
Wanita paruh baya itu mendengus kasar.
“Apa yang sedang kalian berdua lakukan?” Tiba-tiba saja suara Kyuhyun menggema diantara banyaknya orang-orang disana. Tatapan matanya setajam biasa, berusaha mencemooh Hyura yang menurutnya sungguh tidak tahu diri.
Kim Eun Ji merasa inilah waktu yang pas untuk merendahkan Hyura. “Dia memintaku datang, jadi aku datang.”
Anggap saja Kyuhyun mempercayai ucapan ibunya, saat cek milik Kim Eun Ji terlihat disaat itulah Kyuhyun merasa jika Hyura memang hanya mengincar hartanya saja.
“Tidak, itu tidak benar.”
Kyuhyun mengalihkan pandangan pada ibunya yang masih bersikap biasa saja, lalu pada Hyura yang menatapnya seperti memohon. Memohon untuk mempercayai ucapannya. Tapi, kebohongan-kebohongan Hyura dulu sudah cukup membuat Kyuhyun tidak mempercayainya lagi.
“Lee Hyura-ssi, apa sekarang kau menuduhku berbohong?”
Tidak, bukan itu maksudnya.
“Kyuhyun-ah, wanita ini bukan wanita yang cocok untukmu. Sejak awal dia hanya mengincar hartamu saja.”
“Nyonya Cho.”
“Wae? Apa kau lupa apa yang telah kau lakukan pada anakku beberapa tahun lalu? Kau membawa lari uang yang ku berikan padamu, padahal aku hanya mengujimu saja.”
Kim Eun Ji bahkan tidak merasa bersalah meskipun dia telah menjatuhkan Hyura di depan Kyuhyun, ekspresinya sedatar biasa, kedua tangannya pun dilipat di depan dada pertanda dia telah mengucapkan kebenaran.
“Oppa.” Hyura meminta perhatian dari Kyuhyun, dia membuat Kyuhyun menatapnya. “Aku pergi karena aku merasa aku harus melakukannya, aku tidak ingin ibumu mengeluarkanmu dari keluarganya karena aku.”
“Mwo?” Kim Eun Ji membentaknya dengan suara lantang. “Lee Hyura-ssi.”
“Aku merasa kau akan menderita jika terus bersamaku, tolong percaya padaku.”
Bukan mempercayai apa yang telah Hyura ucapkan, Kyuhyun malah bertambah jijik padanya. Kedua tangan pria itu melepaskan tangan Hyura yang menyentuh tangannya, tidak mengalihkan perhatian pada siapapun sebelum dia menunduk untuk mengeluarkan kata-katanya.
“Aku kira kau wanita yang bisa ku percaya, ternyata tidak. Mulai malam ini kau tidak kuijinkan menemui Da Eun. Pergi saja dari sini.”
Saat Kyuhyun berbalik, disaat itu juga Hyura kembali menyentuh tangannya. “Oppa.” Tidak hanya menangis, Hyura juga melipat kedua lututnya untuk bersimpuh. “Kau bisa menyuruhku apapun, tapi tolong jangan jauhkan aku dari Da Eun.”
__ADS_1
Dengan keras Kyuhyun kembali melepaskan tangan Hyura di tangannya, dia pun kembali berbalik. Namun sama sekali tidak tersentuh meskipun melihat Hyura berlutut dihadapannya. “Kau benar-benar menyedihkan.”
Seakan tidak memperdulikan ucapan Kyuhyun, Hyura menyatukan kedua tangannya untuk memohon. “Da Eun hidupku, aku tidak bisa hidup tanpanya. Tolong jangan pisahkan aku dari dia.”
“Kalau begitu mati saja. Kau wanita tidak tahu malu.”
Hatinya tidak hanya hancur, langkah kaki Kyuhyun yang semakin menjauh membuat hidupnya benar-benar berakhir. Kini dia tidak hanya kehilangan pria yang dulu mencintainya, dia juga telah kehilangan satu-satunya alasan untuk hidup.
Hidupnya kini tidak akan pernah berarti lagi.
“Sudah siap?”
Pakaian yang Da Eun pakai bukan lagi pakaian rumah sakit, dia mengenakan celana jeans berwarna biru dan kaos putih yang pas di padukan dengan jacket berwarna kuning. Kepalanya masih ditutupi beanie warna senada, namun sudah ada beberapa helai rambut yang terlihat.
Saat Kyuhyun masuk setelah menyelesaikan seluruh administrasi, dia melihat Da Eun duduk di ranjang dengan ekspresi sedih. Anak lucu itu juga tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun.
“Wae? Kenapa kau seperti sedang bersedih sayang?”
“Appa, eomma dimana?”
Da Eun mengangguk kecil. “Kalau eomma tidak ada, kita tidak bisa masuk rumah.”
Karena gemas Kyuhyun mengacak ujung kepala Da Eun. “Kita pulang ke rumah Appa.”
“Eomma juga?”
“Tidak, eomma tidak bisa ikut.”
“Wae?” Apa dia telah melakukan kesalahan? “Kenapa Eomma tidak ikut tinggal dengan Da Eun dan Appa?”
Meskipun Kyuhyun menjelaskannya Da Eun tidak akan mengerti. “Ada yang harus eomma lakukan. Kajja.” Kedua kaki mungilnya dibalut sepatu berwarna pink yang telah Kyuhyun persiapkan untuk buah hatinya itu.
Mereka meninggalkan ruang perawatan dengan tangan yang saling menggenggam, Da Eun berjalan disamping ayahnya tanpa banyak protes.
Kyuhyun sudah menyiapkan sebuah kamar yang pasti akan sangat Da Eun sukai, dia juga sudah menyulap Apartementnya menjadi apartement yang aman ditempati anak berumur 3 tahun. Tidak, tahun ini Da Eun genap berumur 4 tahun. Kyuhyun bahkan sudah membayangkan mengantarkan anak itu pergi sekolah dihari pertamanya.
__ADS_1
Dia juga sudah menyusun banyak sekali rencana yang akan dia lakukan bersama anak manis itu.
Tapi, langkah Kyuhyun tiba-tiba saja terhenti.
“Eomma?”
Hyura berdiri di jarak yang tidak terlalu jauh darinya, begitu pucat dan benar-benar terlihat menyedihkan. Genggaman tangannya di tangan Da Eun semakin mengerat, dia tidak ingin Hyura menyentuh Da Eun lagi.
“Eomma.”
Tapi Da Eun sepertinya ingin sekali bertemu dengan Hyura, dia tidak boleh membuat Da Eun jengkel dan malah membuatnya menangis. Maka untuk kali ini saja, dia mengijinkan Hyura bertemu dengan Da Eun.
Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya, seketika itu juga Da Eun berlari untuk menyongsong ibunya.
“Da Eun-ah.”
Hyura melepas kerinduannya dengan memeluk anak itu begitu erat, kalau saja bisa, dia tidak ingin sedetik pun menjauh dari putrinya itu.
“Eomma akan ikut pulang dengan Da Eun kan?”
“Eum.” Hyura membiarkan air matanya jatuh, dia juga membiarkan Da Eun melihat kehancuran hatinya. “Eomma akan ikut dengan Da Eun, tapi nanti.”
“Kenapa nanti, kenapa tidak sekarang saja?”
“Ada yang harus eomma lakukan dulu, sayang.”
Kyuhyun menghampiri keduanya, bertindak sebagai algojo yang akan mengirim Hyura ketiang gantungan. “Da Eun-ah, Kajja.”
Hyura memeluk Da Eun sekali lagi, menangis menumpahkan segala apa yang dia rasakan didalam pelukan malaikat kecilnya. Disaat itulah dia melihat tangan Kyuhyun terulur, dia ingin Hyura melepaskan pelukannya.
“Da Eun anak baik kan? Jangan buat Appa repot, Eomma akan menemui Da Eun setelah semuanya selesai. Mengerti?”
“Da Eun mengerti, eomma.”
“Cha.”
__ADS_1
Dengan berat hati Hyura menyerahkan tangan mungil Da Eun pada genggaman tangan Kyuhyun yang selalu lebih tangguh, dia membiarkan Kyuhyun melewatinya, membiarkan seluruh harapan dan alasannya untuk hidup meninggalkannya.