
Hyura menatap Kyuhyun penuh keyakinan. “Aku memutuskan untuk menerima syarat yang kau ajukan.”
“Mworago?”
** Second Chance **
Kabar bahwa Kyuhyun menolak pertunangannya dengan Hyena terdengar sampai telinga Kim Eun Ji, entah apa yang Kyuhyun pikirkan namun sebagai seorang ibu dia berhak untuk menyadarkan anaknya. Kim Eun Ji dan kedua orang tua Hyena sudah menyusun banyak sekali rencana perihal kedua putra dan putrinya itu.
Maka, di pagi setelah jam kerja dimulai. Kim Eun Ji terlihat berjalan dengan terburu-buru di selasar kantor Cho Industrie yang luas. Dia tidak perlu membungkuk atau membalas sapaan siapapun, meskipun di pimpin oleh Kyuhyun, diatas kertas dialah pemilik perusahaan tersebut.
“Aku ingin bertemu dengan Kyuhyun, apa dia ada di dalam?”
Sekretaris Kim yang tengah duduk itu beranjak dari kursi yang baru beberapa menit dia duduki. Wajahnya menunjukkan bahwa dia kebingungan. “Aku bertanya padamu, apa anakku ada di dalam.”
“Itu_”
“Apa aku bicara dengan robot?”
Tanpa meminta ijin dari si pemilik ruangan Kim Eun Ji menerobos masuk, namun tidak ada satu orang pun yang dia lihat berada di sana.
__ADS_1
“Sajangnim belum datang, nyonya.”
Anaknya termasuk orang yang sangat disiplin dan teliti, dia akan mengedepankan pekerjaan ketimbang mengurusi hal-hal tak penting. Tapi apa yang dia lihat sekarang? Bahkan sampai di jam delapan pagi pria itu tidak terlihat.
Dengan wajah yang memerah menahan amarah, wanita paruh baya itu berbalik. Dia menatap Sekretaris Kim tajam, berniat mengintimidasi bawahan langsung anaknya itu. “Hubungi dia sekarang.” Karena jika dia yang melakukanya, sudah barang tentu tidak akan pernah di jawab.
Maka tanpa berfikir ulang, Sekretaris Kim melakukanya. Dia meraih ponsel yang biasa dia simpan didalam saku jasnya. Menyentuh angka 3 yang akan menghubungkannya dengan Kyuhyun. Di deringan pertama tidak ada jawaban, namun dideringan kedua Cho Kyuhyun menjawab panggilannya.
“Wae?” Terdengar suara malas, terlontar dari Cho Kyuhyun yang memutuskan untuk menginap di rumah sakit.
Kim Ryeowook melirik Kim Eun Ji takut-takut. “Maafkan aku sajangnim, tapi apa aku boleh tahu dimana kau sekarang?”
“Tapi sajangnim_”
“Aku sedang di rumah sakit, ada hal yang harus aku lakukan.”
Tanpa menunggu jawaban dari Ryeowook Kyuhyun menutup panggilannya, hal yang membuat pria itu semakin gugup karena wanita yang berdiri di hadapannya ini malah semakin menatapnya galak.
“Apa akhir-akhir ini dia sering seperti itu?”
__ADS_1
Kim Ryeowook menggeleng. “Tidak, nyonya. Di hari-hari biasa Sajangnim selalu datang, ini ketiga kalinya dia harus pergi ke rumah sakit untuk alasan tertentu.”
“Rumah sakit?”
“Aku tidak tahu siapa yang sedang di rawat disana, tapi setiap kali pulang bekerja beliau akan pergi kesana.”
Kim Eun Ji tidak memiliki saudara yang sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit, dia juga tidak tahu jika Kyuhyun memiliki suatu penyakit yang mengharuskannya untuk selalu berada disana. Kim Eun Ji melihat Kyuhyun sebagai pria sehat dan ulet. Jika bukan Kyuhyun pasti seseorang yang berhubungan dengan pria itu.
“Apa kau tahu rumah sakit mana?”
“Aku tidak yakin, tapi sajangnim pernah menyebut rumah sakit Yeong Woo.”
Sama seperti yang Kyuhyun lakukan, Kim Eun Ji pun melenggang meninggalkannya dalam rasa gugup dan takut. Apa dia sudah mengatakan hal yang benar? Semoga dia tidak mendapatkan omelan dari atasannya nanti.
***
“Meskipun kau ayah kandungnya, persentasi kecocokan akan lebih rendah dibandingkan dengan saudara.” Jelas Donghae kepada Kyuhyun yang baru saja selesai melakukan pengambilan darah.
“Meskipun aku ayah kandungnya?”
__ADS_1