Hyura

Hyura
part 37


__ADS_3

Kyuhyun sedang menghubungi seseorang saat Hyura masuk ke kamar tersebut.


Bukan kali pertama Da Eun mengalami ruam seperti ini, sebelum anak itu di diagnosis menderita kanker dia sudah dua kali mengalami hal yang sama. Untungnya alergi yang Da Eun derita tidak terlalu parah, ruam kecil seperti ini akan menghilang setelah dia meminum obat.


“Dokter Park akan kesini sebentar lagi.”


Hyura meletakkan handuk putih basah di kening Da Eun, itu mungkin bekerja menurunkan sedikit panasnya.


“Appa, tukki.”


“Tukki?” Ah, boneka kelinci kesayangan Da Eun.


Karena saking paniknya dia melupakan boneka itu, sepertinya boneka itu tertinggal diruang kerjanya. “Appa akan membawanya besok.”


Disaat itu lah Hyura mengingat boneka pororo kesayangan Da Eun yang baru dia terima dari Lee Donghae. “Da Eun-ah, Chakkaman.”


Boneka itu Hyura masukkan kedalam tas selempang yang dia pakai tadi, saat dia kembali ke kamar boneka itu sudah ada di tangannya. Senyuman di wajah Da Eun terukir kala melihat boneka yang ibunya bawa, tangannya bahkan terjulur untuk meminta boneka tersebut.

__ADS_1


“Pororo.”


“Katanya dia sangat merindukanmu.” Hyura mengucapkan kalimat tersebut sedikit lembut.


“Benarkah? Da Eun-nie juga sangat merindukannya, eomma.”


Bukan senyuman yang Kyuhyun tampilkan saat melihat senyum ceria Lee Da Eun, melainkan ekspresi kecut dan penuh kebencian. Kesimpulannya adalah sebelum ini Hyura sudah bertemu dengan Lee Donghae.


Dia masih dengan jelas mengingat bahwa boneka pororo itu Donghae yang menyimpannya.


Dokter Park bilang semuanya baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi Lee Da Eun. Setelah meminum obat semuanya akan semakin membaik, hanya tinggal menurunkan panas tubuhnya saja.


Kyuhyun yang tadi merasa sangat khawatir bisa bernafas lega, dia duduk di sofa ruang tengah dengan Tv menyala sementara Hyura berbaring disamping Da Eun di kamar.


Kebiasaan Da Eun apabila sedang terlelap adalah dia akan memasukkan ibu jari tangan kirinya ke mulut, dia berbaring menyamping dengan kedua mata yang terpejam. Hyura berbaring disampingnya, menepuk-nepuk punggungnya agar semakin terlelap.


Tepat di jam sebelas malam Kyuhyun memutuskan untuk melihat keduanya, Hyura sudah tidur begitupun Da Eun yang seakan tidak terganggu.

__ADS_1


Dalam langkah yang lebih ringan dia naik ke ranjang dan masuk kedalam selimut yang sama, berbaring dibelakang Da Eun dengan tatapan yang sepenuhnya tertuju pada Hyura. Dia tidak ingin mengganggu tidur lelap dua wanita itu, maka tanpa menimbulkan suara apapun dia tertidur.


Di jam tiga dini hari Lee Da Eun terdengar merengek, Hyura yang terbangun berusaha untuk kembali membuat anak itu tidur. Tangan kanannya menepuk punggung Da Eun sayang, mulutnya sesekali terdengar mengucapkan kalimat manis yang membuat Da Eun kembali tenang.


Itu mungkin karena demamnya.


Namun Hyura bukan satu-satunya orang yang terbangun kala itu, Kyuhyun yang berbaring dibelakang Da Eun pun terbangun karena rengekan anak itu.


Kyuhyun menepukkan tangannya di pungung Da Eun, tapi secara tidak sengaja dia menyentuh tangan Hyura yang sedang melakukan hal sama. Mereka saling memandang karena terkejut, sama sekali tidak menyangka kejadian ini akan membuat mereka benar-benar merasa canggung.


“Maaf.”


Hyura bergumam terlebih dulu, mengucapkan kata maaf karena membuat Kyuhyun tidak nyaman.


Da Eun kembali tertidur, namun Hyura maupun Kyuhyun sama sekali tidak mengantuk. Kyuhyun membiarkan Hyura menepuk-nepuk punggung Da Eun, sementara dirinya kembali berbaring meskipun rasanya sungguh sangat canggung.


“Kemarin kau bertemu dengan Donghae-ssi bukan?”

__ADS_1


__ADS_2