Hunter Gods And A False Goddess

Hunter Gods And A False Goddess
episode 37


__ADS_3

"apa maksudmu? " Lina sangat terkejut mendengar ucapan Phyllis


"Ray bilang dia akan mengorbankan ingatannya untuk memecahkan segel jiwa, Ray menyuruhku ke sini untuk membawamu ke Thanatos, apapun yang terjadi kalian tidak bisa menolaknya" ucap Phyllis


"bukankah ini namanya pemaksaan, kenapa... kenapa Ray mengorbankan ingatannya... kenapa dia tidak meminta rakyatnya saja yang berkorban... " ucap Lina


"maaf, aku juga sudah menasehati nya tapi dia tidak mau mendengarkan ku, dia memang keras kepala" ucap Phyllis


"apa dia mengatakan kita harus kesana secepatnya" ucap Lina


"dia sempat berkata begitu, kita akan berangkat besok siang dan kemungkinan akan sampai dua hari jika kita berjalan tanpa istirahat" ucap Phyllis memberi tahu


"baiklah... aku mengerti, nanti aku akan berbicara pada Sura agar dia bersiap untuk besok" ucap Lina


"kalau begitu... saya permisi" ucap Phyllis


"Phyllis kau mau kemana, kenapa tidak tidur di rumahku saja" ucap Lina menyarankan Phyllis untuk menginap di rumahnya


"terimakasih atas tawarannya, aku akan bermalam di luar sambil berburu untuk persediaan besok" ucap Phyllis lalu pergi,


"baiklah sekarang saatnya... " ucap Phyllis mengeluarkan sabit kematian.


(di sisi lain)


"Liana apa kita perlu membeli peralatan untukmu dulu" ucap Ray


"tidak perlu, aku punya satu set jirah ringan dan dagger di kamarku" ucap Liana


"kalau begitu, Liana pegangan yang kuat ya... " ucap Ray lalu menggendong Liana


"Ray... apa yang... " ucap Liana, lalu Ray menggunakan sihir angin untuk terbang dan melaju dengan kecepatan tinggi.


saat mereka sampai di rumah Liana, Nyke dan yang lainnya terlihat senang saat melihat Ray datang ke rumah mereka,


"Ray... apa yang kau lakukan, seharusnya kau bilang dari awal jika kau akan melakukan itu" ucap Liana menasehati Ray


"maaf... maaf... aku hanya bercanda" ucap Ray


"yasudah aku ambil perlengkapan ku dulu ya" ucap Liana lalu masuk ke rumah untuk mengambil perlengkapan miliknya,


"kak Ray... " ucap Nyke, Pyke dan Tina berlari ke arah Ray


"kalian, apa kabar... " Ray menanyakan kabar mereka


"kami baik" ucap Nyke


"ya... " ucap Tina


"kak Ray kemana saja kok tidak pernah kelihatan? " tanya Pyke


"kakak sedang sibuk, jadi jarang keluar" jawab Ray


"oh begitu ya, jadi raja itu merepotkan... " ucap Pyke


"ya merepotkan... " ucap Tina

__ADS_1


"kenapa kakak ingin menjadi raja? " Nyke bertanya


"kalau kakak menolak untuk menjadi raja, bagaimana nasib orang-orang yang membutuhkan seorang pemimpin" ucap Ray


"begitu ya, apa itu sebabnya kak Ray selalu berbuat baik kepada semua orang" ucap Pyke


"eh... kok aku gak ngerti ya, lagian aku ngomong apa tadi" Ray berbicara di dalam hati


"ya... begitulah, itu salah satu alasannya" ucap Ray


"huf... untung mereka masih anak-anak" isi hati Ray


"Ray, emhhh... ba... bagaimana menurutmu" Liana meminta pendapat Ray soal penampilannya saat memakai perlengkapan petualang


"itu cocok untukmu, dan kau terlihat lebih cantik saat memakainya" Ray memberi pujian


"kak Ray, kak Liana kalian sudah berpacaran ya? " ucap Pyke


"kalian sudah berapa lama? " ucap Nyke


"kapan kalian menikah? " ucap Tina


"eh... " Ray terkejut dengan apa yang mereka katakan


"ternyata mereka tidak sepolos yang aku kira" ucap Ray


"kalian bertiga hentikan, jangan terlalu menggoda Ray" ucap Liana meminta mereka berhenti


"lari... kak Liana sedang marah" ucap mereka lalu pergi


"Ray maaf jika kau tidak nyaman, mereka memang selalu begitu lain kali aku akan memarahi mereka" ucap Liana meminta maaf pada Ray


"tidak apa-apa, wajar jika mereka seperti itu, itu artinya mereka sedang dalam masa pertumbuhan" ucap Ray


"oh begitu ya, tapi tidak seharusnya mereka tau hal seperti itu" ucap Liana


"Liana, tidak semua hal yang menurut kita buruk itu benar-benar tidak baik untuk anak-anak, mereka bisa saja memanfaatkan pengetahuan mereka untuk sebuah kebaikan, semua itu tergantung pada diri mereka sendiri, itulah anak kecil" ucap Ray


"lagi-lagi aku ngomong aneh... " ucap Ray dalam hati


"kurasa ada benarnya juga, selain itu tidak ada salahnya jika mereka tau hal seperti itu, yang penting mereka tidak menyalah gunakan pengetahuan mereka" ucap Liana


"Liana, kita berangkat yuk, kita harus menelusuri tambang mithril" ucap Ray mengajak Liana untuk bergegas


"ya... " ucap Liana.


(di sisi lain)


"Paman Gradz coba perhatikan waktu di dunia ini" ucap Riri menyuruh Ray memperhatikan waktu di dunia


"aku sudah tau, tidak kusangka kau menyadari hal yang bahkan sulit untuk ku sadari" ucap Gradz


"sepertinya Ray akan mendapat masalah" ucap Riri


"ya... sepertinya kau benar, tapi semoga saja dia tidak apa-apa" ucap Gradz

__ADS_1


(di tempat Red dan Rogs)


"Red apa kau bisa menghubungi Lyod" Tanya Rogs


"memang kau ada perlu apa" tanya Red


"aku hanya ingin tau apa yang sebenarnya telah terjadi" jawab Rogs


"baiklah... tunggu sebentar ya... " Red meminta Rogs menunggu,


lalu Red menyambungkan telepati antara mereka,


"sudah, cobalah dulu... " ucap Red


"halo Lyod apa kau bisa mendengar ku" tanya Rogs melalui telepati


"siapa ini... " Lyod bertanya


"ini aku Rogs, aku ingin bertanya sesuatu padamu" ucap Rogs


"oh kau rupanya, cepat katakan" ucap Lyod


"sebenarnya apa yang telah terjadi, kenapa waktu di dunia ini menjadi aneh? " tanya Rogs


"aku juga tidak tau, aku baru ingin mencari tau tentang hal itu" ucap Lyod


"begitu ya, kalau begitu sudah dulu ya, kalau kau menemukan sesuatu beritahu aku" ucap Rogs


"baiklah... " ucap Lyod.


(di beast village)


saat Phyllis sedang berburu di dungeon


"hmm, sepertinya sudah cukup berburu nya" Phyllis merasa puas dengan hasil buruannya


"hitung dulu ah... "


"tiga killer rabbit, dua rusa, satu kadal bumi, lima serigala, dan dua kelinci bertanduk rusa... kurasa ini sudah cukup"


"nah sekarang tinggal masukan ke dimensi ruang waktu"


"untung saja aku sempat mempelajari dimensi ruang waktu saat Ray memasukkan ku ke dalamnya"


"baiklah sekarang tinggal menunggu hari esok" ucap Phyllis lalu menuju ke permukaan.


saat ia di permukaan, ia mengambil tenda dari dimensi ruang waktu dan memasang nya, dia juga membuat api lalu menguliti satu ekor serigala dan membuang organ dalamnya lalu ia memasak dan memakannya,


"haahhh... sepertinya aku kekenyangan, lebih baik aku bergegas tidur" ucap Phyllis lalu masuk ke tenda.


saat mata hari hampir terbit, Phyllis bersiap dan membersihkan area sekitar,


"baik... area sekitar sudah bersih, sekarang saatnya aku mengunjungi Lina dan Sura, tapi sebelum itu... " ucap Phyllis lalu mengeluarkan satu mangkuk daging serigala yang semalam dia masak dari dimensi ruang waktu,


"selamat makan... " ucap Phyllis lalu memakan daging itu dengan lahap.

__ADS_1


>bersambung


__ADS_2