Hyura

Hyura
part 21


__ADS_3

maaf ya baru update.. karena bulan bulan kemaren sibuk ngajuin judul skripsi. doakan ya teman teman semoga ada yg di terima judul ku sama pihak fakultas.. eh malah curhat. .


.


.


Hyura mengangguk menyetujui. Da Eun memang seorang malaikat untuknya.


“Dia lahir di 4 September, beratnya hanya 2.2 kg.” Saat mendengar kata pertama yang Hyura ucapkan, pria itu menoleh. ”Aku masih mengingat semuanya, dia begitu kecil dan rapuh.” Meskipun sudah tiga tahun, Hyura masih mengingat moment kelahiran Da Eun dengan sangat jelas. “Tubuhnya sangat kecil, aku bahkan sangat takut jika terlalu erat memeluknya.”


Dari dalam tas yang dia pegang Hyura mengeluarkan ponsel miliknya. Dia mencari sesuatu yang sudah tersimpan lama di galeri ponselnya. “Ini adalah Da Eun saat berumur 10 bulan.”


Kyuhyun menerima ponsel milik Hyura untuk melihat apa yang gadis itu tunjukkan.Cantik sekali.”


Meskipun lahir dengan berat 2.2 kg, Da Eun tumbuh dengan baik. Matanya yang cemerlang menatap Hyura penuh semangat, celotehannya tidak pernah Hyura lupakan. Da Eun adalah hadiah terindah yang pernah Hyura miliki.


“Terima kasih karena sudah bersedia membantuku, Kyuhyun-ssi.”


“Aku melakukannya bukan untukmu, aku melakukannya untuk Da Eun. Da Eun bukan hanya milikmu, dia milikku jika. Dia darah dagingku.”


Hyura menyetujui, Da Eun memang darah dan daging Kyuhyun. Hyura tidak menyangkalnya karena dari Kyuhyunlah Da Eun bisa tumbuh di dalam perutnya. Dia lahir dari kasih sayang Kyuhyun untuk Hyura, begitupun sebaliknya.


Tapi tampaknya sekarang sudah sangat berbeda.

__ADS_1


Tidak, semua ini tidak akan pernah terjadi jika saja dia tidak meninggalkan Kyuhyun 4 tahun yang lalu. Dia mulai berfikir bahwa apa yang menimpa Da Eun sekarang adalah karma dari perbuatannya sendiri.


****


“Hyura-ssi.”


Lee Hyura yang namanya di panggil itu menoleh, seorang perawat yang berjaga di ruang informasi lah yang telah melakukannya.


Saat sampai di meja informasi perawat itu menyodorkan lipatan kertas yang diatasnya terdapat logo rumah sakit Yeong Woo. Awalnya Hyura tidak tahu isi dari kertas tersebut, namun setelah membuka lipatannya. Dia menghela nafas.


“Karena Da Eun sudah mendapatkan pendonor, sebelum operasinya di laksanakan kau harus melunasi sisa biaya sebelumnya.”


Jumlah yang tertera di kertas tersebut adalah 8 Juta Won, itu seluruh biaya yang harus Hyura bayar untuk perawatan Da Eun. Jumlah tersebut belum termasuk dengan obat dan hal-hal lain yang sudah rumah sakit lakukan.


Hyura tidak tahu harus mendapatkan uang sebanyak itu darimana.


Gajinya tidak akan pernah cukup untuk melunasi semua biayanya.


“Sedang mencari koin yang jatuh?”


Hyura yang hendak kembali ke kamar Da Eun berhenti, saat mengangkat wajahnya dia menemukan Donghae berdiri dengan senyuman manis yang terkembang. Jubah putihnya masih saja melekat, hingga kedua tangannya bisa masuk dengan leluasa dan menambah kadar ketampanannya.


“Aniyo.”

__ADS_1


“Aku mengira apa yang selama ini Da Eun lakukan dia dapatkan darimu.”


Dia mengerutkan kening, sama sekali tidak mengerti dengan apa yang Donghae ucapkan.


“Setiap kali kau pergi bekerja, Da Eun secara sembunyi-sembunyi mencari koin yang jatuh. Karena kau melarangnya memakan Ice Cream, dia menggunakan uang itu untuk membeli Ice Cream.”


“Jjinja?” Pantas saja Da Eun tidak pernah lagi merengek meminta Ice Cream strawberry padanya. “Dia memang sedikit keras kepala, semaunya sendiri dan cerewet.”


“Itu yang kukatakan padanya, tapi dia malah membalasku dengan menjulurkan lidahnya.”


Keduanya tertawa, membayangkan sifat nakal Da Eun yang suatu hari nanti pasti akan sangat Hyura rindukan. Mereka berjalan berdampingan, melangkah pelan menuju kamar anak yang mereka bicarakan.


Donghae melihat kertas yang sedang Hyura pegang. “Apa itu?”


“Igeo?” Sekali lagi Hyura menghela nafas. “Aku harus segera melunasi sisa biayanya sebelum Da Eun di operasi.”


Jika ekspresi Hyura seperti itu, maka jumlahnya mungkin saja sangat banyak. Jumlahnya tidak akan semakin membengkak jika Hyura bisa melunasinya sedikit demi sedikit, namun karena besarnya biaya hidup di Seoul, Hyura tidak bisa melakukannya. Belum lagi dengan hutang yang harus Hyura bayar pada Kyorin.


Donghae pernah menawarkan bantuan, namun Hyura selalu menolaknya.


“Hyura-ya, jika kau ingin_”


.

__ADS_1


__ADS_2