-benar tidak tau siapa aku" ucap iblis


"iblis api tingkat atas... " ucap Vell dengan wajah polos


"jadi kau benar-benar tidak tau ya" ucap Ifrit


"biar aku beri tahu, aku adalah rajanya para iblis, aku sudah berkuasa selama ratusan tahun lamanya, lalu aku meminta beberapa orang untuk menggantikan ku sebagai raja iblis, mereka disebut sebagai lima pilar dunia, tugas mereka adalah menjaga dunia dari apapun itu, lalu aku disegel dan di kirim ke dunia bawah untuk diamankan, dan tidak kusangka manusia sepertimu bisa memanggilku" ucap Ifrit


"aku bukan manusia, aku ini hanya wyvern biasa" ucap Vell


"terserah kau saja lah, jadi apa maumu? " tanya Ifrit


"tolong jaga aku selagi aku ber evolusi" ucap Vell

__ADS_1


"haaaaah... "


>bersambung


__ADS_2