
“Aku hanya ingin penjelasan, Lee Hyura.” Nafas Kyuhyun menderu, matanya pun memerah karena marah. “Apa yang sebenarnya terjadi empat tahun yang lalu? Kenapa kau meninggalkanku setelah kau menerima uang yang telah ibuku berikan?”
Ucapan Kyuhyun membuat Hyura terdiam, dia menunduk dengan air mata yang bersiap turun. Apa yang harus Hyura katakan? Kalau pun dia menceritakan yang sebenarnya Kyuhyun pasti tidak akan mempercayai ucapannya.
“Aku pergi untuk kebaikan kita semua.” Hyura mengucapkannya dengan terbata.
“Omong kosong macam apa ini?” Kyuhyun tampak frustasi. Jika Hyura tidak ingin menceritakan yang sebenarnya lalu siapa yang harus Kyuhyun percayai sekarang?
Ataukah memang tidak pernah ada cinta diantara dirinya dan Hyura, Hyura hanya ingin mempermainkan perasaannya.
Tapi Da Eun.
“Aku akan menjadi pendonor untuk Da Eun.”
Hyura mendongak karena terkejut, dia menatap Kyuhyun penuh harapan. “Benarkah?”
“Ya, dengan satu syarat.”
“Apa?”
__ADS_1
“Setelah sembuh Da Eun akan ikut denganku, aku akan mengajukan hal ini ke pengadilan. Hak asuk Da Eun akan jatuh padaku.”
“Kyuhyun-ssi.”
“Wae? Aku rasa ini harga yang pantas kau bayar setelah apa yang kau lakukan padaku.”
Tidak ada hal lain lagi yang Hyura lakukan selain melayangkan tamparannya di pipi kiri Kyuhyun, nafasnya bahkan menderu. “Haruskah kau berjalan sejauh itu? Da Eun tidak akan pernah ikut denganmu apapun yang terjadi.”
“Baiklah.” Kyuhyun mendengus kesal. “Jika kau memang ingin melihatnya mati.”
“Jika terjadi sesuatu padanya.” Nafas Hyura tercekat menyakitkan, dia berusaha untuk menghalau air mata yang seperti tidak akan pernah habis dia berikan untuk putrinya. “Kau juga akan melihat mayatku.”
Dengan langkah gontai Hyura berbalik, dia meninggalkan Kyuhyun dalam keputusasaan. Bukan ini yang dia inginkan, bukan ini yang dia harapkan. Dia hanya ingin menyakiti Hyura atas apa yang telah gadis itu lakukan padanya.
****
Pandangan Hyura secara perlahan mengabur karena air mata, sakit di hatinya kian bertambah karena ucapan Kyuhyun. Tidak, dia tidak akan memberikan Da Eun pada siapapun. Da Eun satu-satunya harta berharga yang dia miliki.
Tidak, Kyuhyun tidak boleh mengambilnya.
__ADS_1
“Da Eun-ah.”
Tangan kanan Hyura memegang dadanya yang terasa sangat sakit saat memikirkan Da Eun, kedua kakinya seolah tidak memiliki tenaga untuk menjangkau kamar anaknya. Dia menopang tubuhnya dengan tangan kiri, berusaha untuk tetap tersadar disituasi yang lagi-lagi tidak memihak padanya.
“Hyura-ya.”
Donghae yang baru saja keluar dari kamar pasiennya terburu-buru menyongsong gadis itu. “Hyura-ya, apa yang terjadi?”
“Oppa.” Tidak adakah kebahagian yang tersisa untuknya? “Da Eun, tidak adakah cara lain untuk menyelamatkannya? Kalau dia pergi bagaimana caraku untuk hidup? Dia tidak boleh hidup hanya di dalam ingatanku saja, dia harus ada disampingku.”
“Hyura-ya.”
Tubuh Hyura merosot lunglai, dia terduduk diatas lantai rumah sakit dengan ratapan menyakitkan.
“Tolong selamatkan Da Eun untukku, oppa. Tolong selamatkan bayiku. Tolong aku.”
Jiwa Hyura begitu rapuh, dia berbeda dengan Hyura yang berjuang membesarkan putrinya seorang diri. Wanita yang kini ada di dalam pelukan Donghae adalah seorang ibu yang begitu mengkhawatirkan putrinya.
Seorang ibu yang tidak pernah berhenti berjuang untuk kehidupan putrinya.
__ADS_1
.maaf lama sekali tidak di lanjut kan apakah banyak yang menanti.
beri dukungan agar aku dapat melanjutkan menulis dan slalu semngat