
Tubuh Da Eun seketika lunglai dalam pelukan Kyuhyun, kedua matanya tertutup dengan darah di mulutnya. Masih dengan kepanikan yang sama Kyuhyun menggendong anak itu terburu-buru, memanggil perawat yang berjaga kemudian membaringkan anak itu di atas ranjang.
Mereka membawa tubuh Da Eun masuk ke unit gawat darurat untuk mendapatkan pertolongan.
“Anda tidak boleh masuk, sir.”
Pintu ruangan itu tertutup, menyisakan Kyuhyun yang berdiri mematung dengan khawatir. Apa yang terjadi pada Da Eun? Apa dia sudah melakukan sesuatu yang salah?
Tanpa sengaja Kyuhyun melihat foto tergeletak diatas lantai, foto berukuran kecil yang sedikit kusut. Pria itu memungutnya, hampir tidak percaya saat foto tersebut adalah foto kebersamaannya dengan Hyura beberapa bulan sebelum Hyura meninggalkannya.
Apa Da Eun pemiliknya?
Lalu apakah dia tahu bahwa dia lah ayah kandungnya?
Tangis kemudian tak terbendung, apa Da Eun akan baik-baik saja?
** Second Chance **
Hyura meninggalkan pekerjaannya saat Donghae menelpon dan mengabari bahwa Da Eun kembali tidak sadarkan diri, dia berlari dari lantai dasar menuju lantai tiga tempat Da Eun dirawat. Donghae belum menceritakan apapun, namun jika Donghae menghubunginya, sesuatu yang sangat serius pasti terjadi.
__ADS_1
Karena panik dia tidak menghiraukan siapapun, yang ingin dia lakukan adalah mengetahui kondisi buah hatinya.
Tapi, langkahnya yang cepat memelan saat dari kejauhan dia melihat Kyuhyun. Pria itu berdiri dengan punggung yang bersandar pada dinding. Wajahnya tampak sangat terluka, namun Hyura tidak tahu karena alasan apa.
“Kenapa kau ada disini?” Kyuhyun berdiri tepat di depan ruang perawatan Da Eun. “Apa yang kau lakukan?”
Kyuhyun nyaris tidak memiliki kepercayaan diri untuk menatap Hyura, karena dirinya lah Da Eun menjadi seperti ini.
Donghae keluar kemudian menutup pintu, menatap Kyuhyun sebentar lalu berdiri menghadap Hyura yang tampak sangat lega saat melihat pria itu. “Apa yang terjadi padanya, oppa?”
“Bisa kita keruanganku? Ada yang harus aku jelaskan padamu.”
Pria itu sedikit mendekat. “Aku juga berhak tahu apa yang terjadi pada Da Eun.”
Donghae memandang Kyuhyun heran, hubungan apa yang terjalin antara pria itu dengan Hyura? Donghae dengan pasti meyakinkan dirinya sendiri bahwa Hyura tidak memiliki kerabat dekat atau pun orang yang bisa dimintai tolong.
Tapi lelaki ini bersikap seolah dia berhak atas keduanya.
“Kyuhyun-ssi.”
__ADS_1
Tatapan Donghae beralih pada cengkraman tangan Kyuhyun di pergelangan tangan Hyura. “Kalau aku boleh tahu, ada hubungan apa antara anda dengan pasien kami?”
Kepercayaan diri itu akhirnya datang, Kyuhyun menoleh untuk menatap Hyura yang bersikap seperti tidak tahu apa yang harus dia katakan. “Aku ayah Da Eun.”
“Ye?”
****
“Kau tidak seharusnya berbohong, Hyura-ya.”
“Itu karena aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, oppa.” Karena saat itu Hyura sudah terlalu frustasi dengan kehidupannya, dia sudah banyak mendengar pertanyaan orang-orang tentang ayah dari bayi yang dia kandung.
Jika saat itu dia mengatakan tidak tahu, tentu pandangan orang-orang itu akan berubah jijik padanya.
“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”
Hyura yang tertunduk menggeleng, dia masih duduk di ruangan milik Donghae sejak setengah jam lalu. Kyuhyun sudah keluar dan sepertinya dia sudah pergi. “Seperti yang aku katakan, dia menolak memberikan bantuan.”
“Kau harus ingat, semakin hari kondisi tubuh Da Eun akan semakin melemah. Dia membutuhkan donor secepatnya.”
__ADS_1
“Aku tahu.” Tangis Hyura akhirnya tak terbendung, dia sudah banyak berfikir tentang Da Eun, dan pada akhirnya dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. “Aku masih belum menyerah, meskipun sampai sekarang aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk bisa menolongnya.”