Hyura

Hyura
part 1


__ADS_3

Apa yang harus Hyura lakukan?


Dari tempatnya berdiri dia kembali menengadah untuk menatap gedung tinggi didepannya, keraguan dan rasa takut yang dia rasakan cukup besar sampai membuat keberaniannya terus saja menciut.


Haruskah dia masuk? Atau kembali ke rumah sakit untuk menemani Da Eun?


“Maaf nona, apa yang sedang anda lakukan?”


Pertanyaan yang seorang petugas keamanan lontarkan membuat Hyura sedikit terlonjak, dia kemudian menunduk, menatap tangannya yang diremas bergantian karena gugup.


“Apa aku bisa bertemu dengan Cho Kyuhyun?”


“Cho Sajangnim?”


Mata laki-laki paruh baya itu menelusuri penampilan Hyura yang biasa, mencoba membandingkan dengan kehormatan dan derajat yang Cho Kyuhyun miliki. Wanita ini pasti wanita miskin yang ingin meminta bantuan atasannya itu.


“Kalau begitu silahkan masuk, nona. Cho Sajangnim ada diatas.”


Hyura mengangguk gugup. “Ya, baiklah.”

__ADS_1


Akan menjadi sedikit tidak nyaman memang, namun Hyura tidak memiliki pilihan lain lagi. Hanya Kyuhyun satu-satunya harapan, tempatnya bergantung untuk keselamatan putrinya.


Dua orang wanita menunggu di belakang meja yang berkilauan di lobi.


Dia menoleh ke kiri dan kanan. Hyura gugup mencermati kamera keamanan yang mengikuti setiap gerakannya. Sekarang dengan hati-hati, dia mendekati meja. “Aku, um, aku sedang mencari Cho Kyuhyun.”


Wanita yang berdiri itu, di awal dua puluhan dan dalam setelan formal yang menonjol mengangkat alisnya pada Hyura. “Apakah anda punya janji?”


Sebenarnya tidak.


Hyura nyaris tidak mengumpulkan keberanian untuk datang ke tempat ini. Dua kali di pagi ini. Dia bolak-balik dan hampir pulang ke rumah.


Oke jadi bagian itu tidak sama persis dengan yang sebenarnya. Tapi Hyura putus asa. Tidak. Lebih daripada itu. Dia takut.


Wanita dalam setelan mewah itu menatap pada komputernya. “Saya tidak berpikir anda memahami betapa sibuknya jadwal Tuan Cho, Nyonya.”


Hyura sudah tertegun, namun telepon di atas meja wanita itu berdering.


“Maaf sebentar.” Dia bergumam sambil meraih telepon. Hyura mengangguk.

__ADS_1


“Y-ya, sir. Sekarang juga.”


Kegugupan yang tajam telah memasuki suara wanita itu. Hyura menoleh kembali padanya saat dia terburu-buru menutup telepon. Iris hitam hangatnya kembali menatap pada Hyura. Sekarang di sana ada rasa keingintahuan yang pasti dalam tatapannya.


Dia mendorong sebuah clipboard ke arah Hyura. “Tanda tangan dulu, kemudian saya akan mengantar anda ke elevator.”


Pandangan Hyura ke kamera keamanan terdekat. Ketegangan memperkencang bahunya saat gadis itu menuliskan namanya di halaman. Kemudian Hyura bergegas menuju lift di sebelah kanan.


“Bukan lift yang itu.” Wanita itu meraih siku Hyura dan mengarahkannya ke sebelah kiri. “Yang ini.” Ia menarik keycard dari sakunya. Menggeseknya di panel elevator.


Pintu terbuka hampir seketika, dan dia membimbing Hyura masuk ke dalam. “Naiklah ke lantai paling atas. Tuan Cho sedang menunggu anda.” Tapi Cho Kyuhyun bahkan tidak tahu kalau dia datang ke gedung ini.


“Aku tidak mengerti_” Hyura bahkan belum menyelesaikan ucapannya saat Pintu itu bergeser menutup. Kedua tangannya gemetar saat lift naik. Dinding lift itu terbuat dari kaca dan dia berbalik. Menengok keluar menikmati pemandangan kota.


Lift melambat, Hyura berbalik ke arah pintu. Dia mengambil nafas dalam-dalam, kemudian pintu itu bergeser terbuka. Sepatunya menginjak karpet mewah saat dia melangkah keluar dari lift.


“Lee Hyura-ssi?” Dia menoleh pada wanita cantik berambut hitam yang bergegas ke arahnya. Wanita itu tersenyum. “Lewat sini, silahkan.”


Kyuhyun telah melihatnya di video camera, Itu satu-satunya penjelasan. Kyuhyun sudah melihatnya dan tahu akan kedatangannya.

__ADS_1


Wanita itu membuka pintu mahoni yang berkilauan. “Nona Lee Hyura di sini, Sir.”Hyura melangkah masuk kantor dan melihatnya.


__ADS_2