Hyura

Hyura
part 11


__ADS_3

Donghae menghela nafas, dia pun tidak bisa banyak membantu. “Untuk saat ini kau tidak di ijinkan masuk, kau bisa menemani Da Eun setelah kondisinya lebih baik.”


Dengan berat hati Hyura mengangguk, meskipun hatinya sakit, dia tidak memiliki pilihan lain selain mengiyakan apa yang Donghae katakan. Itu semua untuk kebaikan Da Eun, untuk kesembuhan buah hatinya.


“Terima kasih untuk segalanya, oppa.”


“Eum, tegarlah.”


Akhirnya Hyura beranjak, Langkahnya begitu pelan dengan wajah yang tampak tersiksa. Ini untuk yang kesekian kalinya dia harus menyaksikan penderitaan Da Eun, padahal, anak seusia anak itu seharusnya sedang menikmati masa bermain dengan gembira.


Hyura tidak diperkenankan untuk masuk, dia hanya bisa menyaksikan tubuh Da Eun yang terkulai lemah diatas ranjang dari kaca yang saat ini tidak terhalangi.


“Jangan takut, eomma disini untuk menjagamu.”


Tangan Hyura terangkat seperti hendak menyentuh kepala Da Eun, meskipun pada akhirnya yang dia pegang adalah kerasnya dinding kaca di ruangan yang memisahkannya dengan Da Eun.


Hyura membutuhkan secangkir kopi, dia tidak boleh tidur karena Da Eun pasti akan menangis saat dia tidak melihat Hyura disampingnya. Masih dengan langkah pelan dia berjalan menuju kantin di lantai bawah, tidak menyadari kehadiran Kyuhyun yang terduduk di sofa ruang tunggu.


Saat mendengar langkah kaki pelan itu lah Kyuhyun mendongak, dia mengenali jenis suara milik wanitanya. Kemudian punggung ringkih yang sudah banyak menanggung penderitaan itu terlihat.


Tidak ada lagi yang Kyuhyun lakukan selain bangkit untuk menyongsong tubuh Hyura, tangan kanannya menarik tangan Hyura hingga membuatnya berbalik. Karena tarikan itu lah akhirnya tubuh wanita itu ada dalam pelukannya.

__ADS_1


“Menangis saja, Hyura-ya. Jangan seperti ini.”


Sakit yang Hyura derita luruh dalam pelukan Kyuhyun, dia menangis memberitahu ketakutannya tentang kehilangan Da Eun. Apa yang harus Hyura lakukan? kenapa tuhan tidak juga mengabulkan keinginannya untuk berbahagia dengan anak itu?


Mata Hyura di penuhi air kesedihan, tangisnya begitu menyayat hingga siapapun bisa merasakan kegetirannya. Kyuhyun seakan tidak cukup hanya dengan memeluknya saja, dia juga membagikan kekuatannya meskipun dia juga merasakan kekhawatiran yang sama.


“Semuanya pasti akan baik-baik saja.”


Namun kewarasannya seperti muncul, saat kehangatan dari sapuan lembut tangan Kyuhyun di punggung masih Hyura rasakan dia menjauh. Dia melepaskan pelukannya.


“Maaf.”


“Aku tidak akan bertanya tentang alasan mengapa kau meninggalkanku, aku hanya ingin tahu kenapa kau tidak memberitahu perihal kehadiran Da Eun padaku? apa jika kondisi Da Eun tidak seperti ini kau akan terus merahasiakannya dariku?”


Hyura masih menunduk, namun dia menghapus air matanya.


“Saat aku pergi, aku tidak tahu saat itu aku sedang hamil.”


Hyura terpaksa berbohong, gadis itu hendak mengatakan perihal kehamilannya pada Kyuhyun saat Kim Eun Ji lah yang membukakan pintu untuknya.


“Lalu apa salahku, Hyura-ya? Kenapa kau tidak datang ke pernikahan kita?”

__ADS_1


Aku ingin wanita yang anakku nikahi berasal dari keluarga terhormat, setidaknya, wanita yang memiliki keluarga baik-baik atau wanita yang berpendidikan tinggi. Tidak sepertimu.”


Kim Eun Ji duduk di hadapannya dengan kepercayaan diri penuh, ekspresinya penuh kesombongan dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada. Sementara Hyura menunduk dalam, tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan wanita ini di apartement yang sudah Kyuhyun siapkan setelah mereka menikah nanti.


“Tapi, aku mencintai Kyuhyun oppa. Eommonim.”


“Eommoniem? Memangnya siapa yang kau panggil ibu disini?” Amarah itu melunturkan kelembutan seorang ibu. Dari sisi manapun, jelas Kim Eun Ji sangat membencinya. “Aku ingin kau pergi dari kehidupan anakku.”


Hyura tidak bisa melakukannya karena saat ini dia sedang mengandung bayinya dengan Kyuhyun, dia tidak bisa pergi begitu saja. Apalagi, besok adalah hari pernikahan mereka.


“Aku tidak bisa melakukannya, nyonya.”


Kim Eun Ji mendengus kasar. Sudah wanita paruh baya itu duga. “Kalau begitu, katakan berapa yang kau inginkan, aku akan memberi berapapun yang kau mau.”


“Nyonya.”


Selain miskin Hyura juga tidak memiliki sopan santun, bagaimana mungkin Kyuhyun bisa memasukkan wanita seperti ini kedalam keluarga Cho yang terhormat? Kim Eun Ji semakin menaruh kebencian padanya.


“Bukan itu yang aku inginkan dari Kyuhyun oppa, aku tulus mencintainya.”


“Persetan dengan cinta, saat aku menikah dengan ayahnya aku juga tidak mencintainya.” Kim Eun Ji semakin pongah. “Kalau kau tidak ingin meninggalkan Kyuhyun, aku yang akan meninggalkannya. Perusahaan yang selama ini Kyuhyun jalankan adalah perusahaan milik keluarga Cho, dia berada di atas karena dia anakku. Kau tahu apa yang akan terjadi jika aku menghapus namanya dari keluarga kami?”

__ADS_1


__ADS_2