
Merujuk pada Donghae yang juga bermarga Lee, Kyuhyun hanya ingin menyatakan bahwa apapun yang terjadi dia tidak akan membiarkan Donghae bisa dekat-dekat dengan Da Eun. Untuk Hyura? Kyuhyun sama sekali tidak perduli.
****
“Kami memutuskan untuk membatalkan pertunangan Hyena dengan anakmu.”
Kim Eun Ji yang menerima kabar itu terperanjat dari duduknya, dia yang sedang berada di ruang tengah rumahnya itu terlihat sangat terkejut dengan keputusan yang sudah keluarga Shin Hyena ambil.
“Tapi_”
“Memangnya anakmu itu satu-satunya pria di dunia ini? aku akan segera mengirim Hyena ke Jepang dan untuk semua rencana kerja sama perusahaan kita. Aku juga akan membatalkannya.”
“Hyena eomma.” Kim Eun Ji ingin sekali membujuk jika saja Ibu Hyena tidak segera mematikan sambungan telponnya.
Dengan marah dia melemparkan ponselnya itu ke lantai hingga menimbulkan bunyi berderak, dadanya naik turun dan pikirannya penuh oleh bayangan Lee Hyura yang telah mengacau.
Wanita itu benar-benar menjadi benalu untuk keluarganya.
Rasanya Kim Eun Ji juga sudah terlalu lama membiarkan Kyuhyun bertindak semaunya, Jika pun Hyena sudah memutuskan untuk tidak berurusan lagi dengan Kyuhyun pria itu tidak bisa begitu saja kembali pada wanita miskin yang hanya menginginkan hartanya saja.
Kim Eun Ji harus bertindak, dia harus menyelamatkan Kyuhyun dari jeratan Lee Hyura.
Sudah pukul sepuluh malam.
Hyura sudah puluhan kali melirik arloji di pergelangan tangan kirinya, sesekali dia juga mengarahkan pandangan pada Kyuhyun yang seperti tidak ingin beranjak sedikit pun meski Da Eun sudah terlelap tidur.
Dia sudah mengemasi seluruh barang-barangnya, dia juga sudah mengemasi seluruh keperluan Da Eun. Dia berencana membawa Da Eun keluar kota, jauh dari jangkauan Kyuhyun.
__ADS_1
Tapi sampai detik ini pun dia tidak bisa beranjak karena kehadiran Kyuhyun disini.
Ah, kenapa semakin dipikirkan kepalanya semakin pening?
Hyura yang duduk di sofa tidak jauh dari ranjang Da Eun memijat keningnya agar terasa lebih baik, rupanya hal itu juga tidak luput dari perhatian Kyuhyun yang duduk dekat Da Eun.
Apa Hyura baik-baik saja?
Selama beberapa hari ini memang Hyura terlihat sedang tidak sehat, Kyuhyun sering sekali melihat wajah Hyura yang pucat dengan sorot mata tak bergairah.
“Aku yang akan menjaga Da Eun, sebaiknya kau pulang saja.”
Ucapan itu Kyuhyun ucapkan dengan nada ketus dan tanpa menoleh sedikit pun, hal yang membuat Hyura yakin bahwa saat ini Kyuhyun memang sangat membencinya.
“Aku harus ada disini untuk menemaninya.”
Kyuhyun meluruskan duduknya kemudian melipat kedua tangan masih tanpa menoleh kearah Hyura. “Aku yang akan menjaganya.” Barulah dia menoleh, ekspresinya angkuh lengkap dengan tatapan tajam. Kyuhyun seolah ingin menegaskan bahwa dia sama sekali tidak membutuhkan Hyura untuk mengasuh Da Eun. “Dan sebaiknya sekarang kau harus membiasakan diri tanpa Da Eun.”
“Dia akan pulang ke rumahku.”
Lagi-lagi Hyura tak mampu berkata, lidahnya kelu sesaat setelah air matanya kembali tumpah menuju pipinya.
Isakan itu terdengar menyakitkan, namun sepertinya Kyuhyun sama sekali tidak perduli. Pria itu bahkan membiarkan Hyura beranjak dan pergi dari sana dengan hati yang semakin hancur. Sekarang Hyura tidak memiliki kesempatan sekecil apapun untuk memiliki Da Eun.
“Disini kau rupanya.”
Langkah Hyura yang lunglai terhenti saat Kim Eun Ji berdiri tepat dihadapannya, gadis itu segera menghapus air matanya meski isakan sesekali terdengar. Tanpa mengenyahkan sopan santun dia juga membungkuk.
__ADS_1
“Nyonya Cho.”
“Ikut denganku.”
Kim Eun Ji mengajak Hyura duduk di sebuah meja kosong yang terletak tidak jauh dari konter makanan, gadis itu menunduk dengan rasa tidak nyaman dan takut. Orang-orang yang berlalu lalang pun sepertinya tahu bahwa wanita paruh baya dihadapan Hyura tersebut berusaha untuk mengintimidasi.
Entah apa yang wanita paruh baya itu inginkan darinya sekarang.
“Apa kau akan kembali pada putraku?”
Hyura mendongak, tentu saja menggeleng sebagai jawaban akan pertanyaan Kim Eun Ji.
“Lalu apa anak itu memang putri Kyuhyun?”
Kali ini Hyura mengangguk. “Ya, nyonya.” Hyura mulai terbata. “Saya sedang mengandung saat saya meninggalkan Kyuhyun oppa waktu itu.”
“Aku akan menganggap anak itu anak Kyuhyun, tapi jangan harap aku akan mengakuinya sebagai cucuku. Kehadiranmu saja sudah membuat hidup Kyuhyun berantakan, kau tahu apa yang telah terjadi sejak kau muncul lagi dihadapannya? Perjanjian dua perusahaan besar juga batal karena rubah kecil sepertimu, dan sekarang kau berniat menghancurkan hidupnya dengan anak itu.”
Itu sama sekali bukan rencananya, Hyura tidak bermaksud menghancurkan hidup siapapun. Dia datang hanya untuk meminta bantuan, dia tidak ingin pengakuan Kyuhyun terhadap Da Eun, dia hanya ingin Kyuhyun membantunya menyelamatkan hidup Da Eun.
Itu saja.
“Sekarang.” Sama seperti yang dia lakukan 4 tahun yang lalu, kali ini pun dengan pongah dia mengeluarkan sebuah cek di hadapan Hyura. “Isi saja semaumu.”
Tidak bisa.
Hyura tidak bisa begitu saja meninggalkan Kyuhyun tanpa Da Eun disisinya.
__ADS_1
“Maafkan aku nyonya Cho, tapi aku tidak bisa melakukannya.”
Wanita paruh baya itu mendengus kasar.