
Bayangan itu perlahan lenyap seiring dengan luka yang telah Hyura goreskan, dadanya sesak oleh setiap kenangan yang meskipun sudah coba Kyuhyun lupakan tetap menjejal di kepalanya.
** Second Chance **
Kabar itu dibawa oleh sekretaris Kim, dia mengatakan bahwa Hyena masuk rumah sakit setelah berusaha untuk bunuh diri. Gadis itu menyayat nadinya setelah satu minggu berusaha untuk menerima kenyataan.
Rasa cintanya kepada Kyuhyun mengalahkan segalanya, Hyena berfikir bahwa kehilangan Kyuhyun telah membuatnya kehilangan dunia.
Hingga apapun yang akan dia lakukan tidak akan pernah berarti jika tanpa Kyuhyun disampingnya.
“Untuk apa kau datang kesini?”
Tanpa memperdulikan tatapan kejam ibu gadis itu, Kyuhyun membungkuk dalam untuk memberikan salam. Meskipun dia tidak mencintai Hyena dia harus tetap menunjukkan sopan santun. Menghormati wanita yang telah melahirkan gadis itu.
“Anyeonghaseyo, eommonim. Aku datang untuk menjenguk Hyena, apa dia baik-baik saja?”
Wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu mendengus, lihatlah penampilannya, meskipun dilanda khawatir akan kondisi anaknya, wanita itu tidak kehilangan pesona. Dia tetap tampil modis meskipun tempat yang dia kunjungi adalah rumah sakit.
Dulu, Kyuhyun adalah pria yang sangat dia harapkan untuk membahagiakan putrinya. Namun, setelah Hyena berulang kali mencoba untuk mengahkhiri hidup karena pria ini. Dia membencinya.
__ADS_1
“Aku rasa itu bukan urusanmu lagi Kyuhyun-ssi, bukankah kau sudah menolak menikah dengan putriku? Aku tidak ingin kau datang hanya untuk menyakitinya lagi.”
“Aku hanya ingin tahu keadaannya, eommonim.”
“Bagaimana bisa kau melakukan ini disaat kami sudah menentukan tanggal pernikahan kalian, kau tahu? Ini sama saja dengan penipuan.”
Kyuhyun mengerti akan hal ini, awalnya dia mengira bisa menggantikan posisi Hyura dengan Hyena seiring dengan berjalannya waktu. Namun ternyata tidak, sampai detik ini Kyuhyun masih mengharapkan Hyura.
“Maafkan aku, eommonim.”
“Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi, meskipun kau mendengar Hyena mati jangan pernah datang ke pemakamannya.”
Hyena mungkin saja sedang beristirahat.
Kyuhyun akan selalu berdo’a untuk kebahagiaan Hyena.
****
Hasil pemeriksaan Kyuhyun sudah keluar, setelah mengetahui hal tersebut Donghae langsung memerintahkan agar Da Eun segera masuk ruang steril untuk mengosongkan sumsum tulang belakangnya.
__ADS_1
Lebih cepat lebih baik.
Mereka tidak memiliki banyak waktu untuk terus menunda-nunda.
Dari balik ruang steril itu lah Hyura memperhatikan Da Eun yang tertidur lelap, setengah jam lalu dengan bujukan nemo ahjussi dan ahjumma perawat Da Eun mau meminum obatnya. Awalnya Da Eun mengatakan akan menunggu Kyuhyun, namun atas bujukan Donghae semuanya teratasi dengan baik.
Sekali lagi Hyura sangat bersyukur atas kehadiran Donghae di hidupnya.
“Da Eun tidur?”
Hyura yang masih berdiri di balik jendela ruang steril itu menoleh kearah kiri, tempat dimana Kyuhyun bertanya. Penampilannya masih seperti biasa, kemeja putih yang dibalut dengan jas dan celana denim. Tampilan biasa Kyuhyun yang sangat Hyura kenali. Tampilan itu sama sekali tidak berubah.
“Donghae oppa yang memberitahu Da Eun dipindahkan kesini?”
“Ya, dia sudah menjelaskan semuanya.”
Ingin melihat Da Eun yang sudah dia rindukan, Kyuhyun pun melakukan hal sama. Dia berdiri di samping Hyura untuk melihat putrinya yang tertidur lelap. Bahkan gaya anak itu saat tidur mirip sekali dengan Hyura.
“Dia seperti malaikat saat tidur.” Rasa kekaguman itu murni dari seorang ayah yang sangat mencintai putrinya, Belum genap satu bulan mereka mengenal, namun ikatan diantara keduanya begitu kuat.
__ADS_1
Tidak ada kata-kata yang bisa melukiskan betapa Kyuhyun sangat mencintai Lee Da Eun.