
Kyuhyun kembali ke ruangannya setelah melakukan sebuah rapat di lantai 6, Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore dan Kyuhyun masih melihat Da Eun berbaring di sofa dengan boneka kesayangannya.
Anak itu masih memejamkan mata dengan nafas yang teratur. Saat Ryeowook memberitahu perihal rapat mendadak tersebut Da Eun sudah tertidur disana. Mungkin merasa sangat mengantuk atau hanya kebosanan.
Tapi ada yang sedikit aneh.
Kyuhyun menghampiri Da Eun yang masih tidak bergeming, kemudian seperti terkejut saat melihat ruam-ruam kemerahan yang muncul entah sejak kapan. Kyuhyun memperhatikan semuanya dengan teliti, ruam tersebut muncul bahkan sampai ke kakinya.
Badannya pun terasa sedikit panas.
“Da Eun-ah.”
Apa dia telah melakukan sesuatu yang salah?
“Da Eun-ah, Ireonabwa.”
Da Eun membuka kedua matanya tanpa berniat bangun, sementara Kyuhyun sudah terlihat panik karena kondisi Da Eun yang sepertinya lebih parah dari yang dia duga.
Tanpa berfikir panjang Kyuhyun segera mengeluarkan ponsel yang dia simpan di saku jas yang dia pakai, mencari kontak milik Hyura kemudian menyentuh tombol hijau untuk menghubunginya.
Tangan kirinya masih mengusap pangkal lengan Da Eun sementara tangan yang lain dia gunakan untuk memegang ponsel.
Lee Hyura sedang berjalan menuju Apartementnya saat ponsel yang dia simpan di dalam tas terdengar berdering, dia mengerutkan kening kala nama Kyuhyun tertera di layarnya dengan jelas. Apa ada sesuatu yang terjadi? Kenapa Kyuhyun menghubunginya?
“Yeoboseyo?”
__ADS_1
“Hyura-ya.” Kyuhyun memanggil nama Hyura dengan panik.
“Kyuhyun-ssi apa yang terjadi?”
“Aku rasa aku telah melakukan sesuatu yang salah, Da Eun.”
“Wae? Apa yang terjadi padanya?”
“Kau dimana? Aku akan segera pulang, tunggu aku di Apartement.”
“Arasseo.”
Hyura segera menutup sambungan lalu bergegas menghentikan sebuah taksi yang melaju, dia menyebutkan alamat tempat tinggal Kyuhyun dan dengan rasa panik yang sama berharap bahwa tidak ada apapun yang terjadi pada putrinya.
Dia menunggu di depan pintu Apartement milik Kyuhyun dengan tidak sabar.
“Hyura-ya.”
“Da Eun-ah, ini eomma.”
“Eomma.”
Da Eun berpindah tangan, Kyuhyun menyerahkan anak itu kedalam pelukan Hyura yang tak kalah hangat.
“Sayang, apa kau baik-baik saja?”
__ADS_1
“Eomma, apa pekerjaan eomma sudah selesai?”
Seraya membiarkan air matanya jatuh Hyura mengangguk. “Iya sayang.” Tatapan Hyura mengarah pada Kyuhyun yang tengah menatap keduanya. Ruam yang Da Eun miliki pastilah efek dari makanan yang tidak seharusnya Da Eun konsumsi.
“Apa yang dia makan siang tadi?”
Kyuhyun melirik Da Eun yang memeluk ibunya, mengingat makanan apa yang sudah dia berikan pada Da Eun tadi siang. “Aku memberinya Samgyetang.”
“Samgyetang? Da Eun alergi ginseng.” Hyura melihat ekspresi terkejut di wajah Kyuhyun, lebih dari itu, dia juga melihat ekspresi bersalah. Hyura menjadi tidak enak hati untuk menyalahkan ketidaktahuan Kyuhyun. Bagaimanapun ini salahnya. “Apa dia sudah minum obat?”
Kyuhyun menggeleng.
“Kalau begitu aku akan menghubungi Donghae oppa, bagaimana pun Da Eun harus di periksa.”
Entah bagaimana namun tampaknya kewarasan Kyuhyun kembali datang, dia dengan sedikit kasar meminta kembali Da Eun dari gendongan Hyura. “Aku punya dokter keluarga yang lebih kompeten dibanding pria itu.” Ucapnya sengit.
Dia memasukkan beberapa digit angka sebagai pasword pintu Apartement seraya menggendong Da Eun yang terkulai di bahunya. “Terserah kau mau masuk atau tidak.”
Hyura masuk.
Tentu saja dia masuk.
Da Eun membutuhkannya.
Ternyata tata letak barang di Apartement ini tidak banyak mengalami perubahan, Kyuhyun tidak merubah apapun sejak empat tahun yang lalu. Hyura ingat dengan jelas bahwa dia lah yang menata seluruh barang di ruang tamu atau bahkan di dapur.
__ADS_1
Semuanya masih sama.
Hyura melihat Kyuhyun menidurkan Da Eun di kamar yang dulu akan menjadi kamarnya, menyelimutinya dengan selimut kemudian mencium keningnya sayang. Dia memilih untuk menyiapkan air es dari lemari es, memasukkannya kedalam sebuah wadah kemudian mencari sebuah handuk kecil untuk pertolongan pertama.