Hyura

Hyura
part 9


__ADS_3

mengiyakan pertanyaan Kyuhyun. “Eum, Lee Da Eun.”


“App_ani. Paman membawakan ini untukmu.”


Kyuhyun menyerahkan boneka pororo berukuran lumayan besar itu kepada Da Eun. “Gumawo, Appa.”


Saat panggilan itu terlontar, Kyuhyun nyaris membeku. “Appa?”


“Ne, Appa. Kalau ada paman yang sangat tinggi memberikan boneka kepada anak kecil sepertiku, mereka memanggilnya dengan Appa.” Seraya memeluk boneka barunya, Da Eun menunjuk anak kecil yang sedang bermain dengan ayahnya tidak jauh darisana. Anak itu tersenyum sangat manis, memanggil pria yang sedang menunggunya dengan panggilan Ayah. “Seperti mereka.”


Kyuhyun mengikuti arah tunjuk Da Eun.


“Aku ingin bermain ayunan, appa mau kan mengantarku?”


Kalimat itu seperti sihir, membuat Kyuhyun tersenyum cerah dengan hati yang begitu hangat. Apakah ini yang dirasakan oleh semua ayah saat melihat anak mereka? Tanpa keraguan Kyuhyun bangkit, mengasurkan tangannya untuk Da Eun genggam.


Tapi, Da Eun hanya meraih ibu jari Kyuhyun. Menggenggamnya erat seolah tidak mengijinkan pria itu untuk pergi. Tangan yang lain masih menggenggam foto yang dia dapatkan dari tempat sampah kamarnya, menggeggamnya erat-erat dengan hati berbunga.


Ayunan yang Da Eun maksud adalah ayunan besar yang ada di taman rumah sakit, tidak hanya Da Eun dan Kyuhyun ada lebih dari sepuluh anak yang tengah melakukan hal sama. Selain ayunan, banyak sekali mainan yang bisa anak-anak itu naiki. Tapi, Da Eun hanya ingin bermain ayunan.


Kyuhyun duduk di ayunan berwarna merah, sesekali juga mendorong ayunan yang Da Eun naiki.

__ADS_1


“Kau senang?”


Da Eun tentu saja mengangguk, ada banyak sekali hal yang selalu ingin Da Eun lakukan dengan ayahnya. Da Eun banyak sekali melihat teman-temannya bebas bermain dengan ayah mereka, tapi, nemo ahjussi selalu melarangnya keluar ruangan.


Da Eun tertawa riang, sangat senang saat ayunan yang Kyuhyun dorong membawanya ke ketinggian tertentu.


Tawa merdunya bahkan membuat Kyuhyun ikut tertawa, dia ikut bergembira karena Lee Da Eun.


“Appa ddo.” Anak itu meminta Kyuhyun melakukan hal sama.


“Haruskah?” Kyuhyun duduk di ayunan di samping Da Eun. “Kita lihat siapa yang bisa terbang lebih tinggi.”


Keduanya menikmati waktu yang terlewati dengan suka cita, satu jam bahkan berlalu tanpa terasa. Kyuhyun meminta anak itu untuk sedikit menunggu selagi dia membeli sesuatu di kantin rumah sakit.


Pria yang dia panggil dengan panggilan ayah.


“Cha, ini milikmu.”


Kyuhyun datang dengan dua buah ice cream di tangan kanan dan kirinya, pria itu menyerahkan ice cream rasa strawberry kepada Da Eun dan yang coklat untuknya.


“Tolong bukakan untukku.”

__ADS_1


“Arasseo.”


Da Eun menunggu dengan tidak sabar, selama ini banyak sekali orang yang melarangnya makan Ice Cream terlalu sering. Karena itu, saat Kyuhyun kembali menyerahkan satu cup ice cream yang sudah terbuka, Da Eun menyambutnya dengan senang.


Boneka pororo yang Kyuhyun berikan masih dia peluk dengan erat.


“Kalian sangat mirip.”


Da Eun mendongak untuk melihat Kyuhyun. “Nugu?” Anak itu bertanya lugu.


“Kau dan ibumu, kalian sangat mirip.”


“Appaneun?”


Kyuhyun mencermati wajah Da Eun sekali lagi. “Kau dan ayahmu juga.”


“Benarkah?”


“Tentu saja.” Ekspresi sombong kentara menghiasi wajah Kyuhyun. Jika dilihat lebih teliti, daripada Hyura Da Eun lebih banyak mirip dengannya. “Kalian hampir sama persis.”


Kemudian Da Eun terbatuk, Kyuhyun mengira hanya batuk biasa yang terjadi karena Da Eun tersedak sesuatu. Tapi, saat Kyuhyun melihat darah. Dia luar biasa panik.

__ADS_1


“Da Eun-ah.”


__ADS_2