
Hyura berhasil melunasi seluruh biaya rumah sakit atas bantuan Donghae, biaya operasi Da Eun ditanggung seluruhnya oleh Kyuhyun. Hyura tidak perlu memikirkan apapun karena Kyuhyun sudah melunasinya di muka, termasuk biaya yang harus di keluarkan untuk obat dan terapi paska operasi.
Dokter memprediksi bahwa sel-sel kanker di tubuh Da Eun sudah tidak ada seminggu setelah Da Eun menerima sum-sum tulang belakang Kyuhyun, bahkan hasilnya sudah negatif dipemeriksaan terakhir.
Tidak ada yang lebih membahagiakan kecuali melihat Da Eun tersenyum gembira tanpa harus menanggung sakit.
“Apa sekarang Da Eun sudah boleh makan Ice Cream nemo ahjussi?”
Anak itu duduk bersila diatas ranjangnya yang berwarna merah muda, wajahnya terlihat segar dan dia bukan lagi Da Eun yang dulu.
“Setelah kau keluar dari rumah sakit, kau boleh memakan apapun yang kau inginkan.”
“Assa.” Da Eun mengepalkan kedua tangannya sebagai tanda bahwa sudah tidak ada lagi yang akan melarangnya memakan dan melakukan apapun, untuk anak berusia 4 tahun tidak ada lagi yang membahagiakan kecuali ice cream dan mainan.
Disaat itulah Kyuhyun datang, membawa sebuket bunga mawar cantik yang sengaja dia persiapkan untuk wanita baru dalam hidupnya. Dia masuk dengan ekspresi dingin, seolah Hyura atau pun Donghae bukan lagi masalah.
“Appa.”
“Hai anak manis.” Donghae menyingkir dan sengaja memberi ruang kepada Kyuhyun untuk datang pada putrinya. “Appa membawakan ini untukmu.”
__ADS_1
Da Eun menerima bunga itu dengan ekspresi yang berubah. “Appa, aku tidak makan bunga, nemo ahjussi bilang aku sudah boleh makan ice cream.”
Kali ini Kyuhyun yang berubah canggung dan Donghae berusaha untuk menahan tawa, Hyura tidak menunjukkan ekspresi apapun kecuali datar. Seluruh pikirannya sibuk merencanakan apa yang akan dia lakukan nanti malam bersama Da Eun.
“Ice Cream? Kau mau Ice Cream rasa apa?”
“Da Eun suka Ice Cream rasa Strawberry.” Mungkin tidak seharusnya Donghae menjawab pertanyaan pria itu, karena setelah ucapannya itu terdengar oleh Kyuhyun, dia mendelik kasar.
“Itu membuatku membenci Ice Cream Strawberry.” Gumamnya yang masih terdengar oleh semua orang diruangan itu.
“Wae? Ice Cream Strawberry sangat enak, appa.” Da Eun terlalu polos untuk mengerti urusan orang dewasa.
“Jeongmal?”
Kyuhyun mengangguk. “Eum.”
Kali ini Da Eun menoleh kearah Hyura yang masih mematung dibelakang Kyuhyun. “Eomma, appa bilang dia suka ice cream rasa coklat. Bukankah eomma juga suka ice cream rasa coklat?”
Benar, mereka memiliki rasa favorit yang sama.
__ADS_1
Namun aura kecanggungan diantara ketiga orang itu terlalu kuat untuk Hyura bisa menjawab ucapan Da Eun. Hyura menghilangkan ekspresi datarnya saat memutuskan untuk menghampiri Da Eun di ranjang. “Biar eomma simpan bunganya di Vas.”
“Geurae.”
“Da Eun-ah, nanti nemo ahjussi kesini lagi.” Donghae berpamitan tanpa menghiraukan Kyuhyun yang pasti akan lebih senang jika dia menyingkir dari sini.
“Anyeong.”
Da Eun melambaikan tangan kanannya dengan senyum merekah, seminggu berlalu paska operasi rambut Da Eun mulai kembali tumbuh, itu perlahan membuatnya menjadi lebih terlihat sehat.
“Apa yang Donghae katakan tentang Da Eun?”
Kyuhyun duduk di sisi ranjang yang kosong dan bertanya pada Hyura tanpa sedikit pun menoleh pada gadis itu, sementara disisi yang lain Hyura masih menata bunga di vas kaca yang biasa disimpan di nakas kanan.
Dia menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan pria itu. “Besok dia boleh pulang.”
“Geurae?” Kyuhyun tersenyum pada Da Eun yang langsung mengangguk.
Tentu saja ekspresi Kyuhyun berbanding terbalik dengan Hyura, mungkin bagi Kyuhyun inilah waktu yang selalu dia tunggu, namun untuk Hyura ini seperti neraka.
__ADS_1
“Aku berencana mengganti nama belakang Da Eun dengan namaku segera setelah dia keluar dari sini, dia juga harus sekolah.” Hyura masih mendengarkan apapun yang Kyuhyun ucapkan meskipun dengan hati sakit. "Lee sama sekali tidak cocok dengannya.”